Ditemukan 279 dokumen yang sesuai dengan query
Lely Suryani
"Ekstrak teh hijau adalah salah satu bahan mentah untuk membuat produk industri manufaktur makanan atau minuman. Kualitas dari teh hijau merupakan hal utama yang sangat diperhatikan pelanggan yang merupakan kalangan industri makanan atau minuman. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini. Konsistensi kandungan Polyphenol pada ekstrak teh hijau adalah hal kritis yang harus ditingkatkan. Proses ekstraksi adalah proses yang sangat berperan dalam memberikan konsistensi Polyphenol. Peningkatan kualitas teh hijau ini akan menggunakan metode six sigma.
Green tea extract is one of raw material for product industrial manufacture especially food industry. Quality teh green tea extract is teh critical point which is concerned by teh customer. This is teh background of this research. Teh consistency of Polyphenol as active ingredient of green tea extract is teh critical point that should be improved. Extraction process is teh most important process to keep consistency of total Polyphenol. Quality improvement of green tea extract in this case is using six sigma method."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51828
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Andhika Fandrian Apriyandi
"Di era globalisasi ini banyak sekali barang-barang yang beredar di pasaran. Jenisnya pun bermacam-macam, mulai dari alat-alat rumah tangga, otomotif, perlengkapan kantor dan masih banyak yang lainnya. Pada umumnya perusahaan di dalam menghadapi persaingan yang kompetitif itu lebih mengutamakan kepada pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat, agar masyarakat puas. Tetapi kenyataan bahwa nilai dari biaya pengeluaran juga penting bagi perusahaan terutama di era globalisasi seperti ini Selain proses produksi, proses logistik juga berperan besar dalam performa perusahaan secara menyeluruh.
Penelitian ini membahas tentang peningkatan akurasi persediaan melalui perbedaan mutlak dan perbedaan bersih melalui aplikasi PDCA di perusahaan 3M Indonesia. Akurasi persediaan merupakan suatu keadaan dimana barang yang berada di gudang mempunyai selisih dengan yang berada dalam sistem (komputer). Dari selisih tersebut jika dikalikan dengan nilai dari harga masing-masing barang akan terlihat seberapa besar kerugian yang diterima perusahaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan akurasi persediaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode PDCA yaitu dengan melakukan (Perencanaan, pelaksanaan, pengecekan dan tindakan). PDCA erat kaitannya dengan perbaikan yang berkesinambungan.
Dari hasil penelitian dengan aplikasi PDCA penyebab masalah sebagian besar karena ada kesalahan hitung dan kurang komunikasi antara bagian gudang dengan bagian administrasi. Hasil penelitian juga mendapatkan bahwa nilai akurasi persediaan mengalami peningkatan dari 75.2% menjadi 85.9%.
In this globalization era, a lot of goods on the market. Kind also vary, ranging from household tools, automotive, office equipment and many others. In general, firms in the face of a competitive rivalry that more priority to the best possible service to the community, so people are satisfied. But the fact that the value of expenditure is also important for the company especially in this era of globalization such as this addition to the production process, the logistics process also plays a major role in the company's overall performance. This study discusses the increased accuracy of inventory through the absolute difference and the net difference through the application of PDCA in the company 3M Indonesia. Accuracy of inventories is a situation where the goods in the warehouse has been the difference with which the system (computer). From the difference if multiplied by the value of the price of each item will be seen how much loss the company received. The purpose of this research is to improve the accuracy of inventories. The research method used in this study with the method by performing the PDCA (Plan, implementation, checking and action). PDCA is closely related to continuous improvement. From the results of research with application of PDCA cause of the problem largely because of miscalculation and lack of communication between the warehouse with the administration. The results also find that the value of inventory accuracy has increased from 75.2% to 85.9%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S52106
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Wage Supriadi
"Skripsi ini membahas mengenai pembuatan model simulasi proses produksi sandaran kursi untuk menguji kapasitas produksi dari tata letak yang baru. Model simulasi dibuat dengan menggunakan perangkat lunak Plant Simulation yang merupakan perangkat lunak pemodelan berbasis objek. Model simulasi dibuat dalam bentuk tampilan 2 dimensi dan 3 dimensi. Model simulasi dibuat untuk mengetahui apakah kapasitas produksi sandaran kursi yang dihasilkan akan sesuai dengan yang direncanakan. Model simulasi juga digunakan untuk melihat gambaran umum tentang perilaku sistem. Gambaran umum tentang perilaku sistem dilihat dengan melakukan skenario-skenario pada model simulasi. Dari skenario yang dilakukan diketahui bahwa bisa dilakukan efisiensi pada proses produksi sandaran kursi tersebut.
