Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 42 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ayasha Waznah Hamidi
"Artikel ini akan membahas perkembangan seni A.D. Pirous dari Abstrak ke Kaligrafi pada tahun 1965-1970. Perjalanan seorang seniman sehingga mencapai gaya khasnya tidaklah instan. Perkembangan gaya kesenian seorang seniman dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keinginan untuk mencari identitasnya. Fenomena tersebut juga dilalui oleh A.D Pirous yang pada awal karirnya dikenal sebagai seniman abstrak Indonesia mengalami perkembangan yang unik di mana awalnya ia dikenal sebagai seniman abstrak Indonesia menjadi salah satu perintis kaligrafi modern di Indonesia. Perubahan tersebut menarik terdorong dari keinginannya untuk menemukan identitas nasionalnya setelah menyadari bahwa pendidikan seninya sangat dipengaruhi seni barat. Kini, karya kaligrafinya menjadi khas keindonesiaan Pirous pada dunia kesenian internasional. Telah banyak penelitian mengenai nilai-nilai Islam serta kajian yang menguraikan teknikalitas pada karya-karya Pirous. Maka dari itu, kajian ini akan menggambarkan identitas nasional A.D Pirous melalui perkembangan keseniannya pada tahun 1965-1980. Perkembangan seninya memperlihatkan bahwa perubahan gayanya melalui proses yang panjang. Penelitian ini menggunakan metode penulisan sejarah yang mencakup pemilihan topik, heuristik, verifikasi (kritik sumber), interpretasi, dan historiografi. Data yang mendukung penelitian didapatkan dari pengumpulan arsip lukisan, pamflet pameran, wawancara, dan buku.
This article will discuss the development of A.D. Pirous' art from Abstract to Calligraphy in 1965-1970. An artist's journey to achieve his or her signature style is not instantaneous. The development of an artist's art style can be influenced by various factors such as the desire to find his identity. A.D Pirous, who at the beginning of his career was known as an Indonesian abstract artist, experienced a unique development where he was initially known as an Indonesian abstract artist to become one of the pioneers of modern calligraphy in Indonesia. The change was interestingly driven by his desire to find his national identity after realizing that his art education was heavily influenced by western art. Today, his calligraphic works are typical of Pirous's Indonesianness in the international art world. There have been many studies on Islamic values as well as studies outlining the technicalities of Pirous' works. Therefore, this study will illustrate A.D Pirous' national identity through the development of his art from 1965-1980. The development of his art shows that the changes in his style went through a long process. This research uses a historical writing method that includes topic selection, heuristics, verification (source criticism), interpretation, and historiography. Data supporting the research was obtained from the collection of painting archives, exhibition pamphlets, interviews, and books."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ardela Maesyaroh
"Ondel-ondel sebagai kesenian Betawi telah mengalami perkembangan dari kesenian arak-arakan rakyat menjadi ikon kota Jakarta. Unsur pendukung kesenian ondel-ondel tetap eksis dan berkembang adalah dengan adanya sanggar. Sanggar Beringin Sakti sebagai salah satu kelompok kesenian ondel-ondel yang sudah aktif dari sebelum tahun 1970-an memiliki peran besar dalam mengembangkan ondel-ondel. Berbeda dengan penelitian sebelumnya karya Joko Susanto yang hanya berfokus kepada komposisi musik yang digunakan Sanggar Beringin Sakti.
Fokus penelitian ini adalah peran Sanggar Beringin Sakti dalam mengembangkan ondel-ondel di Jakarta mulai dari terbentuknya hingga lahirnya anak sanggar terakhir dari Sanggar Beringin Sakti. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, intepretasi, dan historiografi. Pada tahapan heuristik, mengumpulkan data berupa wawancara dengan pemilik Sanggar Beringin Sakti, artikel jurnal, surat kabar dari Perpustakaan Nasional RI, dan buku.
Hasil penelitian ini adalah Sanggar Beringin Sakti menjadikan ondel-ondel sebagai ikon kota Jakarta yang aktif melaksanakan berbagai kegiatan seperti acara perfilman kesenian, pembukaan acara atau perayaan khusus kota Jakarta, dan menampilkan ondel-ondel dalam bentuk cendera mata dan boneka penerima tamu, selain itu Sanggar Beringin Sakti mampu mengembangkan ondel-ondel dengan menjadikan sanggar sebagai tempat belajar dan regenerasi dengan melahirkan anak-anak sanggar yang aktif dan eksis sesuai pakemnya di masa modern saat ini.

