Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 163 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Zahira Rahmani Hakim
"Telah dilakukan penelitian pengetahuan masyarakat tentang keanekaragaman hayati tanaman berpotensi obat di Desa Wisata Kubu Gadang, Padang Panjang, Sumatera Barat. Tujuan utama penelitian yaitu untuk mengetahui keanekaragaman tanaman obat berdasarkan pengetahuan lokal masyarakat Desa Wisata melalui pendekatan emik dan etik. Metode penelitian dilakukan dengan wawancara dan kuesioner terhadap 80 responden dan 4 orang informan terpilih Pemilihan informan dengan teknik purposive sampling dan snowball. Kuesioner dibagikan kepada 80 orang responden secara acak. Informan terdiri dari Kepala Adat, Ketua RW, Dukun Kampung, dan Tenaga Kesehatan. Pendekatan etik dilakukan dengan menentukan nilai Frekuensi Kutipan Relatif (RFC), Pebble Distribution Method (PDM), dan nilai kepentingan lokal (Local User’s Value Index, LUVI). Berdasarkan hasil perhitungan RFC terdapat sejumlah 42 spesies tanaman yang dikenali dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat. sebagai jenis tanaman yang memiliki nilai Frekuensi Kutipan Relatif (RFC) tertinggi adalah simpadeh atau jahe (Zingiber officinale) sebesar 0,95 dan yang terendah tanaman bungo kana sebesar 0,33. Perhitungan PDM dan LUVI menunjukkan bahwa penelitian berhasil mencatat spesies yang memiliki intensitas pemanfaatan dari yang tertinggi ke terendah. Sedangkan perhitungan nilai kepentingan lokal menunjukkan bahwa tanaman jahe merupakan tanaman yang paling dianggap penting dengan nilai PDM 17 dan LUVI 0,84% dan tanaman lado kutu dianggap paling tidak penting dengan nilai PDM 1,25 dan LUVI 0,06%.

Research has been carried out on community knowledge about the biodiversity of medicinal plants in Kubu Gadang Tourism Village, Padang Panjang, West Sumatra. The main objective of the study is to determine the diversity of medicinal plants based on local knowledge of the Tourism Village community through an emic and ethical approach. The research method was conducted by interview and questionnaire to 80 respondents and 4 selected informants. Selection of informants using purposive sampling and snowball techniques. Questionnaires were distributed to 80 respondents randomly. The informants consisted of the customary head, the head of the RW, the village shaman, and health workers. The ethical approach is carried out by determining the value of the Relative Quotation Frequency (RFC), Pebble Distribution Method (PDM), and the value of local importance (Local User's Value Index, LUVI). Based on the results of the RFC calculation, there are 42 species of plants that are recognized and used as medicinal plants. as a type of plant that has the highest Relative Quotation Frequency (RFC) value is simpadeh or ginger (Zingiber officinale) of 0.95 and the lowest is Bungo kana plant of 0.33. PDM and LUVI calculations show that the study succeeded in recording species that had the highest utilization intensity to the lowest. While the calculation of the value of local importance shows that ginger is the most important plant with a PDM value of 17 and a LUVI of 0.84% ​​and a lado tick plant is considered the least important with a PDM value of 1.25 and a LUVI of 0.06%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yusnita Kudsiyati
"Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Juni 2019 di rumah kaca sentral hidroponik Agrowisata Cilangkap, Jakarta Timur, dan di Laboratorium Fisiologi TumbuhanDepartemen Biologi Universitas Indonesia. Tujuan pertama penelitian yaitu untuk
menghasilkan pupuk bokashi dari pengolahan limbah ampas tebu dengan aktivator EM-4, MOL Pepaya, MOL bonggol pisang, dan MOL kotoran sapi. Tujuan kedua penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh pemberian bokashi limbah ampas tebu terhadap pertumbuhan tanaman selada. Pupuk bokashi dibuat dengan 6 macam perlakuan (P0-P5). Parameter yang diukur meliputi parameter kualitatif (warna, bau, dan tekstur) dan parameter kuantitatif (suhu, kadar air, pH, dan kandungan unsur hara C, N, P, K). Data parameter bokashi dianalisis secara deskriptif, kemudian dibandingkan dengan standar kualitas kompos menurut SNI 19-7030 tahun 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk bokashi dapat dihasilkann dalam 21 hari dengan hasil kandungan unsur hara yang telah sesuai dengan SNI 19-7930 tahun 2004. Perlakuan terbaik ditunjukkan oleh P5 dengan karakteristik berwarna coklat kehitaman, berbau seperti tanah,bertekstur gembur, suhu 37 0C, kadar air 50 %, pH 6,5, kandungan unsur hara C 49,36 %, N 1,01%, P 0,33%, dan K 0,34%. Parameter pengaruh pupuk bokashi limbah ampas tebu terhadap
