Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 352 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Zahra Sabrina
"Industri farmasi di Indonesia terikat oleh regulasi yang komprehensif mengatur aspek-aspek krusial seperti registrasi obat, uji klinis, pembuatan, standar kualitas, iklan, dan pemantauan pasca-pemasaran. Salah satu elemen penting dalam regulasi ini adalah penetapan waktu simpan (shelf life) obat, yang merepresentasikan periode di mana obat dijamin aman dan efektif jika disimpan dengan benar. Menjelang kadaluarsa, obat yang tidak terjual umumnya dikembalikan ke industri farmasi, menimbulkan potensi kerugian finansial. Untuk mengatasi hal ini, industri farmasi berinovasi dengan memperpanjang waktu simpan obat, seperti yang dilakukan PT. Sterling Products Indonesia dalam memperpanjang waktu simpan Panadol Cold+Flu Caplet dari 24 bulan menjadi 36 bulan. Penelitian ini mengeksplorasi alur proses perpanjangan waktu simpan Panadol Cold+Flu Caplet dengan metode deskriptif non-eksperimental, mengumpulkan data sekunder dari dokumen Change Control terkait. Kajian stabilitas menunjukkan bahwa produk memenuhi spesifikasi stabilitas selama periode yang diperpanjang. Alur proses melibatkan inisiasi usulan perpanjangan, pembuatan Change Control, evaluasi dampak, risiko, dan aspek regulasi, serta implementasi dan evaluasi lanjutan. Perlu dipertimbangkan dampak dan risiko potensial serta dilakukan evaluasi kontinu untuk mengoptimalkan proses perpanjangan waktu simpan produk farmasi. Hal ini sejalan dengan regulasi BPOM yang menekankan pada jaminan kualitas dan keamanan produk obat bagi konsumen.

The Indonesian pharmaceutical industry is governed by comprehensive regulations encompassing crucial aspects such as drug registration, clinical trials, manufacturing, quality standards, advertising, and post-marketing surveillance. A critical element of this regulatory framework is the establishment of drug shelf life, representing the period during which a drug remains safe and effective when stored appropriately. As expiration dates approach, unsold drugs are typically returned to pharmaceutical manufacturers, potentially resulting in financial losses. To address this challenge, pharmaceutical companies are innovating by extending drug shelf lives, as exemplified by PT. Sterling Products Indonesia's extension of Panadol Cold+Flu Caplet's shelf life from 24 to 36 months. This study explores the shelf life extension process for Panadol Cold+Flu Caplet using a non-experimental descriptive approach, gathering secondary data from relevant Change Control documents. Stability studies demonstrate that the product meets stability specifications throughout the extended period. The process involves initiating the extension proposal, creating a Change Control, evaluating the impact, risks, and regulatory aspects, implementing the extension, and conducting ongoing evaluations. Potential impacts and risks warrant careful consideration, and continuous evaluation is crucial for optimizing the shelf life extension process for pharmaceutical products. This aligns with BPOM regulations emphasizing the assurance of drug quality and safety for consumers.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Luthfi Farhan Muhammad
"Penelitian ini membahas stabilitas lereng pada lokasi studi kasus Bantaran Sungai Cisadane, khususnya Kecamatan Empang Kota Bogor yang merupakan pemicu penulisan ini karena terjadinya longsor pada Maret 2023 pada lokasi tersebut. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah mengetahui lokasi yang rentan mengalami kelongsoran di batasan lokasi studi. Metode yang digunakan adalah analisis menggunakan FEM (finite element method) mode SRM (strength reduction method) dengan perangkat lunak MIDAS GTS NX, dan menggunakan model konstitusi tanah Mohr-Coulomb. Perangkat lunak lain yang digunakan adalah ArcMap dan AutoCAD CIVIL 3D untuk pengolahan kontur dan proses analisis yang meliputi interpolasi IDW (inverse distance weighted). Urutan pengerjaannya berupa 1) analisis stabilitas lereng pada lokasi sampel, 2) pencarian grid ukuran optimal, 3) penggambaran pola kelongsoran dari nilai FK pada peta dengan interpolasi IDW, dan 4) perbandingan pengaruh MAT pada nilai FK. Hasil analisis stabilitas nilai FK digambarkan pada suatu peta bahaya yang menunjukkan 3 titik kritis dengan faktor keamanan (FK) <1.25 pada lokasi studi untuk kondisi perkiraan hujan dengan MAT -2 m. Dari penelitian juga ditemukan hubungan antara meningginya muka air tanah (MAT) dengan penurunan FK.

