Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 118 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Chyntia Devi Octaviany
"Persediaan identik dengan barang atau item yang disimpan dalam suatu tempat yang akan digunakan pada waktu dan tujuan tertentu. Dalam industri manufaktur, peran kemasan sangatlah penting karena setiap produk memerlukan kemasan untuk dikirim ke pelanggan. Di Indonesia sendiri jenis kemasan yang beredar ditinjau dari materialnya terdiri dari kemasan flexible, kemasan rigid, paperboard dan jenis kemasan lainnya. Berdasarkan penggunaannya jenis kemasan flexible beredar dan digunakan paling banyak di Indonesia. Persediaan dikatakan efisien dan efektif jika persediaan dapat memenuhi permintaan dalam jumlah yang cukup dan mutu yang memadai, karena ketepatan dalam pemenuhan persediaan suatu kebutuhan akan berdampak pada efisiensi dalam suatu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, Banyaknya jenis persediaan yang disimpan di gudang penyimpanan terkadang sulit untuk dikendalikan, sehingga perlu acuan untuk melakukan prioritas persediaan mana saja yang perlu diberi perhatian lebih, untuk itu perlu suatu metode untuk menentukan item persediaan mana saja yang harus dianalisa lebih khusus. Untuk monitor persediaan harus dilihat dari berbagai aspek dan kriteria sehingga penelitian ini bertujuan untuk mencari urutan prioritas persediaan di industry fleksibel packaging. Setelah didapatkan urutan prioritas di prediksi jumlah persediaan periode selanjutnya dengan simuulasi monte carlo.

Inventory is identical to goods or items stored in a place that will be used at a certain time and purpose. In a manufacturing industry, the availability of raw materials is very important for the continuity of the production process. In the manufacturing industry, the role of packaging is very important. In Indonesia itself, the types of packaging that are circulating in terms of material consist of flexible packaging, rigid packaging, paperboard and other types of packaging. Based on Ministry Of Industry, flexible packaging is the most used packaging in Indonesia. Inventory are called efficient and effective if the supply can meet demand in sufficient quantities and adequate quality, because accuracy in fulfilling a need's supply will have an impact on efficiency in a company in meeting customer needs. But sometimes, the number of types of inventory stored in the warehouse is sometimes difficult to control, so a reference is needed to prioritize which inventory needs to be given more attention, for that we need a method to determine which inventory items should be analyzed more specifically. To control the inventory we should see from many criteria, so this research aims to use multi criteria decision making to rank and prioritize the type of Inventory in Flexible Packaging Industry. After we get the rank or priority we try to predict the inventory with monte carlo simulation."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kinanti Larasati
"Dengan diproduksinya banyak plastik kemasan meningkatkan jumlah sampah plastik kemasan pasca-konsumen. Dalam kondisinya saat ini, rantai nilai plastik kemasan tidak dimanfaatkan dengan maksimal untuk mendapatkan nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep alur plastik kemasan dari hasil analisis dampak lingkungan serta kesadaran lingkungan dimana untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode analisis LCA, analisis environmental prices, analisis jalur, serta analisis deskriptif. Temuan penelitian ini mencakup dampak lingkungan, biaya lingkungan, kesadaran lingkungan, serta susunan konsep alur pengelolaan plastik kemasan. Analisis keseluruhan produksi plaastik kemasan menunjukkan dampak tertinggi dihasilkan dari produksi bahan baku plastik dengan biaya lingkungan sebesar Rp. 14.586.000 per ton plastik kemasan serta pengetahuan, sikap, dan perilaku berpengaruh sebesar 76.81% terhadap kesadaran lingkungan maka konsep pengelolaan plastik kemasan yang dapat dilakukan adalah berlandaskan ekonomi sirkular dengan memperpanjang rantai hidup dari plastik kemasan.