Ondel-ondel as a Betawi art has developed from a folk art procession to become an icon of the city of Jakarta. The supporting element of ondel-ondel art that still exists and develops is the existence of a studio. Sanggar Beringin Sakti as one of the ondel-ondel art groups that has been active since before the 1970s has played a major role in developing ondel-ondel. This is different from the previous research by Joko Susanto, which only focused on the music composition used by Sanggar Beringin Sakti.
The focus of this research is the role of Sanggar Beringin Sakti in developing ondel-ondel in Jakarta from its formation until the birth of the last studio child of Sanggar Beringin Sakti. This study used the historical method with four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. At the heuristic stage, collecting data in the form of interviews with the owner of Sanggar Beringin Sakti, journal articles, newspapers from the National Library of Indonesia, and books.
The result of this research is that Sanggar Beringin Sakti made ondel-ondel as an icon of the city of Jakarta which actively carried out various activities such as art film events, opening special events or celebrations for the city of Jakarta, and displaying ondel-ondel in the form of souvenirs and dolls for the receptionist. Beringin Sakti is able to develop ondel-ondel by making the studio a place for learning and regeneration by giving birth to studio children who are active and exist according to the standards in today's modern times.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad Saugy
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan surat kabar Tempo terhadap dibatalkannya status Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2023. Proses dari terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah sampai pada pembatalannya oleh FIFA pada tahun 2023 merupakan perjalanan yang penuh dengan dinamika yang kompleks. Pandangan surat kabar Tempo tentang dibatalkannya status Indonesia dalam menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 berdampak signifikan dalam merangsang diskusi dan memengaruhi narasi tentang peristiwa tersebut. Metode yang diterapkan pada penelitian ini ialah metode sejarah yang melalui tahapan pemilihan topik, pencarian sumber atau heuristik, kritik sumber, interpretasi, serta historiografi. Sumber-sumber yang digunakan diambil dari surat kabar Tempo sebagai sumber primer, buku-buku yang berkaitan, wawancara, serta artikel jurnal yang mendukung penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pandangan surat kabar Tempo, alasan dibatalkannya Piala Dunia U-20 karena adanya penolakan dari beberapa tokoh politik terhadap timnas Israel yang dihubungkan pada konflik antara Israel dengan Palestina. Tempo dalam pemberitaannya menganggap Indonesia belum siap menyelenggarakan event sebesar Piala Dunia U-20 karena adanya kejadian Tragedi Kanjuruhan serta adanya penolakan terhadap Timnas Israel. Kedua faktor ini berhubungan dengan masalah keamanan.

This research aims to analyze Tempo newspaper's coverage of the cancellation of Indonesia's hosting status for the FIFA U-20 World Cup in 2023. The process from Indonesia being selected as the host to its cancellation by FIFA in 2023 was a journey filled with complex dynamics. Tempo's coverage of the cancellation had a significant impact in stimulating discussion and influencing the narrative of the event. The method employed in this research is historical methodology involving heuristic, criticism, interpretation, and historiography stages. Sources include Tempo newspaper as the primary source, relevant books, interview, and supporting journals. The findings indicate that based on Tempo's reporting, the cancellation was due to political interference by some political figures linked to heightened societal tension regarding Israel's conflict with Palestine. Tempo in its reporting considered that Indonesia was not ready to hold an event as big as the U-20 World Cup because of the Kanjuruhan Tragedy and the rejection of the Israeli National Team. Both of these factors relate to security issues."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Elsa Zulaeda
