Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Edwinsyah Putra
"Pajak Hiburan telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah Kota Tangerang Selatan. Selama dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 penerimaan Pajak Hiburan selalu mencapai dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kota Tangerang Selatan. Dengan banyaknya penduduk Tangerang Selatan yang taraf hidupnya menengah keatas, maka hiburan sangat dibutuhkan dan merupakan potensi bagi penerimaan Pajak Hiburan. Penerimaan dari sektor Pajak Daerah sangat dipengaruhi oleh kemampuan organisasi perangkat daerah yang bertanggung jawab dalam pemungutan Pajak daerah untuk mengoptimalkan potensi pajak daerah yang ada di wilayahnya guna meningkatkan penerimaan pajak daerah.
Dalam rangka optimalisasi penerimaan Pajak Hiburan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memiliki strategi yang dapat membantu dalam melaksanakan proses administrasi bagi penerimaan Pajak Hiburan secara optimal. Strategi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan terdiri dari ekstensifikasi dan intensifikasi. Namun dalam proses optimalisasi penerimaan Pajak Hiburan terdapat kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan, yaitu kendala eksternal dan kendala internal. Dari kendala yang dihadapi merupakan suatu hal yang harus diperbaiki agar dalam rangka penerimaan Pajak Hiburan menjadi optimal.

Entertainment tax has contributed significantly to the Revenue South Tangerang City. During from 2009 to 2013 Entertainment Tax receipts are always reaching of the targets set by the government of South Tangerang City. With many residents of the South Tangerang middle and upper living standards, it is much needed entertainment and a potential for tax revenues Entertainment. Local Tax receipts greatly influenced by the ability of the regional organization responsible for the collection of local taxes to optimize the potential of local taxes in their area in order to increase local tax revenue.
In order to optimize the Entertainment Tax receipts, South Tangerang City Government has a strategy that can assist in carrying out the administrative process for receiving optimally Entertainment Tax. Strategies implemented by the South Tangerang City Government consists of the expansion and intensification. But in the process of optimizing the Entertainment Tax receipts are the constraints faced by the Government of South Tangerang city, that is external constraints and internal constraints. The constraints faced is must be corrected in order to be optimal revenue of Entertainment Tax.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
S46431
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Noviardi
"Penelitian ini membahas kendala/hambatan yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Bukittinggi serta menganalisa strategi-strategi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi dalam mengoptimalkan penerimaan pajak daerahnya. Menggunakan pendekatan post positivist, metode kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam. Strategi yang dilihat berkaitan dengan indikator Memperluas Basis Objek Pajak dan Minimalisasi Object exemption, Penerapan Presumtive tax pada objek yang Hard To Tax, Pemanfaatan Diskresi Tarif, Perbaikan Basis Data dan Penguatan Sistem Identifikasi, Penguatan Proses Pemungutan, Peningkatan Efisiensi Administrasi dan Penguatan Pengawasan dan Penegakan Sanksi.
Dari hasil penelitian diidentifikasi kndala/hambatan yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Bukittinggi dalam mengoptimalkan penerimaan pajak daerah yakni : 1 Kendala Regulasi; 2 Kendala Implementasi; 3 Lemahnya basis data perpajakan; 4 Lemahnya koordinasi internal Pemerintah Daerah; 5 Lemahnya pengawasan dan penegakan sanksi; 6 Keterbatasan sumber daya aparatur; dan 7 Keterbatasan kemampuan dan perilaku ketidakpatuhan Wajib Pajak.
Selanjutnya penerapan strategi berupa Perluasan Basis Objek Pajak dan Meminimalkan object exemption, Perbaikan Basis Data dan Penguatan Sistem Identifikasi, Penguatan Proses Pemungutan, Peningkatan Efisiensi Administrasi telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bukittingi dengan cukup baik walaupun diakui masih terdapat kelemahan. Sedangkan untuk Penerapan Presumtive Tax dan Diskresi Tarif berupa leveling tarif belum dilaksanakan oleh Pemda Kota Bukittinggi. Untuk itu diharapkan Pemerintah Kota Bukittinggi dapat mengevaluasi setiap strategi yang telah dilaksanakan guna meningkatkan optimalisasi penerimaan pajak daerah ke depan.