The production of a lot of plastic packaging increases the amount of post-consumer plastic packaging waste. In its current condition, the plastic packaging value chain is not being utilized optimally to obtain economic value. This research aims to develop a concept for the flow of plastic packaging from the results of environmental impact analysis and environmental awareness, where to achieve this goal, LCA analysis methods, environmental prices analysis, path analysis and descriptive analysis are used. The findings of this research include environmental impacts, environmental costs, environmental awareness, as well as the concept of plastic packaging management flows. The overall analysis of plastic packaging production shows that the highest impact results from the production of plastic raw materials with environmental costs of IDR. 14.586.000 per ton of plastic packaging and knowledge, attitudes and behavior have an influence of 76.81% on environmental awareness, so the concept of managing plastic packaging that can be implemented is based on a circular economy by extending the life chain of plastic packaging."
Jakarta: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Fitriana Lupitaningrum
"Industri farmasi harus memiliki pengawasan mutu dalam proses pembuatan obat. Produk biologi dalam bentuk parenteral dilindungi dengan kemasan primer untuk melindungi terhadap faktor lingkungan, termasuk potensi kontaminasi mikroba selama masa simpan. Penting bagi suatu industri farmasi untuk melakukan pengambilan sampel dan pengujian untuk memastikan bahwa bahan awal untuk kemasan primer yang akan digunakan memenuhi persyaratan.Pengawasan mutu rubber stopper pre-filled syringe dalam rangka uji pelolosan untuk proses produksi ini dilakukan berdasarkan metode analisis yang telah ditetapkan oleh PT Kalbio Global Medika yakni termasuk uji identifikasi FTIR, uji kadar abu, uji dimensi fisik, uji absorbansi, uji tampilan larutan, uji asiditas atau alkalinitas, uji kandungan amonium, uji extractable zinc, uji batas logam berat, dan uji residu evaporasi.Kedua sampel rubber stopperPFS yang diuji telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan PT Kalbio Global Medika. Kedua sampel rubber stopper PFS dapat diteruskan ke Laboratorium Mikrobiologi untuk dilakukan uji endotoksin.Perlu dilakukan pengujian pengganti untuk metode analisis volatile sulfide yang tidak dapat dijalankan karena keterbatasan teknis.

The pharmaceutical industry must have quality control in the drug manufacturing process. Biological products in parenteral form are protected with primary packaging to protect against environmental factors, including potentialmicrobial contamination during shelf life. It is important for a pharmaceutical industry to carry out sampling andtesting to ensure that the starting materials for primary packaging that will be used meet the requirements. Quality control of rubber stopper pre-filled syringes in the context of escape tests for the production process is carried out based on analytical methods that have been determined by PT Kalbio Global Medika includes FTIR identification test, ash content test, physical dimension test, absorbance test, solution appearance test, acidity or alkalinity test, ammonium content test, extractable zinc test, heavy metal limit test, and evaporation residue test. Both rubber samples The PFS stopper tested has met the requirements set by PT Kalbio Global Medika. The two PFS rubber stopper samples can beforwarded to the Microbiology Laboratory for endotoxin testing. It is necessary to carry out replacement testing for thevolatile sulfide analysis method which cannot be carried out due to technical limitations.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rofiqoh Nur Rohmah
"Indonesia menjadi negara nomor dua dengan jumlah konsumsi mi instan terbesar di dunia menyebabkan tingginya masalah sampah plastik kemasan, namun tidak diikuti dengan model pengumpulan sampah yang memadai. Berdasarkan realita, sampah plastik kemasan mi instan tidak diminati oleh sektor informal seperti pemulung, pengepul, dan bank sampah karena memiliki nilai ekonomi yang rendah dan tidak bisa didaur ulang. Sampah kemasan yang tidak tertangani akan menyebabkan masalah lingkungan. Model pengumpulan sampah yang ada pada saat ini masih belum berjalan dengan baik, sehingga salah satu solusi untuk mengatasi dampak negatif permasalahan lingkungan akibat kemasan mi instan adalah dengan merancang model pengumpulan sampahnya. Studi literatur, wawancara pada pengelola sampah, serta pengamatan terhadap tren pengumpulan sampah kemasan pada saat ini dilakukan untuk merancang model pengumpulan kemasan mi instan. Metode AHP digunakan untuk mengambil keputusan dalam menentukan model mana yang paling mungkin untuk direalisasikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa menurut keputusan ahli, model pengumpulan sampah kemasan mi instan yang paling memungkinkan untuk diimplementasikan di wilayah Jabodetabek adalah model ketiga.

