Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 125 dokumen yang sesuai dengan query
cover
London: Facet Publishing, 2006
025.84 PRE
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Cohen, Nahoum
New York: McGraw-Hill, 2001
711.4 COH u
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jajat Mardiansyah
"Skripsi ini membahas mengenai pemeliharaan dan pelestarian koleksi audiovisual di Tape Library Metro TV meliputi pengawasan terhadap suhu ruangan, kelembaban relatif, debu yang menebal, perubahan mekanis, pengaruh radiasi ultraviolet dan cahaya, pengaruh medan magnetis, pengaruh peralatan replay dan playback, faktor bencana, dan kerjasama. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran kondisi fisik koleksi dan lingkungan tempat penyimpanan di Tape Library Metro TV, memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang kegiatan pemeliharaan dan pelestarian yang dilakukan di Tape Library Metro TV, dan memberikan masukan berupa saran prosedur teknis pemeliharaan dan pelestarian koleksi audiovisual di Tape Library Metro TV. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keadaan fisik koleksi audiovisual di Tape Library dalam keadaan baik, terlihat dari hasil survei yang dilakukan terhadap box atau kotak kaset audiovisual yang mengalami kerusakkan ringan seperti tergores atau retak. Keadaan ruang penyimpanan masih batas kewajaran terlihat pada pengaturan suhu dan kelembaban yang stabil. Agar Tape Library dapat menjalankan tugasnya dengan baik perlu adanya bagian khusus yang bertanggungjawab mengenai pemeliharaan koleksi meliputi pengawasan suhu, kelembaban, cahaya, dan lain-lain. Serta membuat peraturan standar mengenai suhu, kelembaban, dan pencahayaan yang dilewati oleh kaset audiovisual meliputi ruang penyimpanan, pelayanan, transfer, quality control , dan siaran.

This thesis discusses the maintenance and preservation of audiovisual collections in Tape Library Metro TV include room temperature supervision, relative humidity, dust thickening, mechanical changes, the influence of ultraviolet radiation and light, directonal magnetic field, the influence of replay and playback equipment, disaster factor, and cooperation. This study aims to obtain a description about collection and storage physical condition in Tape Library Metro TV environments, obtain a comprehensive description of the maintenance and preservation activities which be conducted in Tape library Metro TV, and make recommendation about maintenance and preservation technical procedures of audiovisual collections in Tape Library Metro TV. This is qualitative research with a case study approach. The results show physical state of audiovisual collections in Tape Library in good condition, seen from the result of survey which be conducated on the tape box or audiovisual boxes that have been damage such us scrathes or cracks. The situation of storage space is still within reasonable limits, seen at the setting of temperature and stable humidity. In order to make a type library working properly there should be a special section who responsible for the maintenance of the collection include temperature monitoring, humidity, light, and others. And also generate a standard rules concerning temperature, humidity, and lighting, which is passed by audiovisual tapes include storage space, service, transfer, quality control, and broadcast."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S15629
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
London: Spon Press, 2001
344.094 POL
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Dimas Pradika
"ABSTRAK<>br>
Penelitian ini membahas tindakan penanggulangan bencana alam yang dilakukan oleh Perpustakaan Lembaga Administrasi Negara. Tindakan yang dilakukan meliputi perencanaan, tanggapan, reaksi, dan pemulihan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Perpustakaan Lembaga Administrasi belum maksimal dalam melakukan tindakan penanggulangan bencana alam. Berdasarkan temuan itu, penelitian ini menyarankan untuk membuat suatu program penanggulangan bencana alam sehingga tindakan penanggulangan bencana alam dapat dilakukan lebih terstruktur dan efektif. Tindakan penanggulangan bencana alam yang sudah dilakukan harus ditingkatkan sesuai dengan program penanggulangan bencana alam yang dibuat agar ketika terjadi bencana perpustakaan dapat mengurangi dampak dan dapat mempertahankan koleksi agar tetap utuh dan dapat dimanfaatkan.

