Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 90 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Melta Indah Nurhayati
"Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan akuntabilitas pembangunan desa di Desa Jangkar Asam Tahun Anggaran 2015 dan 2016. Dengan mengetahui hal ini memungkinkan Pemerintah Desa Jangkar Asam dan pemangku kepentingan untuk menyadari pentingnya akuntabilitas sebagai nilai dalam proses perubahan sosial. Penelitian ini merupakan penafsiran deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Peneliti menyarankan agar semua pihak membangunkomitmen bersama dalam bentuk perjanjian tertulis untuk mengidentifikasikan sasaranprogram, merumuskan dan melaksanakan tindakan dalam mencapai sasaran program danmengevaluasi sasaran program. Mereka juga perlu meningkatkan kompetensi mereka melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan, bimbingan teknis maupun lokakarya. Terakhir, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dapat melakukan konsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia mengenai pendekatan lainnya yang dapat diadopsi untuk meningkatkan akuntabilitas pembangunan desa di Desa Jangkar Asam.

The purpose of this study is to describe the village development accountability in Jangkar Asam Village in fiscal year 2015 and 2016. Knowing this, will allow the Jangkar Asam Village Government and stakeholders realizing the importance of accountability as a value in social changes process. This research is qualitative descriptive interpretive. The data were collected by means of deep interview. The researcher suggests all parties make the joint commitment in the form of written agreements for identifying the program objectives, formulating and implementing the actions to accomplish the program objectives and evaluating the program objectives. They also need to improve their competences by educational and training activities, technical guidances and workshops. The last suggestions, The Belitung Timur Local Government may have the consultation with Indonesian Development and Finance Supervisory Board on other approach that can be adopted to improve village development accountability in Jangkar Asam Village.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2018
T51580
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ayuningtyas Widari Ramdhaniar
"ABSTRAK
Penelitian ini menggambarkan dan menganalisis tentang implementasi kebijakan Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Pemerintah Kota Tangerang Selatan di bidang sosial yang bertujuan untuk menangani sanitasi lingkungan dalam pengelolaan IPAL komunal di pemukikan masyarakat. Penelitian ini menyoroti pelaksanaan kebijakan, kendala dalam implementasi serta upaya yang dilakukan oleh Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Bangunan dan Penataan Ruang telah berupaya menjalankan tugas dan fungsi sebagai Organisasi Perangkat Daerah OPD Pemerintah Kota Tangerang Selatan sesuai dengan Peraturan Walikota Tangerang Selatan. Namun dalam pelaksanaan kebijakan pengelolaan sanitasi lingkungan khususnya IPAL komunal di pemukiman masyarakat, Dinas Bangunan dan Penataan Ruang masih dihadapkan pada banyak kendala, seperti belum adanya kebijakan khusus mengenai IPAL Komunal, lahan yang kurang memadai untuk membuat IPAL Skala Kota. Namun berbagai langkah perbaikan dilakukan oleh Dinas Bangunan dan Penataan Ruang untuk mengatasi kendala, supaya sasaran yang telah ditetapkan di bidang pengelolaan sanitasi lingkungan khususnya IPAL komunal dapat dicapai sesuai dengan target yang telah ditetapkan yaitu dengan membuat Rancangan Induk Air Limbah RISPAL serta membuat feasibility study tahun 2018 ini untuk diajukan kepada Kepala Daerah dalam hal ini Walikota Tangerang Selatan. Kata kunci:Sanitasi, pengelolaan sanitasi lingkungan, kebijakan sanitasi lingkungan, implementasi kebijakan, air bersih, air minum, air limbah.

