Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 132 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yefrie Muhammad Yulfrien
"ABSTRAK
Peristiwa pembantaian Nanking 1937 sampai sekarang masih menuai kontroversi. Dengan adanya reinterpretasi Jepang ingin memperbaiki citranya sedangkan China membuat peristiwa Nanking sebagai tekanan politik sehingga menyebabkan perbedaan jumlah angka korban jiwa. Penelitian ini menjelaskan kontroversi dan perbedaan sudut pandang mengenai peristiwa Nanking baik bagi Jepang maupun China.

ABSTRACT
Nanking massacre are still controversial tragedy. With the reinterpretation of Japan wanting to improve its image while China made the Nanking event a political pressure that caused a difference in the number of fatalities. This study explains the controversy and the different perspectives regarding
Nanking events for both Japan and China."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Anindya Permata Widhi
"Penelitian ini membahas kiprah Jepang dalam hubungan diplomatik dengan tiga negara Afrika Timur, yaitu Kenya, Etiopia dan Somalia pada 1990-2014. Bidang yang dibahas dalam penelitian ini adalah politik dan ekonomi mengingat negara-negara Afrika Timur memiliki masalah besar dalam bidang tersebut karena mereka masih dilanda kemiskinan ekstrim, bencana kelaparan, berbagai macam konflik dan aksi terorisme. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik yang bersifat kualitatif.
Penelitian ini menggunakan studi dokumen yang terdiri dari dokumen cetak dan dokumen elektronik, termasuk situs berita. Hasil dari penelitian ini adalah hubungan diplomatik Jepang dan negara-negara Afrika Timur selalu disertai dengan jalan terjal mengingat negara-negara tersebut masih dilanda konflik dan mengalami kemiskinan ekstrim. Jepang juga menyelenggarakan sejumlah pertemuan dan forum terkait masalah di Afrika, termasuk Afrika Timur dengan acara utama yang bernama TICAD atau Tokyo International Conference on Africa Development yang menjadi salah satu forum kebijakan Afrika terbesar di dunia.

This research explains Japan's contribution on diplomatic relations with three Eastern Africa countries, they are Kenya, Ethiopia and Somalia in 1990-2014. Fields which are explained are politics and economics, considering Eastern Africa countries have huge problems on those fields because they still suffer from extreme poverty, famine, various conflicts and terrorism attacks. Method which is used on this research is qualitative descriptive analitic.
This research uses document study which consists printed and electronic documents, including news sites. Result of this research is Japan's diplomatic relations with Eastern Africa countries always come with rough ways cited that those countries still going on conflicts and suffer from extreme poverty. Japan also held several summits and forums regarding issues in Africa, including East Africa with the main event named TICAD or Tokyo International Conference on Africa Development which became one of the largest African policy forum in the world."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Raphael Hengki Hendratno
"Hubungan resmi maupun tidak resmi antara Cina, Jepang dan Korea sudah berlangsung sepanjang sejarah dari ketiga negara di Asia Timur ini. Jepang telah terlibat perang dengan Korea dan Cina pada masa dinasti Tang (618-906) berkuasa. di Cina. Pada waktu itu Cina bergabung dengan salah satu kerajaan terbesar di Korea, yaitu Silla, untuk mengusir Jepang dari Korea dalam usaha mereka me_nyatukan Korea dibawah kerajaan Silla.Hubungan Jepang dengan Cina kemudian berkembang men_jadi hubungan antara sebuah negeri pemberi upeti kepada Cina yang pada waktu itu diperintah oleh kedinastian Ming (1368-1644). Hubungan dengan status ini berlanjut hingga tahun 1547, pada waktu itu shogun ke duabelas Jepang mengirimkan upeti terakhir kepada dinasti Ming.Pada akhir abad 16, Jepang berusaha untuk mengusai Cina, dan karena Korea merupakan satu-satunya pintu terdekat menuju Cina maka Jepang harus menaklukkan Korea..."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1986
S12960
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kitty Quintarina Aman
"ABSTRAK
Jepang yang tumbuh begitu cepat di dalam modernisasi di segala bidang khususnya industrialisasi, tidak lepas dari proses sejarah Jepang sendiri. Salah satu jawaban yang penting dan mutlak untuk menjawab modernisasi di Jepang ialah bidang pendidikan. Proses sejarah Jepang sebelum zaman Meiji mempunyai arti penting di dalam bidang pendidikan, yaitu zaman Tokugawa yang menganut sistem feodal baik struktur masyarakat, keadaan masyarakat dan pandangan pemerintah yang mempengaruhi perkembangan pendidikan khususnya...