This research discusses problems faced by Local Government of Bukittinggi and analyzes strategies they did in optimizing their local tax revenue. Using the post positivist approach, quantitative method, and data collection using indepth interview technique. The strategies are observed related to the indicators of Expanding Tax Object Basis and Minimizing the Object exemption, Applying Presumtive tax among the Hard To Tax objects, Utilizing Tax Rate Discretion, Fixing the Data Basis and Strengthening Identification System, Strengthening Collection Process, Increasing Administration Efficiency, Strengthening Monitoring and Sanction Enforcement.
From the result, some problems are identified in the Local Government of Bukittinggi in optimizing the local tax revenue, which are 1 Regulation Problems 2 Implementation Problem 3 Weaknesses in Tax Data Basis 4 Weaknesses in Local Government internal coordination 5 Weaknesses in Monitoring and Sanctions Enforcement 6 Lacking in human resources and 7 Lacking in ability and disobedience of Tax Payer.
Furthermore, the application of strategies such as Expanding Tax Object Basis and Minimizing the Object exemption, Fixing the Data Basis and Strengthening Identification System, Strengthening Collection Process, Increasing Administration Efficiency have been quite well done by the Local Government of Bukittinggi although there are still some weaknesses. Meanwhile for the Application of Presumtive Tax dan Tax Rate Discretion such as tax rate leveling have not been done by the Local Govenment of Bukittinggi. That is why, it is hoped that the Local Govenment of Bukittinggi can evaluate every strategies that have been done to increase the optimalization of the local tax revenue in the future.
"
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2018
T51472
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Fahryan Joova Pahlevi Daryanto
"Pajak parkir di Kota Bogor selama masa pandemi mengalami penurunan yang sangat drastis. Penurunan tersebut mencapai 50% dari penerimaan sebelum di masa pandemi. Salah satu untuk mengatasi penurunan tersebut pemerintah Kota Bogor melakukan strategi optimalisasi penerimaan pajak parkir di Kota Bogor selama masa pandemi dengan tujuan meningkatkan penerimaan pajak parkir dan mengatasi penurunan penerimaan pajak parkir yang tersebut berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan post positivist dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan selama masa pandemi Pemerintah Kota Bogor menerapkan strategi berupa Perluasan basis penerimaan, memperkuat proses pemungutan, Meningkatkan pengawasan, meningkatkan efisiensi administrasi, Meningkatkan kapasitas penerimaan melalui perencanaan yang lebih baik. Untuk strategi memperkuat proses pemungutan Pemerintah Kota Bogor belum mengeluarkan kebijakan karena masih dalam tahap kajian. Berikutnya faktor yang mempengaruhi adanya kebijakan tersebut diantaranya: penurunan penerimaan pajak parkir, kepatuhan dan kesadaran Wajib Pajak Parkir, dan peningkatan persaingan usaha di Kota Bogor melalui penyesuaian tarif. Kebijakan-kebijakan tersebut dapat mengoptimalkan penerimaan pajak parkir di Kota Bogor.