ABSTRACT<>br>
This research focus about natural disaster management by Lembaga Administrasi Negara rsquo s Library. The management includes planning, response, reaction, and recovery. This research use study methods of qualitative approach. This reasearch shows that Lembaga Administrasi Negara rsquo s Library work is not doing their best for the natural disaster management. According to this finding, this research suggests to make a disaster management program so that the action for the disaster can be done effectively. The activity which is already on progress must have some specific improvement in accordance with the disaster management program. This disaster management program has the purpose to reduce the impacts and to maintain the collection so that it will remain good and can be used. "
2017
S69968
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hartono
"Sumba adalah nama salah satu pulau di bagian timur Indonesia. Berbagai tarian tradisional terdapat diselurh daerah Sumba Timur yang disajikan pada upacara ritual, pagelaran, dan acara pemerintahan yang diringi oleh nyanyian lagu-lagu adat, gong dan tambur serta alat musik dari bambu (nggu'nggi dan jung'ga au). Tidak dipungkiri bahwa dengan perkembangan dunia yang semakin global ada kekhawatiran akan memudarnya atau punah suatu bentuk tarian. Upaya pelestarian tari tradisional seperti yang dilakukan Sanggar Wai Miripu Mbokar sejak didirikan 2006 menampilkan jenis-jenis tarian tradisional Kabupaten Sumba Timur dalam bentuk masa lampau Sumba Timur sebagai Matawi Amahu Pada Njara Hamu dalam versi tarian dan lagu-lagu daerah. Sebagai bentuk ekpresi hasrat manusia akan keindahan yang dapat dinikmati oleh manusia dengan mata dan telingan."
Bali: Balai Pelestarian Nilai Budaya, 2017
902 JNANA 22:1 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Maha, Rahmadani Ningsih
"ABSTRACT
Preservation of library materials is to preserve its records that have historical value and intellectual content of a particular time period. The purpose is to ensure the present and future use of information in whatever form to be recorded. Library of Research Center for Oceanography LIPI has antiquariat collections and publication institutions that need to be conserved for the development of marine science in Indonesia. A challenge for library to be able to preserve the library materials owned, and one of them is to have its own preservation laboratory. When this is realized, it is expected to be a reference to the preservation of library materials for LIPI and national level in the maritime field."
Jakarta: Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI, 2016
575 OSEANA 41:4 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Tomlan, Michael A.
"The conclusion briefly evaluates some of the key accomplishments of the recent historic preservation movement. It also provides a synthesis that draws on the lessons of each of the chapters, sketching out some of the hurdles that remain and are likely to occupy the agendas of preservationists in the decades ahead. The development of the historic preservation movement is, in itself, evidence of our particular American culture, as it changes. All of the evidence
strongly suggests, however, that this social campaign will continue and our legacy will extend to future generations."
Switzerland: Springer International Publishing, 2015
e20528514
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Sodikin
"Masalah ini dilatarbelakangi pada masyarakat Baduy sampai sekarang dikenal mempunyai otoritas penuh dalam mengatur lingkungan alam dan adat istiadatnya. Suku bangsa Baduy ini hidupnya terletak di sekitar pegunungan di antara rimbunan potion di tanah perbukitan dan lereng gunung selama berabad-abad Iamanya. Suku Baduy mendiami tanah dan hidup di dalam adat tanpa banyak terganggu oleh derasnya modernisasi. Alain yang damai dan kesederhanaan menjadi sahabat adalah cara hidup mereka. Para penghuninya menjaga dan melindungi dengan baik lingkungan alamnya, tidak saling menggusur. Semua yang dilakukan seperti menebang, mencabut dan memotong tanaman menggunakan aturan-aturan adat Baduy. Akrab seperti menyatu dengan lingkungannya, semua tumbuh dan berkembang menurut kodrat saling berdampingan.