ABSTRACT
This research describes and analyzes about the implementation of policy of Building and Spatial Planning of South Tangerang City Government in social area which aim to handle environmental sanitation in communal IPAL management in community settlement. This study highlights the implementation of policies, obstacles in the implementation and efforts made by the Office of Building and Spatial Planning of South Tangerang City Government to overcome these obstacles. This research uses qualitative research method with descriptive study. The results showed that the Office of Building and Spatial Planning has tried to perform the duties and functions as Organization of Regional Devices OPD South Tangerang Government in accordance with the Regulation of the Mayor of South Tangerang. However, in the implementation of environmental sanitation management policy especially communal WWTP in community settlements, the Office of Building and Spatial Planning is still faced with many obstacles, such as the absence of special policies on communal IPAL, the land is not sufficient to make IPAL City Scale. However, various improvement measures are carried out by the Office of Building and Spatial Planning to overcome obstacles, so that the target set in the field of environmental sanitation management especially communal WWTP can be achieved in accordance with the established targets that is by making Waste Water Design RISPAL and create feasibility study 2018 is to be submitted to the Head of Region in this case the Mayor of South Tangerang. "
2018
T51617
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adinda Nata Chintana
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas mengenai gambaran permasalahan yang dihadapi oleh pekerja
wanita dewasa awal, khususnya yang berprofesi sebagai tenaga pengajar (guru), strategi
coping yang guru wanita dewasa awal tersebut lakukan serta dukungan sosial yang
diterima oleh guru wanita dewasa awal tersebut dalam menghadapi permasalahan yang
kerap mereka hadapi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif.
Hasil penelitian ini menggambarkan pekerja dewasa awal yang berprofesi sebagai guru
di Sekolah XYZ mempunyai beberapa permasalahan yang kerap mereka hadapi, baik
permasalahan terkait dengan pekerjaan dan permasalahan diluar pekerjaan namun
mempengaruhi kehidupan kerja. Strategi coping yang dilakukan oleh para pekerja
dewasa awal yang berprofesi sebagai guru juga cukup efektif dengan penggabungan dua
strategi coping, yaitu coping berfokus pada masalah dan coping berfokus pada emosi.
Dukungan yang diterima pekerja dewasa awal yang berprofesi sebagai guru, berbentuk
dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi dan dukungan
persahabatan, yang bersumber dari keluarga, rekan kerja, supervisor dan juga organisasi
(dalam bentuk peraturan, kebijakan serta sistem).

ABSTRACT
This thesis discuss the problems faced by early adult female workers, especially those
who work as teachers, coping strategies that the early adult female performs and the
social support received by these early adult female workers in dealing with problems
that they often facing. This research is a qualitative research with descriptive design.
The results of this study describe early adult workers who work as teachers at XYZ
School having several problems that they often face, both problems related to work and
problems outside of work but affect work life. Coping strategies performed by early
adult workers who work as teachers are also quite effective, by combining two coping
strategies, which is, problem-focused coping and emotional-focused coping. Support
received by early adult workers who work as teachers, in the form of emotional support,
instrumental support, information support and friendship support, which come from
family, work colleagues, supervisors and organizations (in the form of regulations,
policies and systems).
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nisa Adlina Sharfina
"Skripsi ini membahas kegiatan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) bagi pengasuh utama anak dengan HIV/AIDS, yang secara umum bertujuan untuk memberikan dukungan kepada mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang difokuskan untuk menggambarkan proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan KDS yang dilakukan oleh Lentera Anak Pelangi. Penelitian ini turut menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat, yang dapat dijadikan landasan dalam mengembangkan kegiatan tersebut. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa kegiatan KDS di LAP memiliki berbagai berbagai tanggapan dari peserta kegiatan yang merupakan anggota kelompok dukungan. Faktor penghambat yang terjadi dalam kegiatan ini ialah fasilitas kegiatan yang kurang memadai, jumlah peserta kegiatan yang terdiri dari berbagai latar belakang, keikutsertaan anak dalam kegiatan, kondisi peserta, dan materi yang berulang. Selain itu, dalam penelitian ini turut menjelaskan adanya faktor pendukung selama keberlangsungan kegiatan yaitu berupa kerjasama LAP dengan mitra lembaga lain, peran MK, rasa keingintahuan peserta, dukungan yang terbentuk antar sesama anggota kegiatan, dan kegiatan KDS yang beragam.