This research discusses the slope stability of the Cisadane River Basin case study location, specifically Empang Sub-district, Bogor City, which is the trigger for this writing because of the landslide in March 2023 at that location. The expected objective of this research is to find out the locations that are prone to landslides in the study area. The method used is analysis using FEM (finite element method) SRM (strength reduction method) mode with MIDAS GTS NX software, and using Mohr-Coulomb soil constitution model. Other software used are ArcMap and AutoCAD CIVIL 3D for contour processing and analysis process which includes IDW (inverse distance weighted) interpolation. The sequence of work is 1) analysis of slope stability at the sample location, 2) search for the optimal size grid, 3) depiction of landslide patterns from FK values on the map with IDW interpolation, and 4) comparison of the effect of MAT on FK values. The results of the stability analysis of FK values were depicted on a hazard map showing 3 critical points with factor of safety (FK) <1.25 at the study site for rainfall forecast conditions with MAT -2 m. The study also found a relationship between the increase of groundwater level (MAT) and the decrease of FK."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jihan Namirah
"Minyak biji jintan hitam merupakan minyak yang berasal dari hasil ekstraksi biji tanaman Nigella sativa L. yang kaya akan aktivitas farmakologi yang berasal dari komponen bioaktif utamanya yaitu timokuinon. Aroma menyengat serta rasa yang kurang enak merupakan salah satu faktor kurang nyamannya minyak ini dikonsumsi secara oral. Untuk membuat minyak tersebut nyaman dikonsumsi secara oral, maka pada penelitian ini dilakukan modifikasi minyak sebagai emulsi dengan menambahkan sukrosa palmitat sebagai emulgator oral serta mengevaluasi secara fisik dan kimia dari kestabilan emulsi. Kestabilan emulsi diperoleh dari penggunaan 3% sukrosa palmitat dengan konsentrasi minyak sebesar 5% (F1) dan 7,5% (F2) yang telihat dari penampilan fisik yang menunjukkan tidak terjadinya pemisahan fase selama penyimpanan, cycling test dan uji sentrifugasi. Formulasi F1 memiliki kestabilan fisik yang lebih baik daripada formulasi F2. Uji hedonik pada 30 panelis menunjukkan bahwa kedua formulasi diterima. Formulasi F1 (mean = 3,1667) lebih diterima daripada formulasi F2 (mean = 3,) dari skala hedonik pada rentang 1-5. Nilai signifikansi (P < 0,05) menunjukkan bahwa formulasi emulsi berbeda nyata dengan minyak biji jintan hitam, dan dinyatakan mampu menutupi aroma serta rasa dari minyak biji jintan hitam. Penurunan pH terjadi selama 12 minggu penyimpanan. Formulasi dengan konsentrasi minyak 5% memiliki kestabilan fisik yang lebih baik dan pada penetapan kadar, komponen bioaktif timokuinon dalam minyak mengalami sedikit penurunan kadar setelah di formulasi, dan mengalami penurunan kadar secara drastis setelah 60 hari penyimpanan. Dapat disimpulkan bahwa formulasi F1 lebih baik daripada formulasi F2.