The decline in parking tax receipts in Bogor City during the pandemic experienced very drastic decline. The decline reached 50% of receipts before the pandemic. One of the ways to overcome this decline is the Bogor City government carrying out a strategy of optimizing parking tax revenues in Bogor City during the pandemic to increase parking tax revenues and decrease parking tax revenues on an ongoing basis. This research is a post-positivist approach with data collection techniques through in-depth interviews with qualitative data techniques. The results showed that during the pandemic the Bogor City Government implemented strategies in the form of necessary basic receipts, strengthening the collection process, increasing supervision, increasing administrative efficiency, and increasing revenue capacity through better planning. To strengthen the voting process, the Bogor City Government has not issued a policy because it is still in the study stage. The following factors that influence the policy include a decrease in parking tax revenues, compliance and awareness of Parking Taxpayers, and business competition in Bogor City through tariff adjustments. So that these policies can optimize parking tax revenues in the city of Bogor."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dzakwan Poetra Dewanto
"Penurunan dan fluktuasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di wilayah DKI Jakarta pada periode 2019–2023 menjadi fenomena fiskal yang penting untuk dianalisis lebih lanjut, baik dari segi faktor penyebab maupun strategi optimalisasi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma post-positivis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen dan wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait, Narasumber wawancara mendalam berasal dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta dan Akademisi. Analisis menggunakan teori strategi optimalisasi dari Machfud Sidik (2001) yang mencakup dua dimensi utama: Ekstensifikasi dan Intensifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kemampuan ekonomi wajib pajak dampak pandemi Covid-19, ketidaksesuaian objek pajak, dan keterbatasan dalam proses penagihan menjadi faktor dominan dalam penurunan penerimaan. Strategi optimalisasi yang telah diterapkan meliputi pemutakhiran basis data objek pajak, digitalisasi pelayanan pajak seperti kanal pembayaran digital, serta peningkatan pengawasan dan kolaborasi lintas instansi. Meskipun begitu masih terdapat hal-hal yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki, penguatan basis data pajak, edukasi publik, serta sinergi antar stakeholder dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerimaan PBB-P2 di DKI Jakarta.

The dynamics in the revenue of Land and Building Tax (PBB-P2) in the DKI Jakarta region during the 2019–2023 period has become a significant fiscal phenomenon that requires further analysis in terms of both causal factors and the optimization strategies employed. This study adopts a qualitative approach within a post- positivist paradigm. Data collection techniques include document studies and in- depth interviews with relevant stakeholders, specifically officials from the Regional Revenue Agency of DKI Jakarta Province and academic experts. The analysis is based on the optimization strategy theory by Machfud Sidik (2001), which encompasses two main dimensions: extensification and intensification. The findings indicate that the decline in taxpayers' economic capacity due to the Covid- 19 pandemic, mismatches in taxable objects, and limitations in the collection process are dominant factors contributing to the revenue decline. Optimization strategies that have been implemented include updating the tax object database, digitizing tax services such as the use of digital payment channel, as well as enhancing supervision and cross-agency collaboration. Nevertheless, there remain areas for improvement, including strengthening the tax database, public education, and stakeholder synergy to enhance the effectiveness and efficiency of PBB-P2 revenue collection in DKI Jakarta."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rizqi Mardhi
"Penelitian ini mengkaji strategi optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bekasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam strategi yang diimplementasikan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi dalam memaksimalkan penerimaan PBB-P2. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif post-positivist serta metode pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka, penelitian ini mengadopsi kerangka teori strategi optimalisasi pajak melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bapenda Kabupaten Bekasi telah menerapkan berbagai strategi. Upaya ekstensifikasi dilakukan dengan memperluas basis data wajib pajak baru. Upaya intensifikasi mencakup penguatan proses pemungutan melalui penerbitan peraturan turunan baru dan pemanfaatan teknologi informasi seperti aplikasi TaxSurvey; peningkatan pengawasan melalui kerja sama dengan Kejaksaan Negeri, serta peningkatan efisiensi administrasi dengan meluncurkan kanal pembayaran digital terpusat bekerja sama dengan Bank BJB.

This research examines the optimization strategy for Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) revenue in Bekasi Regency. The objective of this study is to conduct an in-depth analysis of the strategies implemented by the Regional Revenue Agency (Bapenda) of Bekasi Regency to maximize PBB-P2 revenue. Utilizing a post-positivist qualitative research approach with data collection methods including interviews and literature review, this study adopts the theoretical framework of tax optimization strategies through intensification and extensification. The findings indicate that the Bekasi Regency Bapenda has implemented various strategies. Extensification efforts were made by expanding the new taxpayer database. Intensification efforts included strengthening the collection process through the issuance of new derivative regulations and the use of information technology such as the TaxSurvey application; enhancing supervision through collaboration with the District Attorney's Office; and improving administrative efficiency by launching a centralized digital payment channel in partnership with Bank BJB."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library