"Penelitian ini membahas tentang diplomasi budaya KRI Dewaruci di Amerika Serikat melalui pelayaran keliling dunia pada tahun 2012. Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi berbagai undangan kehadiran KRI Dewaruci dari berbagai negara yang diterima oleh Angkatan Laut Indonesia. Khususnya, KRI Dewaruci diundang oleh Amerika Serikat untuk hadir dalam acara Operation Sail tahun 2012. Sebagai respons, kebijakan diambil untuk melaksanakan pelayaran kedua mengelilingi dunia KRI Dewaruci dengan nama “Kartika Jala Krida.” Dalam pelaksanaannya, misi diplomasi budaya juga diimplementasikan yang sejalan dengan tugas eksklusif TNI Angkatan Laut, yaitu diplomasi maritim. KRI Dewaruci menggunakan unsur budaya sebagai bentuk upaya soft diplomacy dari pemerintah Indonesia terhadap Amerika Serikat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, yang terdiri dari heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Penulis menggunakan berbagai jenis sumber yang mencakup wawancara, arsip TNI AL, surat kabar sezaman, buku, dan artikel jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan kesuksesan pelaksanaan pelayaran melalui pengaruh diplomasi budaya KRI Dewaruci di Amerika Serikat dengan berbagai upaya yang telah diperjuangkan untuk menanamkan dan meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia khususnya di negara maju, seperti Amerika Serikat

This research discusses the cultural diplomacy of KRI Dewaruci in the United States through a round-the-world cruise in 2012. This activity aims to fulfill various invitations to attend KRI Dewaruci from various countries through the Indonesian Navy. In particular, KRI Dewaruci was invited by the United States to attend the Operation Sail event in 2012. In response, a policy was adopted to carry out KRI Dewaruci's second circumnavigation of the globe under the name "Kartika Jala Krida." In its implementation, a cultural diplomacy mission was also implemented which is in line with the exclusive duties of the Navy, namely maritime diplomacy. KRI Dewaruci uses cultural elements as a form of soft diplomacy efforts from the Indonesian government towards the United States. The research method used is the historical method, which consists of heuristics, verification, interpretation, and historiography. The author uses various types of sources that include interviews, Navy archives, contemporaneous newspapers, books, and relevant journal articles. The results showed the successful implementation of the voyage through the influence of KRI Dewaruci's cultural diplomacy in the United States with various efforts that have been fought to instill and improve Indonesia's positive image in the eyes of the world, especially in developed countries, such as the United States."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ayasha Waznah Hamidi
"Artikel ini akan membahas perkembangan seni A.D. Pirous dari Abstrak ke Kaligrafi pada tahun 1965-1970. Perjalanan seorang seniman sehingga mencapai gaya khasnya tidaklah instan. Perkembangan gaya kesenian seorang seniman dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keinginan untuk mencari identitasnya. Fenomena tersebut juga dilalui oleh A.D Pirous yang pada awal karirnya dikenal sebagai seniman abstrak Indonesia mengalami perkembangan yang unik di mana awalnya ia dikenal sebagai seniman abstrak Indonesia menjadi salah satu perintis kaligrafi modern di Indonesia. Perubahan tersebut menarik terdorong dari keinginannya untuk menemukan identitas nasionalnya setelah menyadari bahwa pendidikan seninya sangat dipengaruhi seni barat. Kini, karya kaligrafinya menjadi khas keindonesiaan Pirous pada dunia kesenian internasional. Telah banyak penelitian mengenai nilai-nilai Islam serta kajian yang menguraikan teknikalitas pada karya-karya Pirous. Maka dari itu, kajian ini akan menggambarkan identitas nasional A.D Pirous melalui perkembangan keseniannya pada tahun 1965-1980. Perkembangan seninya memperlihatkan bahwa perubahan gayanya melalui proses yang panjang. Penelitian ini menggunakan metode penulisan sejarah yang mencakup pemilihan topik, heuristik, verifikasi (kritik sumber), interpretasi, dan historiografi. Data yang mendukung penelitian didapatkan dari pengumpulan arsip lukisan, pamflet pameran, wawancara, dan buku.