Black cumin seed oil is one of vegetable oil that was extracted from the seed of Nigella sativa L. plant. Its bioactive component, thymoquinones, has a wide pharmacological activity such as antioxidant and antiinflamatory. Its smell and bitter taste make it so uneasy to consume it directly in its original form. A modification was made to make this oil more comfortable to consume. An emulsion based on this oil using orally safe surfactant, sucrose palmitate, was inspected. Its physical and chemical stability was evaluated. A 3% concentration of sucrose palmitate was used to emulsify 5% (F1) and 7,5% (F2) black cumin seed oil, and were studied to be stable with no phase seperation during storage, cycling test, and centrifugation test judging from their physical appearance. Hedonic test was applied to 30 panelists, and it showed that both formulation was accepted. The F1 formula (mean = 3,1667) is more accepted than the F2 formula (mean = 3) of 1-5 hedonic scale, with the significance score (P) valued less than 0,05 and considered to be significantly different from its origin form. The pH value of each formulation degraded during 12 weeks of storage. The formula of 5% oil (F1) has a better physical stability, and Its bioactive component, thymoquinone, showed small degradation after being formulated but it showed a rapid degradation during 60 days of storage due to its instability in a solution. In conclusion, the F1 formula was better than the F2 formula."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shinta Kamila
"Di setiap rumah tangga umum ditemukan obat yang disimpan sebagai persediaan untuk digunakan saat gawat darurat. Tidak jarang juga ditemukan obat yang disimpan di rumah merupakan sisa dari penggunaan obat sebelumnya karena jumlah obat yang tersisa masih banyak ketika gejala penyakit sudah membaik atau penyakitnya sendiri terlah sembuh. Obat harus disimpan dengan cara yang benar. Apabila penyimpanan obat tidak tepat maka, dapat mempengaruhi kualitas dan kestabilan obat yang digunakan. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan obat adalah beyond use date (BUD). BUD merupakan batas waktu penggunaan obat setelah dibuka dari kemasan primer, dilarutkan, atau diracik. BUD ditetapkan berdasarkan waktu penyiapan obat, stabilitas zat aktif, sifat dan mekanasime degradasi zat aktif beserta bahan tambahannya, potensi kontaminasi mikroba, tipe wadah, kondisi penyimpanan, dan durasi terapi. BUD merupakan salah satu parameter penting dalam menjamin efikasi dan keamanan obat. Tingkat pengetahuan masyarakat berkaitan dengan beyond use date di Indonesia masih terbilang rendah. Edukasi mengenai BUD penting untuk dilakukan untuk mencapai terapi obat yang aman dan efektif. Dalam hal ini diperlukan peran tenaga kesehatan khususnya apoteker untuk dapat memberikan informasi kepada pasien mengenai beyond use date. Edukasi mengenai BUD dapat dilakukan melalui media leaflet, poster dan penyuluhan secara langsung.

In every household, it is common to find medicines stored as supplies to be used during emergencies. It's also common to find left over from previous drug use stored at home because there is still a large amount of medicine left over when the symptoms of the disease have improved or the disease itself has been cured. Medicines must be stored properly. If drug storage is not appropriate, it can affect the quality and stability of the drugs used. One factor that needs to be considered in drug storage is beyond use date (BUD). BUD is the time limit for using the drug after it has been opened from the primary packaging, reconstituted, or compounded. BUD is determined based on drug preparation time, stability of the active substance, characteristics and degradation mechanism of the active substance and its additives, potential microbial contamination, type of container, storage conditions, and duration of therapy. BUD is one of the important parameters in ensuring drug efficacy and safety. The level of public knowledge related to beyond use date in Indonesia is still relatively low. Education about BUD is important to achieve safe and effective drug therapy. In this case, the role of healthcare professional, especially pharmacists, is needed to deliver information to patients about beyond use date. Education about BUD can be done through leaflets, posters and direct counseling."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sitanggang, Rizky Benedict
"Laporan ini mengevaluasi pelaksanaan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dengan fokus pada aspek transportasi dan dokumentasi di PT. Anugrah Argon Medica (AAM) Bekasi. Hasil observasi menunjukkan kepatuhan terhadap standar CDOB, menjamin kualitas produk selama transportasi dan praktik dokumentasi yang sistematis. Perusahaan melibatkan personel terlatih dan menerapkan prosedur ketat untuk menjaga stabilitas produk, mencegah kontaminasi, dan memastikan pengiriman yang akurat. Rekomendasi mencakup pengawasan lebih lanjut terhadap produk farmasi berisiko tinggi dan protokol penanganan khusus.