This research explores peer support group activities called Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) for child caregivers in HIV/AIDS issues. These activities belong to give them support. It uses descriptive methodology with qualitative approach which focuses to describe the process of peer support group arrangements and activities by Lentera Anak Pelangi, also identify and analyse the supporting and obstacle factors as a foundation to develop the activities. The result shows that the peer support group in LAP has various feedbacks from their members. In the aspect of obstacle factors, the process has lack of facility availability, the numbers of participant with diverse backgrounds, the involvement of child, the participant condition, and repetitive materials. This research also describes the supporting factors, that are partnership with other institutions, case manager roles, the participant curiosity, the support from other member of the activity, and variation of the activities.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Iis Lisnawati
"Penelitian ini menggambarkan tentang keterlibatan peran pekerja sosial di Yayasan Sayap Ibu Cabang Jakarta dalam pengangkatan anak terlantar oleh warga asing (intercountry adoption). Pentingnya keterlibatan pekerja sosial dalam pengangkatan anak intercountry untuk membantu calon orang tua angkat serta memastikan bahwa pelaksanaan pengangkatan anak sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia serta harus memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak dan Peraturan Menteri Sosial Nomor: 110/HUK/2009 tentang Persyaratan Pengangkatan Anak..Perlunya peran pekerja sosial ini untuk memastikan bahwa pengangkatan anak yang diajukan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia serta anak berada dalam keluarga pengganti yang tepat.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan dengan wawancara mendalam dan observasi. Lokasi penelitian dilakukan di Yayasan Sayap Ibu Cabang Jakarta dengan tujuan untuk memperoleh gambaran tentang peran pekerja sosial dalam pelaksanaan pengangkatan anak Warga Negara Indonesia oleh Warga Negara Asing beserta faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan peran tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja sosial telah melakukan peran sebagai enabler, broker, mediator, empowerer, negosiator, counsellor dan administrator.

The adoption of Indonesian citizens by foreign (intercountry adoption) is a last resort (ultimum remedium) which aims at the best intersts of the child. The implementation of adoption is carried out through various stages and must meet the requirement in accordance with Government Regulation Number 54 0f 2007 concerning Implementation of Child Apponttment and Regulation of the Minister of Social Affairs Number 110/HUK/2009 concerning Child Appointment Requirenments. In each of these stages there is an important role for social workers in assisting and making social reports on the feasibility of prospective adoptive parents and adopted children. The need for the role of social workers to ensure that the adoption of children submitted in accordance with applicable regulations in Indonesia and children are in the right substitude family.
The study uses qualitative methods and approaches with in-depth interview. The location at the Jakarta Branch Sayap Ibu Foundation with the aim of obtaining an overview of the role of social workers in implementing the adoption of Indonesian citizens by foreign citizens along eith supporting factors and inhibiting favtors in the implementation of these role. This research is descriptive with a qualitative approach. The result of the study indicate that social workers have perfomed roles as enablers, brokers, mediator, empoweres, negotiator and administrator.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Grand Perwiranegara
"Penelitian ini mendeskripsikan kondisi kualitas hidup pelaku usaha mikro sektor makanan dan minuman yang menjalankan usahanya di Kelurahan Pekayon Jaya Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi. Kondisi kualitas hidup yang diteliti difokuskan pada aspek pendidikan keluarga, kesehatan keluarga, serta keuangan keluarga. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan format studi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas hidup dalan aspek pendidikan terjadi peningkatan kualitas hidup pada anak pelaku usaha dibandingkan dengan pelaku usaha dan pasangannya yang umumnya putus sekolah. Sedangkan di Bidang kesehatan dijumpai bahwa pelaku usaha mikro memiliki risiko terkena penyakit lebih tinggi dibandingkan dengan keluarga intinya. Sedangkan dari segi keuangan umumnya mereka berasal dari kalangan menengah ke bawah dan menghadapi beberapa hambatan eksternal seperti mahalnya biaya pendidikan dan pangan.