This study describing about development of production back chair processing model to test capacity production of the new layout. The simulation model made with Plant Simulation software which is device of object oriented modeling software. The simulation model made in 2 dimension and 3 dimension viewer. A simulation model was made to determine whether the capacity of back chair production resulting will fit with the planned. Simulation model is also used to view general picture about system behavior. General picture about system behavior seen by doing the scenarios in the simulation model. From the scenarios that could be made the efficiency of the back chair production process."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S52124
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Bondhan Rakasiwi
"Perencanaan dan pengendalian produksi yang digunakan sekarang menyebabkan terjadinya penumpukan material di lini produksi dan waktu proses yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi tingkat persediaan atau Work In Process (WIP) di lini produksi dan waktu proses (lead time). Pendekatan yang digunakan dalam melakukan minimisasi WIP dan lead time adalah dengan menggunakan sistem kanban. Kanban yang digunakan adalah kanban tarik dan kanban perintah produksi. Kanban tarik digunakan untuk pengambilan bahan baku, kemasan primer, dan kemasan sekunder. Sedangkan kanban perintah produksi digunakan untuk perintah produksi pada tiap tahapan proses produksi sampai ke pengemasan produk. Secara garis besar sistem kanban yang diusulkan mempunyai aliran informasi produksi yang berjalan dari gudang bahan jadi, pengemasan, proses, gudang bahan baku. Ini mengubah sistem perintah produksi yang lama yaitu push system menjadi pull system.
Production planning and controlling was used now caused the dump of materials in production line and long process time. The purpose of this examination is to reduces inventories or Work In Process (WIP) on production line and process time (lead time). Approximation was used to get the minimum inventories and process time is with kanban system. Kanban which used consist of pull kanban and production order kanban. The pull kanban is used to derivation raw materials, primer packaging, and secunder packaging. Even though the production order kanban is used to give the production commands on each work stations in production line up to packaging. Kanban system which is inquired have flow of production information is used from finished goods storage, packaging, process, to raw material warehouse. This is changes the old production order system, from push system become pull system."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S52037
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Abdullah Pratino
"Skripsi ini membahas mengenai simulasi pengembangan model proses produksi wood working dari tampilan 2 dimensi menjadi 3 dimensi dengan menggunakan perangkat lunak plant simulation 9.0, selain melakukan pengembangan model dari 2 dimensi, skripsi ini juga membahas sedikit mengenai pemodelan berbasis objek yang mana penggunaannya berbeda dengan pemodelan berbasis flow based serta mengenalkan fitur bottleneck analyzer sebagai salah satu alat bantu alternatif untuk melihat perilaku sistem secara keseluruhan pada model.
Setelah melalui tahap analisa awal dengan bottleneck analyzer, tahap selanjutnya adalah dengan melakukan skenario pada tiap-tiap divisi. Skenario dilakukan dengan melakukan penambahan mesin atau lokasi dengan melihat beban kerja yang paling tinggi atau melihat bagian yang menjadi bottleneck. Setelah melakukan skenario, kemudian penelitian dilanjutkan dengan membandingkan hasil sebelum skenario dan hasil sesudah skenario yang tentunya dengan menggunakan fitur bottleneck analyzer.