Indonesia is the second largest country on the consumption of instant noodles in the world. The high consumption of instant noodles is not followed by a proper waste collection system. This causes the problem of plastic packaging waste in large quantities. Based on actual events, plastic instant noodle packaging is considered as a waste that is not in demand by the informal sector such as scavengers, collectors and waste banks as it has low economic value and cannot be recycled. Untreated packaging waste will cause environmental problems. The existing waste collection model is still not running well, so one solution to overcome the negative impact of environmental problems due to instant noodle packaging is to design a waste collection model. Literature studies, interviews with waste managers, as well as observations of current packaging waste collection trends were carried out to design an instant noodle packaging collection model. The AHP method is used to make decisions in determining which model is most likely to be realized. The results of this study indicate that according to the expert's decision, the most likely model of instant noodle packaging waste collection to be implemented in the Jabodetabek area is the third model."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Pradoto
"Kompetisi dalam industri media masa di Indonesia khususnya televisi semakin ketat. Hal ini disebabkan karena munculnya semakin banyak stasiun televisi baru. Khalayak yang merupakan sumber pemasukan yang sangat berarti bagi media massa, tentu semakin diperebutkan. Kejelian sebuah stasiun televisi memilih program yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan penontonnya merupakan suatu upaya yang harus dilakukan. Tetapi jika program acara tersebut tidak dikomunikasikan dengan baik, bisa jadi program tersebut luput dari perhatian penonton televisi. Untuk itulah strategi komunikasi promosi sebuah program acara televisi perlu disusun.
Pokok bahasan dalam tesis ini adalah bagaimana memadukan berbagai elemen bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix), lebih luas dari bauran promosi (promotion mix) tetapi terkait dengan bauran pemasaran (marketing mix), agar isi pesan dirancang secara konsisten dan saling terpaut serta ada keterkaitan antara beberapa media komunikasi promosi yang digunakan. Tujuannya untuk mengetahui strategi promosi acara the Academy Awards 2001 di RCTI, serta untuk mengetahui apakah ada hubungannya antara strategi promosi acara televisi Academy Awards 2001 di RCTI dengan keputusan individu menonton acara tersebut.
Penulis melakukan analisa dengan model promotion mix yang merupakan bagian dari marketing mix yang dikembangkan Jerome McCarhty dalam buku Marketing Communications, PR. Smith (1996) dan model komunikasi pemasaran terpadu (integrated marketing communications strategy model) dari George E. Belch & Michael A. Belch.
Sampel penelitian ini adalah khalayak penonton televisi yang tinggal di kompleks wartawan SPS Puri Indah Jakarta barat. Metode penelitian ini adalah Diskriptif evaluatif untuk menjelaskan kecenderungan dan prosentase khalayak penonton televisi terhadap strategi promosi program acara the Academy Awards 2001 pengaruhnya terhadap keputusan individu menonton program acara the Academy Awards 2001 di RCTI. Serta untuk mengetaahui efektifitas emplementasi strategi komunikasi promosinya.