This study describes the quality of life conditions of micro and food businesses that run their businesses in Pekayon Jaya Sub-District, South Bekasi District, Bekasi City. The quality of life conditions studied were focused on aspects of family education, family health, and family finances. This research uses qualitative research by using a descriptive study format. The results showed that the quality of life condition in the aspect of education increased the quality of life of children of business actors compared to business actors and their partners who generally dropped out of school. Whereas in the health sector, it was found that micro-entrepreneurs had a higher risk of contracting the disease compared to their core families. While in financial terms they generally come from the lower middle class and face several external obstacles such as the high cost of education and food."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nisa Adlina Sharfina
"Penelitian ini mengeksplorasi kegiatan kelompok dukungan sebaya yang disebut Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) untuk pengasuh anak dalam masalah HIV / AIDS. Kegiatan ini termasuk memberi mereka dukungan. Ini menggunakan metodologi deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang berfokus untuk menggambarkan proses pengaturan dan kegiatan kelompok dukungan sebaya oleh Lentera Anak Pelangi, juga mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat sebagai landasan untuk mengembangkan kegiatan. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok dukungan sebaya di LAP memiliki berbagai umpan balik dari anggota mereka. Dalam aspek faktor penghambat, proses memiliki kurangnya ketersediaan fasilitas, jumlah peserta dengan latar belakang yang beragam, keterlibatan anak, kondisi peserta, dan bahan berulang. Penelitian ini juga menggambarkan faktor-faktor pendukung, yaitu kemitraan dengan lembaga lain, peran manajer kasus, keingintahuan peserta, dukungan dari anggota lain dari kegiatan, dan variasi kegiatan.

This research explores the activities of peer support groups called Peer Support Groups (KDS) for caregivers of children in the HIV / AIDS problem. This activity includes giving them support. It uses a descriptive methodology with a qualitative approach that focuses on describing the process of organizing and activities of peer support groups by Lentera Anak Pelangi, also identifying and analyzing supporting and inhibiting factors as a basis for developing activities. The results show that the peer support groups at LAP have various feedback from their members. In the aspect of inhibiting factors, the process has a lack of availability of facilities, the number of participants with diverse backgrounds, the involvement of children, the conditions of the participants, and repetitive materials. This study also illustrates supporting factors, namely partnerships with other institutions, the role of case managers, curiosity of participants, support from other members of the activity, and variations of activities.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuniar Adelia Sabila
"Adanya sekolah inklusi membuka peluang alternatif bagi anak berkebutuhan khusus untuk bersekolah. Anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah inklusi tentunya membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya, mulai dari keluarga, guru, teman, dan saudaranya. Dukungan ini membuat mereka menjadi lebih dapat bertahan dalam menjalani kesehariannya dan bahkan dapat menuaikan prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan sosial bagi siswa anak berkebutuhan khusus yang berprestasi di SMPN 226 Jakarta serta faktor pendukung dan penghamat dalam proses pemberian dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Adapaun Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam, observasi, studi literatur, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial yang diterima oleh siswa berkebutuhan khusus mencakup dukungan sosial emosional, instrumental, penghargaan, dan informasional. Faktor pendukung dukungan sosial adalah kedekatan antara ABK dengan teman dekatnya, stakeholders, respon positif ABK yang diberikan dukungan sosial, dan status pemberi dukungan. Sedangkan, faktor penghambat dukungan sosial adalah ada teman ABK yang tidak mau membantu apabila ABK mengalami kesulitan. Terlepas dari adanya faktor pendukung dan penghambat, dukungan sosial ini membentuk siswa berkebutuhan khusus sehingga dapat membuatnya menjadi berprestasi.