Hal-hat yang demikian merupakan salah satu kearifan lingkungan masyarakat Baduy yang diwujudkan dengan dipaharni, dikembangkan, dipedamani dan diwariskan secara turun temurun oleh komunitas masyarakatnya dalam bentuk karuhun (hukum adat) yang dipimpin oleh Kepala Adat Baduy (Puun). Sikap dan perilaku penyimpangan dalam kearifan lingkungan dianggap penyimpangan, tidak arif, merusak, mengganggu dan lain-lain, sehingga masyarakat yang tidak mematuhi ketentuan karuhun dianggap mengganggu kelestarian lingkungan alarn sekitarnya.
Permasalahan yang muncul adalah bagaimana kearifan lingkungan pads masyarakat Baduy akibat dengan adanya kontak dengan masyarakat luar Baduy selama ini. Faktor-faktor yang bagaimana terjadinya perubahan kearifan lingkungan pada masyarakat Baduy selama ini, bagaimana kearifan Iingkungan pada masyarakat Baduy untuk masa yang akan datang.
Tujuan yang diharapkan dalam penelitian tesis ini adalah untuk mengetahui kearifan lingkungan pada masyarakat Baduy yang selama ini dipedomani dan diwariskan secara turun temurun dalam melestarikan fungsi lingkungan. Hal ini, dikarenakan menjadi tujuan penelitian disebabkan bahwa kearifan lingkungan pada masyarakat Baduy pada saat ini telah terjadinya kontak dengan masyarakat luar Baduy, sehingga berpengaruh pada kearifan lingkungan pada masyarakat Baduy untuk masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan, ada faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan kearifan lingkungan pada masyarakat Baduy.
Manfaat penelitian adalah memberi masukan bagi Pemerintah baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi Banten, maupun Pemerintah Kabupaten Lebak dalam membantu masyarakat Baduy untuk tetap pads tradisinya dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan sekitarnya sesuai dengan adat istiadat yang disebut dengan karuhun, sehingga tidak dirusak oleh masyarakat luar Baduy. Memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya ilmu lingkungan yang berkaitan dengan pengelolaan dan pelestarian lingkungan pada masyarakat yang mempunyai sistem sosial dan budaya sendiri. Dapat dijadikan pijakan empiris untuk melakukan penelitian lanjutan tentang ekologi manusia pada masyarakat yang mempunyai sistem sosial dan budaya sendiri.
Penelitian dilaksanakan di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Pelaksanaan penelitiannya dimulai tanggal 12 Juli sampai dengan 10 Agustus 2005. Mulai tanggal 12 sampai 25 Juli 2005, penulis melakukan penelitian di lapangan yaitu di pedalaman wilayah Baduy desa Kanekes untuk mendapat data empirik secara langsung dari masyarakat Baduy.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif-analitik. Maksudnya adalah menggambarkan, menjelaskan dan menganalisis keadaan daerah penelitian sebagai obyek penelitian, dengan menganalisis secara kualitatif. Data yang sudah diolah, kemudian dianalisis secara cermat sesuai dengan tujuan penelitian ini. Analisis data diinterpretasikan dan membandingkan data yang satu dengan yang lain, untuk mengungkapkan dan memahami makna-makna yang muncul dibalik kegiatan yang sedang diteliti, kemudian untuk menjamin ketepatan dan peningkatan kualitas, maka temuan yang dihasilkan melalui penelitian ini dikonfirmasikan dengan pihak yang berkompeten dan bila perlu didiskusikan dengan konsultasi secara perorangan, balk dengan dosen pembimbing maupun dengan pihak yang terkait.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat hukum adat Baduy yang mendiami tanah atas hak ulayat seluas 5.101,85 hektar merupakan wilayah adat yang sudah menyatu sejak dahulu kala sehingga pola kehidupan mereka menyatu dengan lingkungan alam sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ketentuan adat yang dikenal dengan karuhun. Masyarakat hukum adat Baduy hidup dengan bersandar pads hukum adat yang berlandaskan pads pola hidup sederhana dan seadanya (dalam arti tidak berlebihan), dengan meyakini amanat karuhun yang terwujud dalam hukum adat dapat menimbulkan kesadaran bagi warganya akan hak dan kewajibannya sehingga pada akhirnya mampu menciptakan suatu tertib hukum.