Hasil analisa penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan program promosi model dari Belch diterapkan meskipun belum secara menyeluruh. Sistematika perencanaan kampanye promosi program acara the Academy Awards 2001 bertolak dari analisa program promosi, Tujuan strategi promosi, Budget dan kampanye promosi program acara the Academy Awards 2001 dengan menggunakan bauran promosi, yaitu : iklan, publicity, exhibition, corporate identity, packaging acara, merchandising. Elemen bauran promosi tersebut dilaksanakan secara terpadu dan konsisten. Kecenderungan dan prosentase responder memanfaatkan strategi promosi program acara the Academy Awards 2001 sangat besar dalam menentukan keputusan untuk menonton acara tersebut."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
T10973
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhenita sary RM
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah nilai altruistik ( environmental concern ) dan nilai egoistik ( Health concern ) yang dimiliki oleh konsumen berpengaruh terhadap attitudes dan purchase intentions pada produk-produk makanan dan minuman yang menggunakan kemasan eco-friendly. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk melakukan analisisnya hal dilakukan untuk mengukur seberapa besar pengaruh nilai altruistik dan nilai egoistik terhadap attitudes dan purchase intentions konsumen. Data yang diperoleh didapatkan dari 265 responden dari beberapa wilayah Indonesia. Dalam pengolahan data penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan AMOS 26. Hasil penelitian ini menunjukan jika nilai altruistik sangat mempengaruhi attitude dan purchase intentions konsumen, yang berarti ketika konsumen sangat peduli dengan lingkungannya maka attitude dan purchase intentions terhadap produk makanan dan minuman dengan kemasan eco-friendly akan positif atau semakin memiliki niat untuk membeli dan menggunakan produk makanan dan minuman dengan kemasan yang ramah lingkungan.

ABSTRACT
This study aimed to see whether the altruistic value (environmental concern) and the egoistic value (health concern) contributed by consumers to attitudes and purchase intentions on food and beverage products that use environmentally friendly packaging. This study uses a quantitative approach to carry out an analysis of the things carried out to measure the value of altruistic valuations and self-centered values of consumer attitudes and purchase intentions. Data obtained were obtained from 265 respondents from several regions in Indonesia. In processing this research data using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 26. The results of this study indicate altruistic value greatly af ects the attitudes and intentions of consumer purchases, which refers to the compilation of consumers very concerned with their environment, the attitudes and purchase intentions towards food and beverage products with Environmentally friendly packaging will be positive or purchase intention to buy and use food and beverage products with environmentally friendly packaging."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Vichy
"Industri kemasan kertas di Indonesia baru mulai tumbuh diawal tahun 1990, permintaan ini tumbuh akibat berkembangnya industri makanan cepat saji yang mulai marak di Indonesia.
Pada tahun 1994 PT.DETPAK Indonesia didirikan sebagai rangkaian ekspansi Detmold packaging Group di Asia Pasific. Pada tahun-tahun berikutnya usaha PT. DETPAK Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, ditandai dengan terus berkembangnya kapasitas dan luas pabrik.
Selama lebih dari 10 tahun terakhir di Indonesia PT.DETPAK tidak mengalami tantangan persaingan yang berarti dari pesaing lokal, hampir dikatakan tidak mempunyai kompetitor yang kuat. Ini disebabkan oleh sulitnya masuk ke dalam industri cepat saji yang mempunyai standard keamanan makanan yang cukup tinggi, material yang sulit didapat dan karyawan yang mempunyai skill di bidang ini terbatas.
Sebagai pemain yang dominan sangat menarik bagi penulis untuk mengetahui tingkat pelayanan yang telah dilakukan PT.DETPAK Indonesia. Untuk mengetahui kualitas pelayanan PT. DETPAK penulis melakukan penelitian tentang seberapa besar tingkat kesenjangan kualitas pelayanan PT. DETPAK dibanding dengan ekspektasi pelangganya.
Metode penelitian yang dipergunakan adalah memakai penelitian kuantitatif yang berbentuk deskriptif, yang didahului wawancara penulis dengan beberapa pelanggan PT.DETPAK untuk mengetahui atribut-atribut panting bagi pelayanan PT.DETPAK.