This article will discuss the development of A.D. Pirous` art from Abstract to Calligraphy in 1965-1970. An artist's journey to achieve his or her signature style is not instantaneous. The development of an artist's art style can be influenced by various factors such as the desire to find his identity. A.D Pirous, who at the beginning of his career was known as an Indonesian abstract artist, experienced a unique development where he was initially known as an Indonesian abstract artist to become one of the pioneers of modern calligraphy in Indonesia. The change was interestingly driven by his desire to find his national identity after realizing that his art education was heavily influenced by western art. Today, his calligraphic works are typical of Pirous's Indonesianness in the international art world. There have been many studies on Islamic values as well as studies outlining the technicalities of Pirous' works. Therefore, this study will illustrate A.D Pirous' national identity through the development of his art from 1965-1980. The development of his art shows that the changes in his style went through a long process. This research uses a historical writing method that includes topic selection, heuristics, verification (source criticism), interpretation, and historiography. Data supporting the research was obtained from the collection of painting archives, exhibition pamphlets, interviews, and books."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ferzaputra Kuspiono
"Artikel ini membahas kritik dan pandangan Daud Rasyid terkait dengan gagasan Liberalisasi Islam yang dibawa oleh Nurcholish Madjid. Gagasan Liberalisasi Islam yang dibawa oleh Nurholish Madjid pada tahun 1970 telah memengaruhi bagaimana cara berpikir masyarakat Indonesia dalam memahami Islam sekaligus membangun kontroversinya hingga kini yang memicu kritik dari berbagai cendekiawan Islam. Pada tahun 1992 Nurcholish menerbitkan dua makalah yang memberikan penjelasan lebih lanjut atas gagasan Liberalisasinya yaitu Sekali Lagi Tentang Sekularisasi dan Kehidupan Keagamaan Di Indonesia Untuk Generasi Mendatang yang kembali memicu kontroversi dan kritik dari kalangan cendekiawan beraliran konservatif yang salah satunya adalah Daud Rasyid. Bagaimana pandangan dan kritik yang dilancarkan oleh Daud Rasyid terhadap gagasan Liberalisasi Islam yang dibawa oleh Nurcholish Madjid? Metode penelitian yang penulis gunakan didasarkan pada metode yang digunakan oleh Louis Gottschalk (1975) meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Melalui penelitian ini terlihat bahwasanya Daud Rasyid mengeritik ide-ide Liberalisasi Nurcholish Madjid yang menekankan pembangunan Islam secara individu dan intim. Bagi Daud pembangunan kehidupan umat Islam haruslah dimulai dengan pemberlakuan Syariat Islam sebagai dasar hukum dalam bermasyarakat sehingga akan tercipta satu masyarakat yang islami secara cepat, efektif, dan menyeluruh.

This article discusses Daud Rasyid's criticism and views regarding the idea of Islamic Liberalization brought by Nurcholish Madjid. The idea of Islamic Liberalization brought by Nurholish Madjid in 1970 has influenced how the Indonesian people think in understanding Islam as well as building its controversy to this day which has sparked criticism from various Islamic scholars. In 1992 Nurcholish published two papers which provided further explanation of his Liberalization ideas, namely Once More About Secularization and Religious Life in Indonesia for Future Generations which again sparked controversy and criticism from conservative intellectuals, one of whom was Daud Rasyid. What are the views and criticisms made by Daud Rasyid towards the idea of Islamic Liberalization brought by Nurcholish Madjid? The research method that the author uses is based on the method used by Louis Gottschalk (1975) including heuristics, verification, interpretation, and historiography. Through this research, it can be seen that Daud Rasyid criticized Nurcholish Madjid's liberalization ideas which emphasized individual and intimate development of Islam. For Daud, the development of Muslim life must begin with the implementation of Islamic Sharia as the legal basis for society so that an Islamic society can be created quickly, effectively and comprehensively."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tsanya Imtiyaz
"Artikel ini membahas mengenai pemberitaan sengketa Irian Barat dalam surat kabar Merdeka dan majalah Star Weekly. Kedua pers ini dipilih karena memiliki persamaan sebagai pers cetak dengan jenis dan corong perjuangan pers yang berbeda. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk melihat perbedaan dan persamaan pemberitaan antara surat kabar Merdeka yang merupakan pers Nasionalis dan majalah Star Weekly yang merupakan pers Tionghoa terhadap peristiwa sengketa Irian Barat. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang telah membahas mengenai pandangan surat kabar Merdeka terhadap Australia ditengah sengketa ini, atau pandangan surat kabar Merdeka pada suatu peristiwa lainnya, serta usaha diplomasi, politik dan militer yang dilakukan dalam upaya pembebasan Irian Barat, penelitian ini akan fokus pada penyiaran berita mengenai peristiwa sengketa Irian barat khususnya pada surat kabar Merdeka dan majalah Star Weekly. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kedua pers ini memiliki kesamaan dalam bentuk yaitu sebagai pers cetak dan keduanya juga memiliki sikap kontra terhadap Belanda dalam sengketa Irian Barat, tetapi kedua pers ini memiliki perbedaan dalam ideologi, fokus topik pemberitaan, gaya bahasa, dan juga pendekatan. Surat kabar Merdeka dengan ideologi nasionalis radikalnya memiliki focus pemberitaan pada topik usaha diplomasi dan usaha militer sehingga cenderung menggunakan gaya bahasa emotif dan persuasif dan pendekatan heroik nasionalis. Sedangkan, Majalah Star Weekly dengan ideologi nasionalis kritisnya memilih fokus pada topik pemberitaan dampak kebijakan pemerintah yang menggunakan gaya bahasa kritis dan analitis serta pendekatan kritik konstruktif. Data dalam artikel ini diperoleh melalui studi literatur dan dari surat kabar Merdeka dan majalah Star Weekly periode antara tahun 1949-1961. Untuk metode penulisan penelitian, artikel ini akan menggunakan metode sejarah, yang mencakup empat tahapan yaitu penelusuran sumber, verifikasi sumber, interpretasi, dan historiografi.