The existence of an inclusive schools give an alternative opportunity for children with special needs to attend school. Children with special needs who attend inclusive schools need support from the surrounding environment starting from family, teachers, friends, and relatives. These supports make them more able to survive in their lives and can even make them get some achievements. This research aims to describe social supports of achieved students with special needs in Jakarta 226 Junior High School and the supporting and inhibiting factors in the process of giving and receiving social supports. This study uses qualitative considerations with descriptive designs. The data collection techniques used in this research are in-depth interviews, observations, literature studies, and documentation study. The results of this study indicate that social support received by students with special needs are emotional, instrumental, appreciation, and informational social support. The supporting factors of social support are closeness between children with special needs and close friends, stakeholders, positive response of children with special needs given social support, and status of the support provider. Whereas, the inhibiting factors of social support is some friends of children with special needs who do not want to help if they have difficulties. Besides of the supporting and inhibiting factors, these social supports can make some achievement for children with special needs.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nabila Zahara
"Penelitian ini membahas kesejahteraan sosial bagi pasien isolasi mandiri Covid-19 agar tetap mencapai kondisi well being pada dirinya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh angka kasus Covid-19 yang tinggi sehingga terdapat pasien yang menjalani perawatan isolasi mandiri. Namun terdapat permasalahan tersendiri bagi pasien isolasi mandiri Covid-19 yaitu mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan hidup maupun perawatan dan akses layanan kesehatan, serta masalah mental seperti stres, depresi, kecemasan, dan kesepian. Penelitian ini menggunakan jenis dan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan mengenai bentuk dukungan sosial pada pasien isolasi mandiri Covid-19 dan dampak dukungan sosial pada pasien isolasi mandiri Covid-19 secara mendalam. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa Komunitas RW 06 memberikan dukungan sosial pada pasien isolasi mandiri Covid-19. Adapun dukungan sosial yang diberikan dalam bentuk dukungan emosional, dukungan informasi, dan dukungan instrumental. Dukungan sosial yang diberikan warga RW 06 memberikan dampak pada pasien isolasi mandiri Covid-19, diantaranya mengurangi stres dan merasa dicintai atau diharga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengembangan kontribusi pada konsep mengenai dukungan sosial dan jaringan sosial pada mata kuliah Masalah Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial serta Teori Kesejahteraan Sosial Dasar dalam pembahasan mengenai Sistem dan perspektif Ekologi.

This study discusses social welfare for Covid-19 self-isolation patients to maintain their well-being. This research was motivated by the high number of Covid-19 cases there were patients undergoing independent isolation treatment. However, there are separate problems for patients with self-isolation of Covid-19, namely experiencing problems in meeting their living needs as well as care and access to health services, as well as mental problems such as stress, depression, anxiety, and loneliness. This study uses a descriptive qualitative research type and approach to describe the forms of social support in patients with self-isolation of Covid-19 and the impact of social support in patients with self-isolation of Covid-19 in depth. The results of this study found that the RW 06 Community provided social support to Covid-19 self-isolation patients. The social support provided is in the form of emotional support, informational support, and instrumental support. The social support provided by RW 06 residents has had an impact on Covid-19 self-isolation patients, including reducing stress and feeling loved or valued. The results of this study are expected to add to the development of contributions to the concept of social support and social networks in the subjects of Health and Social Welfare Issues and Basic Social Welfare Theory in Systems and Ecological Perspectives."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adelia Syafitri
"Penelitian ini mendeskripsikan pola asuh anak penyandang disabilitas di Yayasan Sayap Ibu (YSI) Jakarta, yang dibahas dari disiplin ilmu Kesejahteraan Sosial. Urgensi dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bentuk-bentuk pola asuh bagi anak disabilitas yang juga memperhatikan tahap perkembangan dan kebutuhan anak sesuai dengan usianya dengan berbagai jenis disabilitas, yang dilakukan oleh YSI Jakarta sejak tahun 1955 sampai saat penelitian ini dilakukan pada Agustus hingga November 2022. Penelitian kualitatif ini menggunakan pengumpulan data dengan melakukan wawancara mendalam secara daring dan luring dengan 4 orang informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Sebagai triangulasi data demi meningkatkan kualitas penelitian dilakukan pula observasi langsung terhadap anak penyandang disabilitas yang berada diasuh di YSI Jakarta. Namun ada keterbatasan penelitian ini yaitu hanya dapat melakukan observasi melalui kegiatan PAUD YSI Jakarta dikarenakan adanya peraturan selama masa pandemi COVID-19 yang membatasi pertemuan dan interaksi langsung dengan anak penyandang disabilitas didalam panti YSI Jakarta. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pola asuh bagi anak penyandang disabilitas yang dilakukan YSI Jakarta mengaplikasikan metode pola asuh otoritarian (demokratis) yang berfokus akan adanya peran pengasuh untuk memberikan tuntutan pada anak tetapi diimbangi dengan dukungan dan kehangatan pengasuh terhadap anak. Sehingga, penting bagi pengasuh anak penyandang disabilitas untuk dapat memberikan arahan agar anak mampu memahami aturan dan memberikan dukungan pada anak agar dapat mengoptimalkan kemampuannya. Bentuk aplikasi pola pola asuh bagi anak penyandang disabilitas adalah sebagai berikut: (1) pengasuh memberikan aturan kepada anak, (2) pengasuh mendukung bakat dan minat anak, (3) pengasuh mendidik anak menjadi mandiri. Terungkap pula adanya beberapa hambatan dalam pelaksanaan pola asuh terhadap anak penyandang disabilitas di YSI Jakarta, yaitu: (1) diperlukan pendampingan ketat oleh profesional yang disebabkan adanya pengasuh yang belum memahami mengenai disabilitas, (2) pola asuh yang diterapkan harus sesuai dengan perkembangan anak penyandang disabilitas, (3) pengasuh perlu berperan sebagai orang yang memiliki otoritas agar memberikan transformasi kepada anak untuk memiliki keseganan terhadap pengasuh, (4) mampu menghadapi periode tantrum pada anak penyandang disabilitas, (5) tidak adanya terapis profesional selama masa pandemi COVID-19, (6) keterbatasan ruang gerak kegiatan yang dilakukan anak penyandang disabilitas selama masa pandemi COVID-19. Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh bagi anak penyandang disabilitas di YSI Jakarta ternyata sejalan dengan bentuk pola asuh bagi secara umum (non disabilitas) sebagaimana dinyatakan teori pola asuh oleh Diana Baumrind. Kemanfaatan penelitian ini adalah diharapkan dapat berkontribusi memberikan masukan terhadap mata kuliah Kesejahteraan sosial dan Perlindungan Anak, mengenai pola asuh yang dapat mendukung tumbuh kembang dan pemenuhan hak bagi anak penyandang disabilitas. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengikutsertakan anak penyandang disabilitas sebagai informan penelitian dengan melakukan observasi langsung di dalam panti YSI Jakarta.

This study describes the parenting style of children with disabilities at the Sayap Ibu Foundation (YSI) Jakarta, which is discussed from the discipline of Social Welfare. The urgency of conducting this research is to reveal forms of parenting for children with disabilities that also pay attention to the developmental stages and needs of children according to their age with various types of disabilities, which was carried out by YSI Jakarta from 1955 until the time this research was conducted from August to November 2022. This qualitative research uses data collection by conducting in-depth interviews online and offline with 4 informants who were selected using a purposive sampling technique. As a data triangulation in order to improve the quality of the research, direct observations were also made of children with disabilities who were cared for at YSI Jakarta. However, there are limitations to this research, namely that it can only make observations through YSI Jakarta PAUD activities due to regulations during the COVID-19 pandemic which limited meeting and direct interaction with children with disabilities in YSI Jakarta institutions. The results of this study reveal that the parenting style for children with disabilities implemented by YSI Jakarta applies authoritarian (democratic) parenting methods that focus on the role of caregivers to make demands on children but balanced with the support and warmth of caregivers towards children. Thus, it is important for caregivers of children with disabilities to be able to provide directions so that children are able to understand the rules and provide support to children so that they can optimize their abilities. The form of application of parenting patterns for children with disabilities is as follows: (1) caregivers provide rules to children, (2) caregivers support children's talents and interests, (3) caregivers educate children to be independent. It was also revealed that there were several obstacles in the implementation of parenting for children with disabilities at YSI Jakarta, namely: (1) strict assistance was required by professionals because there were caregivers who did not understand disability, (2) the parenting style applied had to be in accordance with the development of children with disabilities. disabilities, (3) caregivers need to act as people with authority in order to provide transformation for children to have an aversion to caregivers, (4) able to deal with periods of tantrums in children with disabilities, (5) the absence of professional therapists during the COVID-19 pandemic, (6) limited space for activities carried out by children with disabilities during the COVID-19 pandemic. The conclusion of this study is that the parenting style for children with disabilities at YSI Jakarta is in line with the general parenting style (non-disabilities) as stated by Diana Baumrind's parenting theory. The benefit of this research is that it is hoped that it can contribute to providing input to the social Welfare and Child Protection course, regarding parenting styles that can support growth and development and fulfill the rights of children with disabilities. Suggestions for further research are to include children with disabilities as research informants by making direct observations at YSI Jakarta."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>