Setelah atribut-atribut tersebut diperoleh maka disusun kedalam kuesioner untuk memperoleh data apakah terdapat kesenjangan (Gap) kualitas pelayanan berdasarkan performa dan ekspektasi pelayanan PT,DETPAK Indonesia. Penelitian juga melibatkan observasi atau pengamatan penulis terhadap keadaan internal perusahaan berdasarkan pengalaman bekerja di PT.DETPAK selama 4 tahun.
Dari basil analisis data survey menunjukan bahwa telah terjadi kesenjangan mutu pelayanan PT.DETPAK dibandingkan dengan ekspektasi pelanggannya, hal ini di indikasikan dengan rata-rata seluruh atribut pelayanan PT. DETPAK ternyata kinerjanya masih berada dibawah ekspektasi pelanggannya. Sebagian besar atribut harus segera diperbaiki karena kinerjanya yang underperformed, berdasarkan analisis matrik Importance-Performance.
Penelitian ini banyak memiliki keterbatasan yang dikarenakan sempitnya waktu yang dimiliki penulis, kesibukan nara sumber, serta tersebarnya responden di Indonesia maupun diluar negeri. Jumlah responden adalah 86 perusahaan yang merupakan total seluruh pelanggan PT.DETPAK Indonesia saat ini.
Dari hasil analisis dan observasi penulis diharapakan PT. DETPAK. Indonesia segera melakukan perbaikan-perbaikan dalam mutu pelayanannya. Segera memperbaiki dengan melakukan kajian-kajian yang mendalam untuk mempersempit kesenjangan yang ada.

Paper packaging industry started to growth at early 1990 in Indonesia at the same time as the growing of fast food industry.
PT DETPAK Indonesia was established in 1994 as part of the expansion of Detmold Packaging Group in Asia Pacific. In the following years PT DETPAK Indonesia is growing very fast which indicated by increase in capacity and capacious of plant.
For more than 10 years in Indonesia PT DETPAK do not have substantial local competitor or almost no strong competitor available. This is caused by the difficulty to get in to fast food industry, which has high standard food safety, specific material and limited expert employees in this industry.
As a dominant player, the writer is interested to find out the service given by PT DETPAK Indonesia to their customers. In order to know the service quality of PT DETPAK, the writer was conducting a research on the deviation of service given by the company and service expected by customers. The writer is using descriptive - quantitative research method, which started by interviewing customers of PT DETPAK to find out the important service attributes expected by customers.
Questioner was prepared based on the attributes obtained from customers to get data on the gap of service delivered by company and service expected by customers. The research also included observation of company internal condition based on the working experience of the writer at PT DETPAK for more than 4 years.
The analysis result of data survey showed a gap quality between company performance and customer's expectation. Data survey indicated that in average the service performance given by the company is lower than the attributes given by customers. Most of the attributes with under performed category need to be fixed quickly - based on the matrix Importance - Performance.
The research has limitation due to time constraint, schedule of resources and the spread out of respondents, which are located in Indonesia and abroad. Total respondents are 86 companies, which are total of current PT DETPAK customers.
The writer hopes that the result of the analysis and observation can be implemented soon to improve the service quality of the company. Immediately improve the service quality by conducting deeper analysis to close or narrow down the gap.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T18310
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Denty Ayu Nurdianty
"SOZZIS adalah produk sosis siap santap pertama di pasar Indonesia yang diluncurkan secara nasional pada bulan Februari 2005 dengan target konsumen SES AF, A, B`, B, dan C*. Pada tahun pertama peluncuran nasionalnya, SOZZIS berhasil menjadi market leader untuk keseluruhan kategori produk sosis (pangsa pasar ± 40%), serta meraih Indonesian Consumer Satisfaction Awards (ICSA) 2005 dan Packaging Consumer Branding Awards (PCBA) 2005.