pertumbuhan tanaman selada yag diukur meliputi parameter kualitatif (warna daun dan uji organoleptik daun selada) dan parameter kuantitatif (tinggi tanaman, panjang akar, berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, dan berat kering akar). Data parameter selada dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA satu faktor dan dilanjutkan
dengan uji Tukey Honestly Significant Difference taraf kepercayaan 95 % untuk mengetahui perbadaan di antara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam perlakuan berpengaruh terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman, berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, dan berat kering akar, akan tetapi tidak berpengaruh pada parameter panjang akar. Hasil pertumbuhan selada terbaik ditunjukkan oleh perlakuan P5 dengan warna daun Light Green (Faber Castell), mempunyai rasa daun yang enak, dengan rata-rata tinggi tanaman 21,74 cm, panjang akar 18,50 cm, berat basah tajuk 25,74 g, berat kering tajuk 1,16 g, berat basah akar 2,79 g, dan berat kering akar 0,20 g.

"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
T54808
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Angga Pratama
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulasi kombinasi dua strain Nostoc terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman padi varietas Ciherang. Strain Nostoc yang digunakan yaitu CPG24 dan GIA13a yang dibuat dengan perbandingan 1:1; 1:2; dan 2;1. Pemeliharaan padi dilakukan dengan sistem SRI modifikasi sampai 112 hari setelah tanam. Parameter pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang diukur mencakup fase vegetatif dan generatif tanaman padi. Dilakukan juga pengukuran kandungan unsur hara tanah dan parameter lingkungan.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan kombinasi Nostoc, secara umum memberi pengaruh yang bervariasi terhadap parameter vegetatif dan generatif tanaman padi varietas Ciherang. Pemupukan strain Nostoc tunggal CPG24 berpengaruh cukup signifikan dalam meningkatkan berat kering tanaman padi sampai 138%. Pemupukan strain Nostoc tunggal GIA13a berpengaruh cukup signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan akar 147%, berat kering buah isi sampai 186%, dan rasio jumlah buah isi terhadap total jumlah buah sebesar 69,40%.

The purpose of this experiment is to study the combination effect of inoculation of two Nostoc strains to the vegetative and generative growth of Ciherang paddy. Two Nostoc strains, CPG24 and GIA13a were used. Fertilizing treatments were designed with comparison 1:1, 1:2, and 2:1. Paddy plant were prepared using SRI modification method until 112 days old after planted. Biological parameters are including vegetative and generative growth of paddy. Also soil nutrients content and environment parameter have been analized.
The results show that combination fertilizing of two Nostoc strain CPG24 and GIA13a give variative effect to vegetative and generative growth parameter of Ciherang paddy. Single Nostoc CPG24 fertilizing give significat effect to increase dry weight of Ciherang paddy until 183%. Single Nostoc GIA13a fertilizing give significant effect to increase root growth until 147%, dry weight of grain until 186%, and filled/total grain ratio until 69,40%.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S53142
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ricky Karta Atmadja
"Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba actinomycetes termofil hasil isolasi dari geiser di Cisolok, Jawa Barat. Delapan belas isolat yang memiliki morfologi menyerupai actinomycetes berhasil diisolasi dari serasah daun dan ranting di sekitar pusat semburan geiser. Seluruh isolat diuji aktivitas antimikrobanya menggunakan paper disk method dan agar block method dengan Kocuria rhizophila, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis sebagai bakteri uji Gram positif, dan Escherichia coli sebagai bakteri uji Gram negatif. Pengujian menggunakan metode paper disk menunjukkan hasil negatif pada isolat actinomycetes yang dikultur pada medium International Streptomyces Project (ISP) 1 cair selama 14 hari pada suhu 50oC dan 40oC. Berdasarkan uji menggunakan metode blok agar, didapatkan bahwa dua isolat, yaitu LC2-2 dan LC2-6 memberikan hasil positif terhadap bakteri uji Gram positif. Isolat LC2-2 menunjukkan morfologi makroskopis dan mikroskopis menyerupai genus Bacillus sehingga tidak digunakan untuk identifikasi molekuler. Hasil identifikasi molekuler sequence parsial gen 16S rRNA menggunakan primer 785F dan primer 802R menunjukkan bahwa LC2-6 diidentifikasi sebagai Actinomadura keratinilyitica dengan nilai homologi 99%. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan untuk mempelajari lebih lanjut senyawa antimikroba yang dihasilkan isolat LC2-6. Hal tersebut disebabkan oleh belum adanya laporan penelitian mengenai aktivitas antimikroba Actinomadura keratinilytica.