This article discusses the coverage of the West Irian dispute in the Merdeka newspaper and the Star Weekly magazine. These two presses were chosen because they have similarities as printed presses with different types and mouthpieces of the press struggle. Therefore, this article aims to see the differences and similarities in the reporting between the Merdeka newspaper, which is a Nationalist press, and the Star Weekly magazine, which is a Chinese press, regarding the West Irian dispute. Unlike previous studies that have discussed the Merdeka newspaper's views on Australia in the midst of this dispute, or the Merdeka newspaper's views on other events, as well as diplomatic, political and military efforts carried out in the effort to liberate West Irian, this study will focus on the broadcasting of news about the West Irian dispute, especially in the Merdeka newspaper and the Star Weekly magazine. The results of this study indicate that although these two presses have similarities in form, namely as printed presses and both also have a counter-attitude towards the Netherlands in the West Irian dispute, these two presses have differences in ideology, focus of news topics, language style, and also approach. Merdeka newspaper with its radical nationalist ideology focuses its news coverage on diplomatic and military endeavors, so it tends to use an emotive and persuasive language style and a heroic nationalist approach. Meanwhile, Star Weekly Magazine with its critical nationalist ideology chooses to focus on the topic of reporting the impact of government policies using a critical and analytical language style and a constructive criticism approach. The data in this article were obtained through literature studies and from Merdeka newspaper and the Star Weekly magazine for the period between 1949-1961. For the research writing method, this article will use the historical method, which includes four stages, namely source tracing, source verification, interpretation, and historiography."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad Saugy
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan surat kabar Tempo terhadap dibatalkannya status Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2023. Proses dari terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah sampai pada pembatalannya oleh FIFA pada tahun 2023 merupakan perjalanan yang penuh dengan dinamika yang kompleks. Pandangan surat kabar Tempo tentang dibatalkannya status Indonesia dalam menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 berdampak signifikan dalam merangsang diskusi dan memengaruhi narasi tentang peristiwa tersebut. Metode yang diterapkan pada penelitian ini ialah metode sejarah yang melalui tahapan pemilihan topik, pencarian sumber atau heuristik, kritik sumber, interpretasi, serta historiografi. Sumber-sumber yang digunakan diambil dari surat kabar Tempo sebagai sumber primer, buku-buku yang berkaitan, wawancara, serta artikel jurnal yang mendukung penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pandangan surat kabar Tempo, alasan dibatalkannya Piala Dunia U-20 karena adanya penolakan dari beberapa tokoh politik terhadap timnas Israel yang dihubungkan pada konflik antara Israel dengan Palestina. Tempo dalam pemberitaannya menganggap Indonesia belum siap menyelenggarakan event sebesar Piala Dunia U-20 karena adanya kejadian Tragedi Kanjuruhan serta adanya penolakan terhadap Timnas Israel. Kedua faktor ini berhubungan dengan masalah keamanan.