Kesuksesan SOZZIS di pasaran tidak terlepas dari dukungan strategi IMC (Integrated Marketing Communication) yang memfakuskan iklan televisi sebagai seajata utama dalam mendorong penjualan karena kemampuannya menjangkau konsumen secara has. Versi terbaru iklan televisi SOZZIS dirancang dengan efek peripheral dan central yang lebih kuat dibandingkan iklan sebelumnya. lklan ini menampilkan endorser yang terdiri dari Basuki, Dedi Mizwar, Nana Mirdad, Naysila Mirdad, dan Nabila dengan maksud merangkum keseluruhan target konsumen SOZZIS. Selain itu, diikutsertakan juga jingle Cucak Rowo sebagai media untuk menyampaikan informasi produk SOZZIS kepada konsumen.
Oleh karena konsumen memberikan respon, yang berbeda, baik berupa perasaan (af]rect) maupun penilaian (cognition), kelika melihat suatu iklan maka perlu dilakukan penelitian yang mengembangkan model attitude toward the ad. Adapun, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh attitude toward the ad terhadap brand attitude dan purchase intention pada konsumen yang sudah mengkonsumsi SOZZIS dan konsumen yang belum mengkonsumsi SOZZIS.
Penelitian ini menggunakan sampel ibu rumah tangga di DKI Jakarta yang mengkonsumsi daging sapi dan ayam, benisia 21-40 tahun, berpendidikan minimal SMU, serta mcmiliki tingkat pengcluaran konsumsi di alas Rp. 500.000 per bulan. Dalam rangka memenenuhi tujuan penelitian maka sampel penelitian ini terdiri dari 100 orang responder yang sudah mengkonsumsi SOZZIS dan 100 orang responden yang belum mengkonsumsi SOZZIS.
Analisa data penclitian dengan metode SEM (Structural Equation Modeling) menunjukkan bahwa pada responden yang sudah mengkonsumsi SOZZIS, brand attitude dipengaruhi sccara Iangsung oleh attitude toward the ad dan brand cognition, sehingga kemudian mendorong purchase intention. Akan tetapi, brand cognition ini ternyata bukan berasal dari iklan SOZZIS versi Cueak Rowo. Sedangkan, pada responden yang belum mengkonsumsi SOZZIS, attitude toward the ad mempengaruhi brand altitude secara langsung dan tidak langsung (meialui brand cognition), sehingga mendorong purchase intention.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan aspek peripheral iklan SOZZIS versi Cucak Rowo dengan penambahan endorser dan jingle terhukti berperan dalam meningkatkan pengaruh altitude toward the ad terhadap brand altitude dan purchase intention dari responden yang sudah maupun betuzn mengkonsumsi SOZZIS. Selain itu, penguatan aspek central mclalui informasi produk dalam jingle juga turut meningkatkan pengaruh attitude toward the ad terhadap brand altitude dan purchase Intention pada responden yang belum mengkonsumsi SOZZIS.
Terdapat beberapa implikasi manajerial yang disarankan penelitian ini, antara lain pemasar perlu mengikutsertakan peripheral cues dalam iklan televisi untuk mendorong existing consumer tnelakukan pembelian ulang. Sedangkan, untuk menjangkau konsumen barn maka pemasar perlu mengkombinasikan peripheral cues dengan aspek informatif untuk mempermudah penyainpaian inforinasi. Selain itu, pemasar perlu rnengontroi arus informasi produk yang beredar di kalangan konsumen untuk senantiasa menjamin pengaruh positifnya dalam mempengaruhi brand attitude dan purchase intention.

SOZZIS is a pioneer of ready-to-eat sausage product in Indonesian market. It was nationally launched in February 2005, which targeted to consumer SFS A+, A, B', 13, C', In it's first year, SOZZIS succeed being market leader in all sausage product category with 40% market share, besides it's achievement of "Indonesian Consumer Satisfaction Awards" (ICSA) 2005 and "Packaging Consumer Branding Awards" (PCBA) 2005.
These successful are tight to Japfa's integrated marketing communication (IMC) strategy which is focused in the wide reach of TVC to push SOZZIS sales throughout country. SOZZIS newest TVC (in early 2006) was designed with stronger peripheral and central effect than before. ll's performed endorser of 5 famous artists consist of Dedi Mizwar, Basuki, Nana Mirdad, Naysila Mirdad, and Nabila. The new TVC also use jingle of famous Indonesian folk song which it's lyrics are switch to SOZZIS product information.