The aim of this study was to screen the antimicrobial activity by actinomycetes isolated from Cisolok Geyser, West Java. Eighteen isolates which are have similar morphology with actinomycetes have been isolated from leaves and branches around the geyser. The isolates were screened for their antimicrobial activity using paper disk method and agar block method with Kocuria rhizophila, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis as Gram positive test bacteria and Escherichia coli as Gram negative test bacteria. Screening by paper disk method showed negative result from all the isolates that cultured on International Streptomyces Project (ISP) 1 medium at 50oC and 40oC for 14 days. Screening by block agar method showed that two isolates, LC2-2 and LC2-6 gave positive result to Gram positive test bacteria. Morphologically, LC2-2 showed similarity to genus Bacillus, thus it’s not used for molecular identification. Molecular identification based on partial sequence of 16S rRNA gene with primer 785F and primer 802R showed that LC2-6 identified as Actinomadura keratinilytica (99%). Based on this research, it is suggested to do further study about the antimicrobial activity produced by LC2-6, because there is still no report about antimicrobial activity produced by Actinomadura keratinilytica.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S55886
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratih Ridhowati
"ABSTRAK
Air rebusan jahe telah berhasil digunakan sebagai reduktor untuk biosintesis nanopartikel perak. Biosintesis dilakukan dengan mencampurkan air rebusan rimpang jahe dan larutan AgNO3 yang kemudian diinkubasi selama 24 jam. Karakterisasi larutan hasil reaksi dilakukan dengan fotografi warna larutan dan spektroskopi UV-Vis. Variabel preparasi yang diteliti adalah varietas jahe, fase pertumbuhan, preparasi simplisia, dan perlakuan mekanik. Metode ini digunakan untuk meneliti pengaruh variabel preparasi terhadap nanopartikel perak yang dihasilkan. Varietas jahe yang diteliti adalah jahe gajah, jahe merah, dan jahe emprit. Fase pertumbuhan rimpang yang diteliti adalah bagian anakan dan indukan rimpang. Pengaruh metode preparasi simplisia yang yang diteliti adalah efek bentuk rimpang berupa bubuk dan irisan. Perlakuan mekanik pada larutan saat biosintesis dibedakan antara tanpa pengadukan dan dengan pengadukan. Kemudian diteliti juga pengaruh asam askorbat pada reaksi pembentukan nanopartikel perak. Hasil fotografi menunjukkan bahwa larutan berubah warna dari bening ke kuning kecokelatan yang sesuai dengan warna larutan nanopartikel perak. Spektrum UV-Vis larutan mempunyai nilai absorbansi di panjang gelombang sekitar 420 nm yang bertepatan dengan nilai panjang gelombang absorbansi nanopartikel perak, dengan demikian rimpang jahe dapat digunakan sebagai reduktor biosintesis nanopartikel perak. Di antara varietas jahe, jahe gajah menghasilkan nanopartikel perak yang paling baik, yaitu mempunyai nilai absorbansi 2,2 ± 0,4. Berdasarkan hasil karakterisasi, variabel preparasi yang baik di eksperimen ini adalah penggunaan anakan rimpang sebagai bahan dasar simplisia. Metode preparasi dengan irisan rimpang lebih baik daripada dengan menggiling rimpang, dan perlakuan tanpa pengadukan larutan selama proses reaksi menghasilkan kualitas nanopartikel perak yang lebih baik. Penambahan asam askorbat saat reaksi dapat memperbanyak nanopartikel perak yang dihasilkan.