This report evaluates the implementation of Good Distribution Practices (CDOB) with a focus on transportation and documentation aspects at PT. Anugrah Argon Medica (AAM) Bekasi. Observations reveal adherence to CDOB standards, ensuring product quality during transportation and systematic documentation practices. The company employs trained personnel and implements strict procedures to maintain product stability, prevent contamination, and guarantee accurate delivery. Recommendations include enhanced oversight for high-risk pharmaceutical products and specialized handling protocols. "
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2024
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ibnu Fathur Rifqy
"Superparamagnetic Iron Oxide Nanoparticle (SPION) merupakan material dengan skala nano yang fungsional memiliki sifat fisik, kimia, magnetik, dan biokompatibilitas yang unik. Pada sistem penghantaran obat, SPION memiliki keuntungan seperti luas permukaannya besar, dapat dilakukan pengontrolan ukuran partikel, dan tidak toksik. Namun, SPION merupakan koloid liofobik dan memiliki ukuran yang sangat kecil membuat partikel akan lebih mudah untuk beragregasi. Modifikasi permukaan pada SPION menggunakan dendrimer PAMAM G4 dilakukan untuk menutupi kekurangan sifat fisiknya yaitu tidak stabil dan ukuran partikel mudah beragregasi. Penggunaan dendrimer dapat digunakan untuk sintesis nanopartikel logam dan memiliki keunggulan memiliki struktur permukaan yang besar dan terdapat lubang di antara cabang-cabang dendrimer yang dapat digunakan sebagai perangkap obat. Pembuatan SPION terenkapsulasi dendrimer PAMAM G4 dilakukan dengan metode kopresipitasi lalu dipanaskan menggunakan autoklaf dengan suhu 120°C. Uji karakterisasi dilakukan terhadap SPION terenkapsulasi dendrimer PAMAM G4 dan SPION. Uji stabilitas dilakukan penyimpanan dan secara in vitro dengan medium BSA 1%, dapar fosfat pH 7,4, dan NaCl 0,9%. SPION terenkapsulasi dendrimer PAMAM G4 yang terbentuk memiliki ukuran partikel dengan Dv90 252 nm, indeks polidispersitas 0,851, dan zeta potensial -29,2 mV. SPION yang terbentuk memiliki ukuran partikel 230,5 nm, indeks polidispersitas 0,807, dan zeta potensial -23,9 mV. Hasil penelitian stabilitas penyimpanan menunjukkan SPION terenkapsulasi dendrimer PAMAM G4 lebih stabil dibandingkan SPION, tetapi masih terjadi agregasi pada keduanya. Pada uji stabilitas SPION dan SPION-PAMAM G4 secara in vitro pada medium larutan BSA 1%, kedua sampel memiliki ukuran partikel yang stabil. Namun, stabilitas in vitro dalam medium dapar fosfat pH 7,4, NaCl 0,9%, dan tanpa medium, SPION terenkapsulasi dendrimer PAMAM G4 lebih stabil dibandingkan SPION, tetapi masih terjadi agregasi pada kedua sampel.

Superparamagnetic Iron Oxide Nanoparticle (SPION) is a functional nanoscale material with unique physical, chemical, magnetic, and biocompatibility properties. In drug delivery systems, SPION has advantages such as large surface area, particle size control, and nontoxic. However, SPION as a lyophobic colloid and its small size makes it easier for particles to aggregate. Surface modification on SPION using PAMAM G4 dendrimer was carried out to cover the lack of physical properties of SPION that unstable and easy to aggregate. The use of dendrimers can be used for the synthesis of metal nanoparticles such as SPION and has the advantage of having a large surface structure dan the presence of holes between the dendrimer branches which can be used for trapping drugs. The preparation of SPION dendrimer encapsulated by PAMAM G4 was carried out by coprecipitation method then heated using an autoclave at a temperature of 120°C. Characterization tests were carried out on SPION encapsulated by PAMAM G4 and SPION dendrimers. Stability test was carried out by storage and in vitro with 1% BSA medium, phosphate buffer pH 7.4, and NaCl 0.9%. SPION encapsulated by PAMAM G4 dendrimer has a Dv90 size of 252 nm, a polydispersity index of 0.851, and a zeta potential of -29.2 mV. The SPION formed has a particle size of 230.5 nm, a polydispersity index of 0.807, and a zeta potential of -23.9 mV. The results of the in vitro stability study showed that SPION encapsulated by PAMAM G4 dendrimer was more stable than SPION, but aggregation still occurred in both nanoparticles. In the in vitro stability test of SPION and SPION-PAMAM G4 in 1% BSA solution, both samples had stable particle sizes. However, in vitro stability in phosphate buffer pH 7.4, NaCl 0.9%, and without medium, SPION encapsulated by PAMAM G4 dendrimer was more stable than SPION, but aggregation still occurred in both samples."
Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Dokumentasi  Universitas Indonesia Library
cover
Jihan Faraditya Kasmaliputri
"Latar Belakang: Bedah ortognatik metode konvensional merupakan proses padat karya dengan jumlah kesalahan yang dapat terakumulasi selama proses diagnostik dan perencanaan. Selain itu, terdapat juga keterbatasan untuk merepresentasikan secara sempurna deformitas maksilomandibular dan dentofasial tertentu yang terlalu kompleks. Implan spesifik pasien (PSI) yang dibuat menggunakan teknologi pencetakan tiga dimensi telah muncul sebagai langkah selanjutnya dalam kemajuan teknologi dalam bedah ortognatik. Tujuan: Untuk mengetahui stabilitas dan akurasi perawatan menggunakan implan spesifik pasien dibandingkan dengan metode konvensional. Metode: Tinjauan sistematis (PROSPERO CRD42024565399) dengan pencarian literatur pada online database yaitu PubMED, ProQuest, SpringerLink, EBSCO, dan Scopus. Studi yang diidentifikasi kemudian melalui tahapan skrining, penilaian eligibilitas, dan inklusi menggunakan kerangka Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Hasil: Sebanyak 17 studi memenuhi kriteria inklusi untuk dilakukan systematic review. Mayoritas studi mengatakan bahwa metode PSI memiliki stabilitas dan akurasi yang lebih baik dibandingkan metode konvensional. Kesimpulan: Bedah ortognatik dengan penggunaan implan spesifik pasien (PSI) memberikan stabilitas dan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional.

Background: Orthognathic surgery using conventional method is a labor-intensive process with a number of errors that can accumulate during the diagnostic and planning process. In addition, there are also limitations to perfectly represent certain maxillomandibular and dentofacial deformities that are too complex. Patient-specific implants (PSI) created using three-dimensional printing technology have emerged as the next step in technological advancement in orthognathic surgery. Objective: To determine the stability and accuracy of treatment using patient-specific implants compared to conventional methods. Methods: Systematic review (PROSPERO CRD42024565399) with literature searches in online databases namely PubMED, ProQuest, SpringerLink, EBSCO, and Scopus. The identified studies then went through screening, eligibility assessment, and inclusion stages using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework. Results: A total of 17 studies met the inclusion criteria for systematic review. The majority of studies say that the PSI method has better stability and accuracy than conventional methods. Conclusion: Orthognathic surgery with the use of patient-specific implants (PSI) provides higher stability and accuracy compared to conventional methods.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mochamad Faizal Irsyad Satria
"Rendahnya stabilitas oksidasi pada biodiesel atau FAME (Fatty Acid Methyl Ester) dapat menyebabkan biodiesel dapat terdegradasi sehingga membentuk deposit dan endapan pada tangki. Biodiesel teroksidasi disebabkan karena terdapat senyawa dengan ikatan tak jenuh. Untuk itu partial hydrogenation bertujuan untuk memecah ikatan tak jenuh pada FAME yang merupakan komponen penentu dari sifat oksidatif biodiesel. Pada proses partial hydrogenation percobaan ini, digunakan bantuan katalis Nickel alumina (Ni/Al2O3) Proses hidrogenasi parsial dilakukan dengan sistem reaktor autoclave berpengaduk dengan memvariasikan persentase berat katalis terhadap massa umpan dan suhu yang berbeda, yaitu sebesar 5%, 10%, dan 15% dari massa umpan dan suhu operasi sebesar 110 dan 120˚C. Hasil yang diperoleh pada akhir percobaan adalah Hydrogenated FAME (H-FAME) atau FAME yang telah dihidrogenasi parsial dengan berat katalis sebesar 15% dari berat umpan dan suhu 120 ˚C memberikan perolehan paling optimal dengan turunnya bilangan iodin dari 31,40 g-I2 /100g menjadi 20,01 g-I2 /100g; turunnya bilangan asam dari 0,6 mg KOH/g minyak menjadi 0,38 mg KOH/g minyak. Turunnya bilangan iodin dan bilangan asam mengindikasikan terjadinya kenaikan stabilitas oksidasi dan konversi dari komponen jenuhnya. Hal ini dapat dilihat dari naiknya stabilitas oksidasi dari 3,85 jam menjadi 4,93 jam; dan hasil konversi dengan komponen metil stearate dan metil oleat sebesar 14% dan 4%