Because of consumer response difference to a TVC exposure, many research have developing the relation of attitude-toward-the-ad with brand attitude and purchase intention. So does this research, which aim to analyze the effect of attitude-toward-the-ad to brand attitude and purchase intention, for consumer who have consumed SOZZIS and consumer who haven't consumed SOZZIS.
This research involves housewife as respondent which have criteria live in DKi Jakarta, consume meat and chicken, age between 21-40 year, minimum senior high school graduated, and expenditure rate above Rp. 500.000 per month. In case to fulfill it's objective, this research use 100 respondent who have consume SOZZIS and 100 respondent who haven't consume SOZZIS.
SEM (Structural Equation Modeling) methodological data analysis show that for consumer who have consume SOZZIS, brand attitude is directly affected by attitude-toward the-ad and brand cognition, and then push purchase intention. But, this brand cognition is not sourced from SOZZIS TVC Cucak Rowo version. At the other side, for consumer who haven't consume SOZZIS, attitude-toward-the-ad is directly and indirectly effect brand attitude and at in the end push purchase intention.
Those results, indicate that the strengthen of peripheral aspect in SOZZIS TVC Cucak Rowo version with endorser and jingle are increase the effect of attitude-toward-the-ad to brand attitude and purchase intention in both respondent. Besides that; the strengthen of central aspect through product information jingle lyrics are also increase the effect of attitudetoward-the-ad in brand attitude and purchase intention for consumer who haven't consume SOZZIS.
There are some managerial implication gained from this research results, such as marketer need to involve peripheral cues in TVC to impulse repurchasing and they also have to focused on informative aspect or combine it with peripheral cues to attract and easily informed consumer (especially with well-known endorser and jingle). Beside that, marketer also have to control the product information flow among consumer to make sure it's positive effect in forming brand attitude and purchase intention"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
T19694
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rakhmat Dicky Muhammad
"Roti Guriyana adalah salah satu usaha yang bergerak di bidang penjualan roti (bakery industry) yang memiliki pabrik dan toko roti di bilangan Jakarta Timur. Roti Guriyana bekerjama sama dengan beberapa mitra pedagang keliling untuk mendistribusikan roti-roti yang diperdagangkan di perumahan atau perkampungan. Roti Guriyana memiliki tujuan untuk mengembangkan bisnis roti dan memperluas target pasar melalui pengembangan dan aktivasi digital. Sejauh ini, Roti Guriyana telah mengembangkan bisnis ini sudah berpuluh-puluh tahun, dan belum pernah ada perubahan yang cukup signifikan. Masalah mendasar yang dialami oleh Roti Guriyana sejauh ini adalah tidak pernah menyusun strategi mengenai kegiatan pemasaran melalui sosial media dan merubah konsep desain roti kemasannya yang telah dipertahankan selama Roti Guriyana berdiri. Dengan segala pertimbangan, maka tujuan dari business coaching ini adalah memberikan penyusunan strategi Instagram marketing dan mengimplementasi redesign kemasan roti UMKM Roti Guriyana.