ABSTRACT
Infution water of ginger has been successfully used as a reductant for biosynthesis of silver nanoparticles. Biosynthesis made ​​by mixing infution water of ginger rhizome and AgNO3 solution then incubated for 24 hours. Characterization of the resulting solution is performed in the color photography solution and UV-Vis spectroscopy. Preparation variables studied were varieties of ginger: gajah ginger, red ginger, and emprit ginger, growth phase: tillers and main rhizomes, form of botanicals material rhizomes: powder and slices, mechanical treatment: mixture solution without stirring and with stirring, and addition of ascorbic acid. The results showed that the photographic color solution changes from clear to yellow brownish that matches the color solution of the silver nanoparticles. UV-Vis spectrum of the solution has a absorbance value at about 420 nm wavelength which coincides with the wavelength of the absorbance value of silver nanoparticles, thus the ginger rhizome can be used as a reductant for biosynthesis of silver nanoparticles. Among the varieties of ginger, gajah ginger produce silver nanoparticles which were the best, which has an absorbance value of 2.2 ± 0.4. Based on characterization results, good preparation variable in this experiment is the use of the tiller rhizomes as the botanicals material rhizomes. Preparation botanicals material rhizomes by slicing ​​better than by grinding, and treatment without stirring the solution during the reaction produce quality of silver nanoparticles better. The addition of ascorbic acid can increase the silver nanoparticles product.
"
Universitas Indonesia, 2014
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farah Shabihah
"

Chikungunya merupakan penyakit menular yang bersifat re-emerging atau penyakit lama yang dapat tersebar kembali. Penyakit yang disebabkan virus chikungunya ini memiliki manifestasi klinis non-spesifik sehingga dibutuhkan metode diagnosis yang cepat dan akurat. Protein E2 yang dikode oleh gen E2 pada virus chikungunya berperan penting sebagai pengikatan reseptor sehingga berpotensi untuk digunakan dalam proses diagnosis penyakit chikungunya. Penelitian ini bertujuan menghasilkan protein rekombinan E2 sebagai bahan dasar produksi antibodi monoklonal yang akan digunakan dalam pengembangan perangkat diagnostik penyakit chikungunya. Metode penelitian yang dilakukan mencakup pembentukan plasmid rekombinan pPICZaA-E2, transformasi plasmid rekombinan pada sel inang Escherichia coli, analisis koloni transforman, transformasi plasmid rekombinan pada sel inang ekspresi Pichia pastoris X-33, analisis fenotipe, hingga ekspresi protein rekombinan E2. Hasil penelitian menunjukkan 281 koloni E. coli transforman pPICZaA-E2 dapat tumbuh pada medium yang mengandung antibiotik zeocin. Hasil analisis PCR koloni transforman menunjukkan gen E2 dengan ukuran 1.260 bp berhasil ditransformasikan ke sel inang E. coli menggunakan vektor pICZaA dengan ukuran 3.569 bp. Hasil analisis PCR genom berhasil mengamplifikasi gen AOX1 berukuran 2,2 kb dan 1,8 kb yang menunjukkan plasmid rekombinan berhasil terintegrasi pada genom P. pastoris dan menghasilkan fenotipe Mut+. Pita protein berukuran 40 kDa pada hasil SDS-PAGE menunjukkan protein E2 berhasil terekspresi.


Chikungunya is known as an infectious, re-emerging disease. Because of the non-specific clinical manifestation, chikungunya needs a rapid and accurate diagnostic method for its detection. Envelope 2 (E2) protein coded by E2 gene in the genome of the virus has an important role as an attachment receptor to a cell that made it potential to be used for diagnosis. This research is aimed to obtain E2 recombinant protein as a basic material for monoclonal antibody production in chikungunya rapid diagnostic test kit development. Chikungunya E2 gene is amplified and ligated with pPICZaA vector to make recombinant DNA clones from E. coli. The clones then isolated and used for protein expression in P. pastoris. The result shows 281 transformants of E. coli colonies can grow on a selection medium that contains zeocin. Analysis of direct colony PCR show E2 gene was transformed and cloned using pPICZaA vector. Analysis of genomic PCR shows 2,2 kb and 1,8 kb bands formed that indicate AOX1 gene was amplified and the integration of recombinant plasmid pPICZaA to P. pastoris genome was successful. Visualization of protein electrophoresis shows protein band was formed at the size of40 kDa that indicate the protein expression was successful.