Perubahan jugs telah terjadi, bahkan telah terjadinya tank menarik antara perubahan dan yang tetap mempertahankan adat istiadat. Perubahan sebagai akibat dari kontak dengan masyarakat luar Baduy, dan perubahan hanya terjadi pada masyarakat Baduy Luar saja, tidak pada masyarakat Baduy Dalam. Perubahan-perubahan itu misalnya perubahan fungsi daerah kampung Dangka, perubahan dalam penggunaan obat-obatan, perubahan dalam jangkauan wilayah adat, perubahan dalam sikap menggunakan peralatan modem, perubahan dalam cara berpakaian.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan alam fisik dan lingkungan transendental hingga sekarang masih merupakan nilai falsafah hidup masyarakat Baduy yang paling hakiki. Nilai tersebut tidak lepas dari sumber acuan seluruh gerak dan langkah mereka dalam berbagai dimensi kehidupan, seperti sistem kepercayaan mereka yang bertumpu pada ajaran agama Sunda Wiwitan dengan karuhunnya yang diwariskan secara turun temurun. Salah satu faktor terjadinya perubahan kearifan lingkungan adalah kontak dengan budaya luar Baduy. Akan tetapi perubahan kearifan tersebut hanya berlaku pada masyarakat Baduy Luar saja, tidak pada masyarakat Baduy Dalam. Kearifan lingkungan masyarakat Baduy tersebut hingga sekarang masih dapat dipertahankan dan juga pada masa yang akan datang.

The issue presented here is based on the fact that the Baduy community up-to-date possessed full authority on the management of their natural environment as well as their traditional customs. The Baduy tribe has been living in a mountainous area amongst the forest on hills and mountain slopes for centuries. They lived here and occupied the land in traditional manners and customs without being disturbed by the advancements of modernization. The peace provided by the surrounding nature as well as their simplicity has become attached to their way of life. The inhabitants of this area take care and properly protected their natural environment, and they did not shift or moved one another to different places. All activities involving woodcut, pulling-out of as well as the cutting of plants were performed in accordance with Baduy customs. Environmentally friendly and fully united with nature, all grew and developed according to its destiny and was living side by side.
Such was then one of the ecological wisdoms of the Baduy community which was implemented with full understanding, then developed, and further utilized as guidelines and inherited from generation to generation by the Baduy community in the form of what they called karuhun (traditional customary Iaws) that was guided and lead by the Baduy Traditional Chief (Puun). Any attitude and behaviour that diverted from these traditional ecological wisdom guidelines was regarded as erroneous, not wise, damaging, and disturbing and as such any person not complying with the stipulations as stipulated by the karuhun was regarded as disturbing the surrounding environment.
Problems arose with these ecological wisdom guidelines of the Baduy community as a result of contacts established between this community with other members of communities outside the Baduy community. What factors influenced the changes in these ecological wisdom guidelines adhered to by the Baduys since olden days, and what will become of the Baduy ecological wisdom in the future.
The purpose of this thesis research is to assess the ecological wisdom of the Baduy community that up-to-date has been utilized as guidelines and inherited from generation to generation to preserve the environment. This research purpose was taken, due to the fact that as a result of contacts being established with communities outside the Baduy region, the ecological wisdom of the Baduy tribe has been affected in the future. Again, certain factors exists that cause changes in the ecological wisdom of the Baduy community.
The benefit of this research is to provide input to the Central Government, the Banten Provincial Government, as well as the Lebak District's Government regarding how to assist the Baduy community to maintain their traditions and to take care and preserve the functions of the surrounding environment in accordance with their traditional customs which they call karuhun, and to prevent this from being damaged by community members from outside the Baduy area. Enrich to the scientific horizons in particular environmental science related to the management and preservation of the environment in communities that possess their individual social and cultural system. And to utilize this as an empirical lever to perform further research on human ecology in communities possessing its own social and cultural system.