"
1986
S13564
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
One Aminah
"Penelitian mengenai perang Onin dilakukan dengan menggunakan data yang diperoleh dari buku dan tulisan yang berkaitan. Pengumpulan data dilakukan melalui data data yang ada dalam buku The Onin War yang dilanjutkan dengan penelitian kepustakaan. Meletusnya Perang Onin sendiri diakibatkan oleh adanya konflik dan pertikaian yang terjadi diantara keluarga tuan tanah yang berpengaruh besar, yang kesemuanya sangat berambisi untuk memperluas wilayah dan kekuasaannya serta untuk memperoleh pengaruh yang lebih besar di lingkungan Bakufu. Perang Onin yang berlangsung selama 11 tahun lamanya merupakan konflik terhebat yang terjadi dalam sejarah Jepang pada abad pertengahan, serta merupakan awal dari Sengoku Jidai atau masa peperangan seluruh negeri yang berlangsung selama 100 tahun."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1995
S13793
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Mossadeq Bahri
"ABSTRAK
Setiap negara dewasa ini pasti merpunyai konstitusi yang menjadi syarat agar kehidupan negara bisa diatur, se_bagaimana diutarakan oleh Wheare (1978:1} bahwa konstitusi itu merupakan seperangkat peraturan yang mengatur De:nerin_tahan suatu negara.
Sepanjang sejarahnya, Jepang mempunyai dua-buah kons_titusi. Kedua konstitusi ini jika dilihat dari kurun waktu berlakunya dapat dibagi atas dua kurun waktu, masa sebelum Perang Dunia II dan sesudahnya. Konstitusi yang berlaku sebelum Perang Dunia II adalah Konstitusi Kekaisaran Je_pang Raya (Dai Nippon Teikoku Kenpo), yang lebih dikenal dengan nama Konstitusi Meiji. Sedangkan sebutan bagi kons_titusi yang berlaku setelah Perang Dunia II adalah Konsti_tusi Baru Jepang 1946, sering juga dinamakan Konstitusi Negara Jepang (Nippon Koku Kenpo).
Konstitusi Baru Jepang 1946 yang menantikan keduduk_an Konstitusi Meiji sebagai pedoman yang melandasi proses pemerintahan negara Jepang, lahir sebagai akibat Perang Dunia II...

"
1985
S13736
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gultom, Goldina Elfri
"ABSTRAK
Penulisan mengenai Kootoku Shuusui, kehidupan, pemikiran, dan keterlibatannya dalam aksi menentang kekaisaran dan pemerintahan Jepang. Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan Kootoku Shuusui menjadi seseorang yang memberontak terhadap kekaisaran dan pemerintahan Jepang, mengetengahkan pemikiran-pemikiran yang mempengaruhi Kootoku Shuusui, serta peranan Kootoku Shuusui terhadap gerakan sosial Jepang.
Pengumpulan data dilakukan melalui metode penulisan kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan buku-buku dan artikel-artikel yang berhubungan dengan Kootoku Shuusui.
Hasilnya menunjukkan bahwa sejak masa kanak-kanak hingga Kootoku Shuusui dewasa, kehidupannya diwarnai dengan rasa frustasi dan ketidakpuasan terhadap lingkungannya. Pengaruh jaman, orang-orang disekitar, tindakan pemerintah Jepang yang keras terhadap diri Kootoku dan gerakan sosial Jepang, buku-buku yang dibaca, serta kunjungan ke Amerika Serikat, mendorong Kootoku Shuusui untuk melakukan tindakan usaha pembunuhan terhadap Kaisar Jepang dan aparatur pemerintahan pada tahun 1910.