This script describes the simulation model development process of working wood production from the 2-dimensional to 3-dimensional by using plant simulation software 9.0, in addition to the development of 2-dimensional model, this paper also discusses a little about object-based modeling which is different from the user-based modeling and introduce feature-based flow bottleneck analyzer as one of alternative tools to see the overall system behavior on the model. After the initial analysis phase with the bottleneck analyzer, the next stage is to perform in each scenario - each division. The scenario is done by adding machine or location by looking at the highest workload or see part of the bottleneck. After doing the scenario, then the research was continued by comparing the results before the scenario after scenario and the outcome of the course by using the features bottleneck analyzer."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S51741
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Hendra Gunawan
"Dalam persaingan di dunia yang industri semakin ketat. Setiap perusahaan berlomba untuk menghasilkan yang terbaik guna merebut pangsa pasar dan mempertahankan eksistensinya. Untuk merebut pangsa pasar, kepuasan konsumen menjadi prioritas utama yang harus dicapai perusahaan. Berbicara mengenai kepuasan konsumen, maka erat kaitannya dengan kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. Kualitas merupakan faktor dasar yang mempengaruhi pilihan konsumen dalam mengkonsumsi berbagai jenis produk dan jasa. Perusahaan harus memiliki keunggulan terhadap kualitas produk yang dihasilkan, agar produk mereka dapat bersaing dan memiliki keunggulan yang kompetitif.
Pada skripsi ini penelitian dilakukan pada produk LY 2-F base assy dengan menggunakan tahapan six sigma yang dikenal sebagai DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control). Dimana dalam tiap tahapannya digunakan alat-alat six sigma baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif secara fleksibel dan konstektual.
Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa nilai sigma produk LY 2-F base assy baru mencapai 4.03 sigma, yang menandakan masih terdapat 5674 kejadian cacat dalam satu juta kemungkinan. Banyaknya cacat sebagian besar didominasi jenis cacat chip yaitu sebesar 73.9% dari total cacat sebanyak 4645 unit. Setelah dilakukan tahapan six sigma didapat peningkatan terhadap nilai sigma menjadi 4.23 sigma dengan DPMO sebesar 3127 kejadian cacat dalam satu juta kemungkinan.
When the competition in industrial world getting tighter. Each company is racing to produce the best in order to grab market share and maintain it's exixtence. To grab market share, customer satisfaction becomes a priority that must be achieved by company. Customer satisfaction, it is closely related to the company's product quality. Quality is the basic factors that influence consumer choices in consumming different types of product and services. Companies should have the advantage of quality product, so their product can compete and have a competitive advantage. This research conducted on the LY 2-F base assy using Six sigma phase that known as DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control). Where in each stage is used Six sigma's tools both quantitaively and qualitatively in a flexible and contextual. Based on the result obtained that the value of the product sigma LY 2-F base assy just reached 4.03 sigma, which is have 5674 defect in a million of chance. Number of defect largely dominated by Chip that is equal to 73.9% of total defect. After the six sigma phase complete, the value of sigma increase to 4.23 sigma which is have 3127 defect in a million of chance."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S51746
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Daisy Nadia Putri
"Persaingan bisnis FMCG dalam memperebutkan potensi pasar di Indonesia menjadi semakin ketat seiring dengan pertumbuhan pasar yang kian menjanjikan dan banyaknya pemain baru yang memasuki industri FMCG. Keberhasilan manajemen merek dalam membangun dan memelihara merek yang diwujudkan dalam implementasi strategi branding menjadi kunci utama dalam memenangkan kompetisi. Ekuitas merek sebagai nilai intrinsik merek menjadi fokus utama seorang manajer merek dalam manajemen merek.
Skripsi ini menyajikan pendekatan sistem dinamis dalam mensimulasikan interaksi yang terjadi antar faktor-faktor yang mempengaruhi ekuitas merek pada penerapan suatu strategi branding terhadap dalam konteks manejemen merek. Sebagai hasil, dihasilkan sebuah model yang dapat dipergunakan dalam proses pembuatan keputusan dalam manajemen merek untuk mengevaluasi implementasi dari suatu strategi branding terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi ekuitas merek.
Competition among Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) companies in winning Indonesian emerging market potential is getting fiercer nowadays. This happens along with the promising growth of FMCG market in Indonesia with many new players entering the industry. Brand management success in building and sustaining a brand, as embodied in their branding strategies, is the key driving factor in winning the competition. Since brand equity is the intrinsic value of the brand, one of the biggest concern in brand management lies in monitoring brand equity over time as the measure of brand competitiveness. This research presents system dynamic approach in simulating the interaction among brand equity elements as an impact of brand strategy by also incorporating consumer behavior aspect and other affecting factors in management decision making context. As the result, the model that can be used in brand management decision-making process for evaluating branding strategy implementation impact to brand equity elements. The research concludes with a demonstration of brand strategy implementation scenario and an analysis of its effect to the brand equity elements."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S44679
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Dhanita Fauziah Ulfa
"Penelitian ini membahas mengenai perancangan metode evaluasi simulator untuk belajar. Tujuan dari studi ini adalah untuk memperoleh metode evaluasi permainan simulasi untuk edukasi dan mengetahui pengaruh rancangan sesi permainan simulasi terhadap efektivitasnya sebagai media belajar. Perancangan metode berbasis pada Triadic Game Design, Teori Flow dan Taksonomi SOLO. Berdasarkan hasil studi literatur dan eksperimen, diperoleh metode evaluasi simulator untuk belajar serta diketahui bagaimana pengaruh rancangan sesi permainan simulasi terhadap efektivitasnya.