"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abinubli Tariswafi Mawarid
"Telah dilakukan penelitian yang bertujuan memperoleh identitas dua isolat bakteri termofilik dari geiser. Isolat LC2-23 diperoleh dari serasah pada geiser di Cisolok, Jawa Barat, Indonesia, dan isolat RKB-2 diperoleh dari serasah pada geiser di Onikobe, Miyagi, Jepang.!!Identifikasi dilakukan berdasarkan gabungan data fenotipik dan genotipik. Berdasarkan karakterisasi fenotipik, isolat LC2-23 memiliki sel berbentuk batang; menghasilkan endospora; motil; gram positif; bersifat aerob dan fakultatif aerob; mampu tumbuh pada suhu 60 oC, sedangkan suhu optimum pertumbuhan 50 oC. Berdasarkan karakterisasi genotipik, data full sequence gen 16S rRNA isolat LC2-23 memiliki homologi 99,1% terhadap Brevibacillus agri. Berdasarkan data fenotipik dan genotipik, isolat LC2-23 diidentifikasi sebagai Brevibacillus agri (Family Paenibacillaceae, Order Bacillales, Class Bacilli, Phylum Firmicutes). Berdasarkan karakterisasi fenotipik, isolat RKB-2 membentuk miselium vegetatif dan aerial yang bercabang; menghasilkan spora aerial; gram positif; bersifat aerob; mampu tumbuh pada suhu 60 oC, sedangkan suhu optimum pertumbuhan 50 oC. Berdasarkan karakterisasi genotipik, data full sequence gen 16S rRNA isolat RKB-2 memiliki homologi yang rendah, yaitu 98,4% terhadap spesies terdekatnya, Thermosporothrix hazakensis (Family Thermosporotrichaceae, Order Ktedonobacteriales, Class Ktedonobacteria, Phylum Chloroflexi). Hasil analisis filogenetik menunjukkan posisi isolat RKB-2 terpisah dari T. hazakensis. Data kemotaksonomi (komposisi asam lemak) dan hasil analisis proteomik menggunakan MALDI-TOF MS mendukung perbedaan antara isolat RKB-2 dan T. hazakensis. Berdasarkan perbedaan tersebut isolat RKB-2 diidentifikasi sebagai spesies baru dari Thermosporothrix. Untuk pengajuan nama spesies baru diperlukan data hibridisasi DNA-DNA antara isolat RKB-2 dengan T. hazakensis.

This research was aimed to identify two bacterial isolates obtained from geysers. Strain LC2-23 was isolated from litters on a geyser in Cisolok, West Java, Indonesia, and isolate RKB-2 was obtained from litters on a geyser in Onikobe, Miyagi Prefecture, Japan. Identification of bacteria was based on integrated data of phenotypic and genotypic characterizations. Based on phenotypic characterizations of isolate LC2-23: it has a rod (bacilli)-shaped cells, forms endospores; gram positive; motile; aerobic, and able to grow up to a temperature of 60 oC. Based on genotypic characterizations of isolate LC2-23: the full sequence of genes 16S rRNA shows 99.1% sequence homology to Brevibacillus agri. Based on phenotypic and genotypic data, isolate LC2-23 can be identified as Brevibacillus agri (Family Paenibacillaceae, Order Bacillales, Class Bacilli, Phylum Firmicutes). Based on phenotypic characterizations of isolate RKB-2: vegetative and branching aerial mycelia forms, gram positive, aerobic, and able to grow up to a temperature of 60 oC. Based on genotypic characterizations of isolate RKB-2: the full sequence of 16S rRNA gene of isolate RKB-2 showed low homology (98.4%) to Thermosporothrix hazakensis (Family Thermosporotrichaceae, Order Ktedonobacteriales, Class Ktedonobacteria, Phylum Chloroflexi). Phylogenetic analysis showed the isolate RKB-2 was distinct from cluster of Thermosporothrix hazakensis and Ktedonobacteria bacterium. The genotypic and phylogenetic data, plus chemotaxonomic and proteomic analysis using MALDI-TOF MS, suggest that isolate RKB-2 represent novel species of the genus Thermosporothrix. The DNA-DNA hibridization data is needed for proposal of new species.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S60542
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Syah Ramadhan
"Human Epidermal Growth Factor (hEGF) merupakan polipeptida yang terdiri atas 53 asam amino. Protein hEGF berfungsi untuk proliferasi sel epitel dan epidermis secara in vitro dan in vivo. Protein hEGF dikode oleh gen EGF. Gen EGFsyn telah dikonstruksi secara sintetik untuk optimasi kodon pada Escherichia coli. Optimasi kodon berfungsi untuk meningkatkan ekspresi protein rekombinan pada E. coli. Subkloning gen EGFsyn ke plasmid pJ404 yang mengandung gen peptida sinyal endoxylanase sangat diperlukan dalam ekspresi protein hEGF rekombinan pada E. coli. Kendala ekspresi protein rekombinan pada E. coli yaitu terbentuknya badan inklusi di sitoplasma. Peptida sinyal endoxylanase digunakan untuk mentranslokasi protein ke periplasma. Digesti gen EGFsyn dan vektor pJ404 dengan enzim NheI dan BamHI diperlukan untuk persiapan subkloning dan ekspresi protein hEGF ke periplasma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen EGFsyn dan plasmid pJ404 berhasil dipotong dan siap digunakan untuk subkloning.