"
1995
S13621
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irawati A. Hardjosaputro
"Pada masa genroku (1688-1704), kelas pedagang dan tukang melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan taraf hidupnya sehingga mereka mempunyai peranan yang berarti dan dapat menunjang kehidupan sehari-hari kelompok masyarakat yang berada di atasnya. Dengan meningkatnya taraf kehidupan sosial mereka, maka sistim pelapisan sosial pada jaman Edo (1603-1867) menjadi goyah karena lapisan masyarakat yang berada di atas kelas pedagang dan tukang, yaitu kelas militer dan petani hidupnya menjadi bergantung kepada pelayanan dan bantuan kelas pedagang dan tukang..."
1986
S13562
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diana Kartika
"Keberhasilan Jepang menguasai perekonomian dunia saat ini tidak terlepas dari proses industrialisasi dan modernisasi Jepang yang telah dipersiapkan pada akhir zaman Tokugawa dan revolusi industrinya berpuncak pada zaman Meiji. Proses industrialisasi Jepang pada awalnya mengalami kegagalan dan menimbulkan kegelisahan pada masyarakat Jepang. Tetapi negara ini telah banyak mendapat pelajaran yang berharga dari kegagalan menghadapi teknologi dari luar negeri (Barat). Semula pemerintah Jepang beranggapan bahwa dengan teknologi maju dari Barat dapat memacu pertumbuhan ekonomi negara tesebut. Namun, setelah mereka tidak berhasil dengan strategi itu, mereka dengan segera merubah atau membenahi strategi berikutnya, antara lain dengan nenyesuaikan teknologi yang cocok dengan kapasitas nasional (domestic capacity) dan kemampuan sosial (social capability) untuk nendukung industri di Jepang.
Industri yang dikembangkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan kekuatan militer Jepang dengan melaksanakan slogan fukoku kyohsi (negara kaya militer kuat) dan shokusan kogyo (meningkatkan produktivitas dengan menggalakkan industrialisasi) dibedakan atas dua kategori utama. Pertama, industri sutera, kapas dan pemintalan benang sebagai industri yang diandalkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Kedua, industri besi-baja dan transportasi sebagai industri strategis militer. Revolusi industri memberikan dampak yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi, politik dan keamanan, tetapi tidak memperlihatkan perubahan yang berarti terhadap perubahan sosial-budaya. Kepribadian masyarakat Jepang relatif tidak terpengaruh oleh adanya kebijaksanaan masuknya teknologi dan kelembagaan Barat.
Dampak revolusi industri terhadap perekonomian Jepang dapat dilihat dari perbaikan sumber modal, pertumbuhan ekonomi (GNP) yang meningkat, dan perbaikan struktur ekonomi Jepang. Dampak terhadap perubahan politik dan keamanan berupa munculnya gerakan-gerakan demokrasi (jiyu minken undo) yang bersumber dari ketidakpuasan sekelompok intelektual Jepang terhadap industrialisasi. Revolusi industri juga memberi dampak terhadap masuknya kelembagaan-kelembagaan politik modern Jepang, seperti partai politik dan konstitusi. Di samping itu industrialisasi memberi dampak yang eukup besar terhadap kekuatan militer Jepang, yang bahkan mampu menguasai beberapa negara melalui aksi perang untuk menguasai pasaran produk-produk mereka dan atau bahan-bahan baku yang dibutuhkan Jepang."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1991
S13551
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ekasari Liza P.
"ABSTRAK
Pada masa sebelum Perang Dunia ke-2, mahasiswa yang menganut paham sosialis dan komunis bergabung dalam satu wadah, yaitu Gakuren. Tujuan utama dibentuk Gakuren adalah untuk memprotes kebijaksanaan pemerintah yang menekan gerakan-gerakan mereka di dalam maupun di luar kampus. Perkembangan Gakuren mengalami banyak hambatan, sehingga akhimya bubar sebelum masa Perang Dunia ke-2 dimulai.
Setelah masa Perang Dunia ke-2, mahasiswa-mahasiswa komunis membentuk Zengakuren di bawah pimpinan Partai Komunis Jepang. Mereka bergerak dalam dua bidang terpisah, yaitu politik dan pendidikan. Dalam bidang politik mereka menentang perbaikan perjanjian militer antara Jepang dari Amerika Serikat, dalam bentuk unjuk rasa-unjuk rasa, yang mereka lakukan sendiri atau bergabung dengan kelompok-kelompok sosialis dan komunis lain serta masyarakat.
Pada tahun 1960, suatu kelompok dalam Zengakuren melepaskan diri dari Partai Komunls Jepang, karena adanya perbedaan pendapat. Beberapa tahun kemudian Zengakuren kembali pecah dalam bentuk fraksi-fraksi kecil yang masih tetap mendukung komunisme dan masing-masing dengan filosofi dan karakter sendiri.

"
1995
S13650
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>