Roti Guriyana is one of the businesses engaged in selling of bread (bakery industry) which has factories and outlet in East Jakarta. Roti Guriyana cooperates with a number of merchant partners to distribute bread traded within housing or villages. Roti Guriyana aims to develop the bread business and expand its target market
through digital development and activation. So far, Roti Guriyana has been developing this business for decades, and there have never been any significant changes. The basic problem experienced by Roti Guriyana so far has never been to formulate a strategy regarding marketing activities through social media and change the design concept of the packaging bread that has been maintained while Roti Guriyana was established. With all these considerations, the purpose of this business coaching is to provide an Instagram marketing strategy and implement the redesign of Roti Guriyana SME bread packaging.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Noviana
"Industri Farmasi adalah badan usaha yang memiliki izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan untuk melakukan kegiatan pembuatan obat atau bahan obat. Manajemen risiko mutu adalah suatu proses sistematis untuk melakukan penilaian, pengendalian, komunikasi dan pengkajian risiko terhadap mutu obat. Proses ini dapat diaplikasikan baik secara proaktif maupun retrospektif. Pada Industri PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dalam kajian resiko mutu dikenal dengan Risk Register. Risk Register memuat informasi mengenai identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan keluaran risiko mutu. Penilaian Risiko terdiri dari identifikasi bahaya, analisis risiko dan evaluasi risiko terkait dengan paparan bahaya. Identifikasi risiko adalah informasi yang digunakan secara sistematis untuk mengidentifikasi bahaya menyangkut risiko yang dipersoalkan atau deskripsi masalah. Analisis risiko adalah estimasi terhadap risiko terkait bahaya yang diidentifikasi. Evaluasi risiko membandingkan risiko yang sudah diidentifikasi dan dianalisis terhadap kriteria risiko yang ditentukan. Keluaran penilaian risiko dapat berupa perkiraan kuantitatif risiko ataupun deskripsi kualitatif tentang rentang risiko. Bahan pengemas adalah tiap bahan, termasuk bahan cetak, yang digunakan dalam proses pengemasan obat, tetapi tidak termasuk kemasan luar yang digunakan untuk transportasi atau keperluan pengiriman ke luar pabrik. Bahan pengemas disebut primer atau sekunder tergantung tujuan penggunaan apakah bersentuhan langsung dengan produk atau tidak. Berdasarkan kajian risiko yang diperoleh dari 4 sub-step yaitu pada PM dan IPC area QC sebanyak 28 risiko dan dengan Risk Reduction Strategy sebanyak 58 action. Adapaun Berdasarkan nilai RPN, rata-rata Risk Factor yang didapatkan bernilai 8 atau tergolong Major dengan Priority Moderate. Setelah dilakukan risk reduction strategy/action, rata-rata Risk Reduction yang didapatkan bernilai 2,6 atau tergolong Minor dengan Priority Low. Semakin kecil nilai RPN yang diperoleh, maka prioritas untuk melakukan CAPA semakin sedikit/kecil atau bahkan tidak memerlukan tindakan tambahan.
Pharmaceutical Industry is a business entity that has a license in accordance with the provisions of laws and regulations to carry out activities to manufacture drugs or medicinal materials. Quality risk management is a systematic process for assessing, controlling, communicating and assessing risks to drug quality. This process can be applied both proactively and retrospectively. In PT Darya-Varia Laboratoria Tbk Industry, the quality risk assessment is known as Risk Register. Risk Register contains information about risk identification, risk analysis, risk evaluation, and quality risk output. Risk Assessment consists of hazard identification, risk analysis and risk evaluation related to hazard exposure. Risk identification is information used systematically to identify hazards concerning the risk in question or description of the problem. Risk analysis is the estimation of the risk associated with the identified hazard. Risk evaluation compares the identified and analyzed risks against defined risk criteria. The output of a risk assessment can be a quantitative estimate of risk or a qualitative description of the range of risk. Packaging material is any material, including printed materials, that is used in the drug packaging process, but does not include outer packaging used for transportation or shipping purposes outside the factory. Packaging materials are called primary or secondary depending on the purpose of use whether in direct contact with the product or not. Based on the risk assessment obtained from 4 sub-steps, namely in the PM and IPC QC area as many as 28 risks and with a Risk Reduction Strategy of 58 actions. As for the RPN value, the average Risk Factor obtained is worth 8 or classified as Major with Moderate Priority. After the risk reduction strategy / action is carried out, the average Risk Reduction obtained is 2.6 or classified as Minor with Low Priority. The smaller the RPN value obtained, the less priority to do CAPA or not even require additional action."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>