This research aims to analyze Tempo newspaper's coverage of the cancellation of Indonesia's hosting status for the FIFA U-20 World Cup in 2023. The process from Indonesia being selected as the host to its cancellation by FIFA in 2023 was a journey filled with complex dynamics. Tempo's coverage of the cancellation had a significant impact in stimulating discussion and influencing the narrative of the event. The method employed in this research is historical methodology involving heuristic, criticism, interpretation, and historiography stages. Sources include Tempo newspaper as the primary source, relevant books, interview, and supporting journals. The findings indicate that based on Tempo's reporting, the cancellation was due to political interference by some political figures linked to heightened societal tension regarding Israel's conflict with Palestine. Tempo in its reporting considered that Indonesia was not ready to hold an event as big as the U-20 World Cup because of the Kanjuruhan Tragedy and the rejection of the Israeli National Team. Both of these factors relate to security issues."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ufi Hani
"Penelitian ini membahas Baitul Maal wat Tamwi BMT sebagai upaya ICMI dalam pemberdayaan ekonomi umat Islam di Indonesia pada periode 1995-1997. BMT merupakan lembaga keuangan syariah tingkat mikro yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil, menumbuhkembangkan bisnis usaha mikro dan kecil, dalam rangka menaikkan derajat dan martabat serta membela kepentingan kaum fakir miskin. Dalam perkembangannya, BMT pertama kali dikenalkan pada akhir tahun 1980-an dan populer pada tahun 1990-an. Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia ICMI sebagai sebuah wadah atau organisasi yang menghimpun kalangan intelektual Islam Indonesia berusaha mengembangkan dan mempopulerkan BMT di berbagai wilayah di Indonesia, yang bagian dari program Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Pengembangan Potensi Sumber Daya Umat Islam. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik, interpretasi terhadap buku, hasil muktamar, koran sezaman, dan wawancara dengan pengurus ICMI periode 1990-an. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan fakta bahwa berkembangnya BMT di Indonesia pada tahun1990-an disebabkan oleh upaya ICMI dalam mendirikan dan mengembangkan BMT di Indonesia melalui Program Gerakan BMT.

This research discusses Baitul Maal wat Tamwil in short BMT as ICMI 39s efforts in empowering muslim rsquo s people 39 s economy in Jakarta in the period 1995 1997. Baitul Maal wat Tamwil is a micro syariah financial institution operated on the basis of profit sharing to foster micro and small business enterprises, in order for such institution to raise the degree and dignity and defend the interests of fakir miskin the poor . In its development, BMT was initially introduced in the late 1980s and became popular in the 1990s. Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia ICMI, The Association of Indonesian Muslim Intellectuals as a forum or organization that brings together Indonesian Islamic intellectuals to develop and popularize BMTs in various regions of Indonesia, which are parts of Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Pengembangan Potensi Sumber Daya Umat Islam the program of Community Economic Development and the Development of the Potential of Islamic Resources . This study uses the historical method with heuristic stages, criticism, interpretation of the books, the results of conference, contemporary newspapers, and interviews with ICMI board of the 1990s. Based on research that has alreay been done, the fact that the development of BMT in Indonesia in the 1990s by ICMI efforts in establishing and developing BMTs in Indonesia through Program Gerakan BMT Movement Programme was found.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Waryanto
"ABSTRAK
Skripsi ini menganalisis upaya yang dilakukan Utut Adianto dakam memajukan prestasi olahraga catur Indonesia. Dalam upaya tersebut terdapat Faktor pendorong dan penghambat yang menyebabkan prestasi Utut Adianto mengalami pasang surut. Keterbelakangan kondisi prestasi olahraga catur di Indonesia, khususnya prestasi pecatur Indonesia dalam kancah internasional merupakan hal yang menjadi pendorong bagi Utut Adianto untuk menjadi pecatur yang disegani dunia internasional. Sejak kecil Utut Adianto telah memiliki kemampuan yang besar dalam olahraga catur dan telah mencetak prestasi internasional yang membanggakan bagi Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan heuristik, kritik, dan interpretasi terhadap koran sezaman, arsip organisasi Percasi, dan wawancara dengan pelaku sejarah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan fakta bahwa tekad dan juga kerja keras dari Utut Adianto menghantarkannya menjadi seorang pecatur terbaik Indonesia dan disegani dunia Internasional. Perestasi tersebut, diharapkan dapat memajukan pemikiran pecatur Indonesia untuk dapat mengikuti prestasi yang ditorehkan Utut Adianto.

ABSTRACT
This undergraduate Thesis analyzes the efforts made by Utut Adianto in developing the achievements of Indonesian chess. In that effort there are pushing and inhibiting factors that cause Utut Adianto 39 s achievement rise and fall. The conditions of chess achievement in Indonesia which are underdeveloped, especially the achievement of Indonesian chess players in the international arena is a matter of motivation for Utut Adianto to become a respected international chess player. Since his childhood, Utut Adianto has a great ability on chess and has scored a proud international achievement for Indonesia. The research was conducted heuristically and criticically towards contemporary newspapers, Percasi organization archives, and interviews with historical actors. Based on the research that has been done, the writter has found the fact that the determination and hard work of Utut Adianto had been delivered him to become the best chess player of Indonesia as well as he is respected internationally. The achievement made by Utut, is expected to advance the thinking of Indonesian chess players to be able to follow the achievements that are inscribed by Utut Adianto."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>