This study discusses about designing evaluation methods to assess the effectiveness of simulator for learning. The purpose of this study is to obtain an evaluation method of simulation games for education and determine the effect of the design of the simulation game session to its effectiveness as a learning media. This designing process is based on the Triadic Game Design, Theory of Flow and SOLO taxonomy. From the literature study and experimentation, evaluation method of simulator for learning is acquired and how the design of simulation games session influences its effectiveness is known."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S44282
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Gagas Hariseto Pratomo
"Seorang penembak dalam kendaraan tempur pengangkut personil akan bekerja dalam posisi setengah berdiri pada keadaan statis dan dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut beresiko menyebabkan terjadinya WSDM. Penelitian ini mengevaluasi dan meredefinisi postur kerja penembak dalam lingkungan virtual dengan menggunakan software simulasi ergonomi, Jack 6.1.
Redefinisi postur kerja dilakukan pada penambahan kursi dan pijakan kaki, dengan penyesuaian pada tinggi kursi dan sudut pijakan untuk mendapatkan konfigurasi kursi yang ideal bagi tentara. Postur duduk yang terbentuk dari seluruh konfigurasi yang diujikan dinilai dengan menggunakan metode Posture Evaluation Index (PEI). Hasil penelitian berupa usulan kursi yang ergonomis bagi tentara Indonesia.
A gunner in an Armoured Personnel Carrier Vehicle are positioned in a half- standing static posture in a long period of time, with the risks of WMSD. This study evaluates and redesigns the working posture of a gunner in the virtual environment, using an ergonomics software simulation, Jack 6.1. Working posture redefinition is made by adding seat and foot support, with adjustments on the height of seat, and inclination of foot support to obtain the ideal configuration for the soldiers. Sitting posture which is formed from all the tested configurations is assessed using the method of Posture Evaluation Index (PEI). The result from this study is to design an ergonomic seat passenger models for Indonesian Soldiers."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S44721
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Edelina Melisa
"Peningkatan daya beli di masyarakat mengakibatkan persaingan di pasar menjadi semakin ketat. Produsen harus senantiasa berinovasi dan memberikan added value terhadap produknya agar dapat memenangkan pangsa pasar dan mempertahankan eksistensinya. Salah satu aspek utama dalam strategi pemasaran adalah promosi, dimana promosi menjadi salah satu faktor difusi dalam proses adopsi konsumen terhadap produk baru. Faktor difusi lainnya dalam proses adopsi konsumen adalah adanya fenomena word of mouth yang juga memainkan peran besar.
Skripsi ini menyajikan pemahaman atas pengaruh dan interaksi antara variabel-variabel yang menjadi faktor difusi dalam proses adopsi konsumen yang merupakan pengembangan dari Bass Diffusion Model, dengan pendekatan sistem dinamis. Sehingga sebagai hasilnya akan diberikan strategi promosi yang paling efektif dan efisien untuk produk consumer goods yang baru diluncurkan.
Increase in purchasing power has been causing a tight competition in the marketplace. Producer must constantly innovate and give added value to their products in order to gain market share and maintain its existence through marketing strategy. One of the main aspects in marketing strategy is promotion, which also one of diffusion factors in consumer adoption process. Another diffusion factor in consumer adoption process is the word of mouth phenomenon, which plays a great role in it. This research presents an understanding of the interaction of variables in diffusion factors and its influence in consumer adoption process using a system dynamics model developed from the Bass Diffusion Model. At the end, the result will be given as a better, effective, and efficient promotion strategy for newly launched consumer goods product."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S43526
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library