Human Epidermal Growth Factor (hEGF) is a polypeptide consisted of 53 amino acids. Its function is to promote epithel and epidermis cells proliferation in vitro and in vivo. It is encoded by EGF gene. An EGFsyn has been constructed to optimize codon usage in Escherichia coli. Codon optimization enhances recombinant protein expression in E. coli. Subcloning EGFsyn gene to a plasmid carrying endoxylanase signal peptide gene is important for recombinant hEGF expression in E. coli. One of the problem expressing recombinant protein in E. coli is the accumulation of inclusion bodies in cytoplasm. Endoxylanase signal peptide is used to translocate protein to periplasm. Digestion of EGFsyn gene and plasmid pJ404 by enzyme NheI and BamHI is needed for preparation of subcloning and hEGF expression to periplasm. The results showed that EGFsyn gene and plasmid pJ404 was digested and can be used for subcloning."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S61737
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizky Priambodo
"ABSTRAK
Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan di Indonesia, dengan luas sekitar 11 juta hektar pada tahun 2014. Serbuk sari kelapa sawit memiliki potensi alergi yang cukup besar, karena memiliki ukuran relatif kecil, berjumlah relatif banyak, dan bersifat anemofili.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kandidat protein alergen serbuk sari kelapa sawit melalui metode SDS-PAGE dan Western Blotting, serta mengetahui aktivitas IgA, IgE, IgG, IgM, dan IFN-γ pada sel Peripheral Blood Mononuclear Cell (PBMC) terhadap induksi protein serbuk sari kelapa sawit yang dilakukan secara in vitro. Penelitian diawali dengan ekstraksi protein serbuk sari kelapa sawit, yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia. Berat molekul protein dianalisis dengan metode SDS-PAGE, serta uji kealergenikan kandidat protein alergen diuji dengan menggunakan 21 serum pasien alergi melalui metode Western Blotting. Protein serbuk sari kelapa sawit juga diinduksikan pada kultur sel PBMC. Proses pendeteksian IgA, IgE, IgG, IgM, dan IFN-γ dilakukan menggunakan metode ELISA. Berat molekul protein serbuk sari kelapa sawit diketahui berukuran 10?80 kDa.
Hasil uji kealergenikan protein tersebut pada Western Blotting menunjukkan kandidat protein alergen memiliki ukuran 14 kDa, 15 kDa, 20 kDa dan 31 kDa. Aktivitas beberapa immunoglobulin dan sitokin berhasil terdeteksi. Konsentrasi IgA didapatkan sebesar 0,022 pg/ml, IgE sebesar 9,655 pg/ml, IgG sebesar 39,856 pg/ml, IgM sebesar 10,369 pg/ml, dan IFN-γ sebesar 2.617,240 pg/ml.

ABSTRACT
Oil palm is a plant that widely cultivated in Indonesia, with an area of about 11 million hectares in 2014. Oil palm pollen is potential to caused allergy, because it has a small size, much in amount, and was dispersed by wind.