The low oxidation stability of biodiesel or FAME (Fatty Acid Methyl Ester) can cause biodiesel to be degraded to form deposits and deposits in the tank. Oxidized biodiesel is caused by the presence of compounds with unsaturated bonds. For this reason, partial hydrogenation aims to break the unsaturated bonds in FAME which is a determining component of the oxidative properties of biodiesel. In this experimental partial hydrogenation process, a Nickel alumina (Ni/Al2O3) catalyst was used. The partial hydrogenation process was carried out with a stirred autoclave reactor system by varying the percentage of catalyst weight to the feed mass and different temperatures, namely 5%, 10%, and 15%. of feed mass and operating temperature of 110 and 120˚C. The results obtained at the end of the experiment are Hydrogenated FAME (H-FAME) or partially hydrogenated FAME with a catalyst weight of 15% of the weight of the feed and a temperature of 120 C giving the most optimal gain with a decrease in the iodine number from 31.40 g-I2 / 100g to 20.01 g-I2 /100g; the decrease in acid number from 0.6 mg KOH/g oil to 0.38 mg KOH/g oil. The decrease in the iodine number and the acid number indicates an increase in the oxidation stability and conversion of the saturated component. This can be seen from the increase in oxidation stability from 3.85 hours to 4.93 hours, and the conversion results with methyl stearate and methyl oleate components of 14% and 4%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yulyanah
"Inklusi keuangan merupakan faktor penting dalam mendukung ketahanan dan keberlanjutan sistem perbankan, terutama di sektor perbankan mikro di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan terhadap stabilitas perbankan dengan menggunakan sampel Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang berasal dari 33 provinsi dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) yang berasal dari 22 provinsi selama periode 2014–2023. Inklusi keuangan diukur melalui pendekatan Sarma dan metode PCA, sedangkan stabilitas bank diproksikan dengan Z-score. Data yang digunakan merupakan data panel yang bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil analisis menunjukkan bahwa inklusi keuangan berpengaruh negatif signifikan terhadap stabilitas BPR, namun tidak signifikan terhadap stabilitas BPRS. Temuan ini menyoroti perlunya kebijakan inklusi keuangan yang lebih kontekstual dan disesuaikan dengan karakteristik kelembagaan masing-masing jenis bank, guna mengoptimalkan dampaknya terhadap stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

Financial inclusion is a critical factor in supporting the resilience and sustainability of the banking system, particularly within the microfinance sector in Indonesia. This study aims to analyze the impact of financial inclusion on banking stability by using a sample of BPR dan BPRSs (BPR) from 33 provinces and Islamic BPR dan BPRSs (BPRS) from 22 provinces over the period 2014–2023. Financial inclusion is measured using the Sarma approach and the Principal Component Analysis (PCA) method, while banking stability is proxied by the Z-score. The study employs panel data sourced from the Financial Services Authority (OJK), Bank Indonesia (BI), Statistics Indonesia (BPS). The results indicate that financial inclusion has a significant negative effect on BPR stability but not significant effect on BPRS stability. These findings highlight the need for more context-specific financial inclusion policies that align with the institutional characteristics of each bank type in order to optimize their impact on overall financial system stability."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Di Indonesia penggunaan bahan buangan telah banyak di lakukan tetapi masih dalam taraf penelitian apakah bahan buangan tersebut layak digunakan dalam perkerasan jalan. Banyak bahan buangan yang dapat langsung di gunakan dalam campuran beraspal, sebagai contoh: katalis bekas,slag,abu terbang(fly-ash) atau melalui proses agar dapat digunakan di dalam campuran beraspal seperti limbah plastik,limbah ban karet
"
JJJ 25:1 (2008)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   3 4 5 6 7 8 9 10 11 12   >>