The research was performed in the village of Kanekes, located in the Leuwidamar Sub district, District of Lebak, in the Banten Province. The implementation of this research started on 12 July and continued until 10 August 2005. From 12 July until 25 July 2005, the author performed field research in the interior Baduy area of the Kanekes village to obtain direct empirical data or primary data from the Baduy community.
The research method utilized was the descriptive-analytical research method. The purpose of this was to provide a picture, to explain, and to perform quantitative analyses of the research area as a research object. The data that was then processed was then cautiously analysed in accordance with the objectives of this research. The analysed data interpreted and compared one against another, to expose and to comprehend the significance arising behind the activities being researched, and to further assure its accurateness and improve its quality, the findings of this research was then confirmed with other competent parties and if necessary discussed and consulted individually, with the academic mentor as well as with other parties related to the issue.
Results of the study show that the Baduy traditional community inhabit land under the traditional customary law land rights, known as hak ulayat. This land, which has an area of 5,101.85 hectares, has been a holistic part of the Baduy community since olden days and as such the community's living patterns have been united to its natural environment and surroundings. This again, is proven by the various customary law stipulations known as karuhun. The traditional Baduy community living is based on this traditional law which principle is simplicity and acceptance in living patterns (meaning living not in profusion), and by trusting that the stipulations in the karuhun as accepted as the traditional law can instigate the awareness of the community regarding their rights and responsibilities and as such in the end creating a legal order.
Changes have occurred, and even some arguing evolved between those that approve of change and those that want to adhere to and defend traditional customs. Such changes as a result of contact with outsiders only occur at the Outer Baduy community and not at the Inner Baduy community. These changes, for instance, include changes in the function of the Dangka village, changes in the use of medicine, changes in the reach of the customary law, changes in community's attitude towards the use of modem equipment, and changes in the way of clothing themselves.
As a conclusion of this research, it could be said that taking care of the balance between humans, the physical environment and the transcendental environment are still up-to-date the essential life philosophy of the Baduy community. These values are attached to the reference source of the entire movement and as such the community steps in various living dimensions, such as their belief which is based on the Sunda Wiwitan traditional religion that include the karuhun, which has been inherited from one generation to the next generation. One factor causing change in the ecological wisdom is its contact with culture coming from outside the Baduy region. However, such changes in wisdom, only occur in the Outer Baduy community, and has not affected the Inner Baduy community. The ecological wisdom of these Inner Baduy community is up-to-date still being adhered to, and is still being maintained and is expected to sustain into the future.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T17599
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rani Yumita
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas upaya pemeliharaan bahan pustaka khusunya buku teks yang
berkaitan dengan kegiatan pengolahan dan sirkulasi di Perpustakaan Universitas
Pertahanan. Kegiatan pengolahan dan sirkulasi merupakan langkah awal dalam alur
kerja perpustakaan yang langsung berhubungan dengan petugas maupun pemustaka.
Kegiatan ini juga merupakan awal bagaimana bahan pustaka diperlakukan sehingga
akan berpengaruh pada upaya pelestarian bahan pustaka di masa yangakan datang.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan
observasi dan wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa upaya pemeliharaan
yang selama ini dilakukan belum maksimal, meskipun pimpinan sejak awal sudah
memberi perhatian terhadap koleksinya yang dibuktikan dalam terbitnya surat edaran
maupun komunikasi lisan. Saran dari peneliti yaitu agar staf terkait tetap
mempertahankan upaya yang telah dilakukan dengan terus berusaha memperbaikinya.

Abstract
The thesis discusses the preservation effort literature textbooks especially that related
to the processing and circulation at the Defense University Library. Processing
activities and the circulation is the first step in the workflow library that is directly
related to the officer or pemustaka. This activity is also the beginning of how library
materials are handled so that it will affect the preservation library materials in the
future. This study is a qualitative research techniques of data collection by
observation and interviews. The results shows that the preservation has not been done
maximal at Defense University Library , although the leader pay attention to the book
collection from the beggining. It can be seen from circular letter and oral
communication. Researcher?s advice is library staffs have to keep preserve activity on
and always try to improve it."
2012
S43559
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>