This study aims to determine the character of the allergen protein candidate from oil palm pollen by using SDS-PAGE and Western Blotting, and also to know the activity of IgA, IgE, IgG, IgM, and IFN-γ against exposure to oil palm pollen protein performed in vitro on Peripheral Blood Mononuclear Cell (PBMC). The study begins with the protein extraction from oil palm pollen, which is derived from several regions in Indonesia. The molecular weight of these proteins are analyzed using SDS-PAGE. Allergenic test of allergen protein candidates were tested using 21 serum of allergic patients through Western Blotting method. Oil palm pollen protein also induced in PBMC cultures. The detection of IgA, IgE, IgG, IgM, and IFN-γ were performed using ELISA. The molecular weight of oil palm pollen protein is about 10?80 kDa.
Allergenic test results through Western Blotting showed the allergen protein candidates have a size of 14 kDa, 15 kDa, 20 kDa and 31 kDa. Immunoglobulin and cytokine activity successfully detected. The IgA concentrations obtained 0.022 pg/ml, IgE obtained 9.655 pg/ml, IgG obtained 39.856 pg/ml, IgM obtained 10.369 pg/ml, and IFN-γ obtained 2,617.240 pg /ml.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2015
T44879
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Davita Adryanti Felicia Sampe
"Ion Magnesium (Mg2+) merupakan salah satu kation divalen yang berperan dalam kondensasi kromosom. Penelitian mengenai pengaruh Mg2+ terhadap kondensasi kromosom dengan menggunakan kromosom yang berasal dari berbagai sel, terutama sel kanker, telah dilakukan. Namun, hingga saat ini, belum ada penelitian yang menggunakan kromosom yang berasal dari sel normal (non-kanker). Salah satu sel yang dapat digunakan adalah limfosit dari sel darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Mg2+ terhadap struktur kromosom limfosit dengan menggunakan teknik GTL-banding dan karyotyping. Kromosom pada tahap metafase diperoleh dengan mengultur sel darah dan dilanjutkan dengan banding menggunakan Leishman stain. Pengaruh Mg2+ diteliti dengan memberikan larutan XBE5 yang mengandung 5 mM Mg2+ sebagai kontrol, XBE yang mengandung 0 mM Mg2+, dan 1 mM EDTA sebagai chelator kation. Kromosom pada masing-masing perlakuan diberikan penilaian berdasarkan Quality Assesment yang disusun oleh Association for Clinical Cytogenetics berdasarkan International System for Human Cytogenetics Nomenclature (ISCN). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kromosom kontrol yang mengandung 5 mM Mg2+ memiliki struktur padat dengan pola banding yang jelas dan intensitas band tebal, sedangkan kromosom pada kelompok perlakuan XBE (0 mM Mg2+) dan 1 mM EDTA memiliki struktur tidak padat dan fibrous dengan pola banding kurang jelas dan intensitas band yang tipis. Nilai rata-rata±SD kromosom kelompok XBE (4,389±0,607) dan EDTA (4,611±0,607) lebih tinggi dibandingkan kontrol XBE5 (4,222±0,427). Hal ini menunjukkan bahwa Mg2+ memiliki pengaruh terhadap struktur kromosom limfosit manusia.

Magnesium ion (Mg2+ ) is one of the divalent cations that have an important role in chromosome condensation. Researches about the role of Mg2+ have been conducted on the chromosome from various type of cells, especially human cancer cell line. However, there has not been any research conducted using human normal cells such as blood cells lymphocyte chromosome. This study aims to evaluate the effects of Mg2+ on chromosome structure from lymphocyte using GTL-banding and karyotyping. Metaphase chromosomes were obtained by culturing blood cells, followed by banding using Leishman stain. Magnesium ion role was assessed by using XBE5 solution that contains 5 mM Mg2+ as control, XBE solution that contains 0 mM Mg2+, and 1 mM EDTA solution as a cation chelator. The chromosome value from each treatment was evaluated using Quality Assessment from Association for Clinical Cytogenetics according to the International System for Human Cytogenetics Nomenclature (ISCN). The result shows that the control chromosome (XBE5) had a compact structure with a clear banding pattern and bold band intensity, while those treated with XBE and EDTA had a less compact and fibrous structure with an unclear banding pattern and thin band intensity. In addition, the average chromosome score±SD of the XBE (4.389±0.607) and EDTA-treated (4.611±0.607) chromosomes were higher than those of control (4.222±0.427). These data indicated that Mg2+ affects the structure of the human lymphocyte chromosome."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>