Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 132 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tri Julia
"ABSTRAK
Anna Seghers adalah seorang pengarang terkemuka yang karya-karya awalnya langsung mendapatkan hadiah Kleist. Melalui karya-karyanya wanita ini selalu berusaha mengangkat derajat kaum yang lemah dan tertindas, dan memilih tinggal di bekas negara Jerman Timur, walaupun berasal dari keluarga yang kaya raya. 'Grubetsch' mengisahkan tentang kehidupan kaum miskin di wilayah kumuh, dimana para penghuninya bermimpi untuk dapat keluar dari keadaan mereka yang sangat memprihatinkan dan tanpa harapan. Mereka tidak mempunyai niat atau keinginan untuk berusaha sendiri dengan sekuat tenaga mencari jalan keluar dari keadaan tersebut, akan tetapi sebagai gantinya mereka hanya menggantungkan harapan-harapan dan mimpi-mimpi mereka pada Grubetsch, seorang petualang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap, bahkan asal usulnyapun tidak mereka ketahui. Grubetsch tidak berhasil mewujudkan semua itu, sehingga akhimya dia menjadi korban. Semua yang terjadi dalam cerita ini merupakan kesia-siaan, seperti juga kehidupan para tokohnya. Kematian dan kehancuran yang mereka alami sama sekall tidak ada artinya, karena sesudah kematian Grubetsch, semuanya kembali seperti sediakala, kembali ke rutinitas semula, tidak ada.

"
1996
S14985
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Franky K.I. Montung
"Penulisan skripsi ini bertujuan untuk membuktikan keberhasilan Teatime membawa sandiwara radio Jerman ke puncak ketenaran, sekaligus mencari faktor-faktor penyebab keberhasilan tersebut. Masa pemerintahan Hitler yang berakhir dengan perang dunia II, oleh Gunter Eich sering dijadikan sebagai latar belakang penulisan karya-karyanya, misalnya sandiwara radio Teatime. Melalui karya ini, Eich mengajak para pende_ngar untuk belajar dari pengalaman-pengalaman di masa lalu. Konflik antara malapetaka dan penderitaan dalam Traume dengan keadaan sosial, ekonomi dan politik yang mulai stabil pada saat siaran perdana Traume (1950), ternyata mengundang protes pendengar. Hal ini membuktikan keberhasilan Traume menggugah masyarakat agar lebih memperhatikan kehadiran sandiwara radio dan sekaligus membangkitkan minat masyarakat terhadap sandiwara radio. Keberhasilan ini mengakibatkan jumlah sandiwara radio yang disiarkan naik dengan pesat, demikian juga dengan penulis sandiwara radio. Jadi dapat dilihat bahwa Teatime telah berhasil memba_wa sandiwara radio ke puncak ketenaran."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1987
S14719
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adhi Agus Oktaviana
"Skripsi ini membahas mengenai penggambaran bentuk motif perahu pada seni cadas di Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis khusus terhadap komponen atribut bentuk motif perahu dan analisis taksonomik untuk mengetahui keragaman bentuk motif perahu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motif perahu pada seni cadas memperlihatkan keragaman bentuk dan perkembangan teknologi perahu. Penggambaran motif perahu juga ada yang distilir dan memiliki makna te"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S11436
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rismalia
"Untuk mengetahui nilai persentasi delegasi 9-pasangan basa (del 9-pb) dan motif Polinesia pada DNA mitokondria populasi suku bugis , kaili Makassar, dan Minahasa telah dilakukan suatu penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah amplikasi dengan PCR (Polumerase chain reaction), elektroforensis pada gel agrosa, serta pembacaan urutan basa (dideoxy sequencing). DNA diektrasi dari 230 sampel darah (Bugis 38 Sample, Kaili 106 sampel, Makkasar 42 sample, dan Minahassa 44 sampel). Del 9-pb ditemukan pada keempat populasi yang diamati dengan persentasi dalam urutan yang menurun sebagai berikut: Makkasar 26,19%, Kaili 24,53% Bugis 23,68%, dan Minahassa 13,64%. Pembacaan urutan basa 52 sampel yang memiliki del-9pb pada sample DNA di atas menujukan 5 haplotipe bila hanya diamati posisi 16217, 16247,16261 yaitu haplotipe Cac (36,54%), tac (23,08%), CaT (23,08%), taT (9,61%) dan CGT (7,69%). Motif Polinesia (del 9-pb dengan haplotipe CGT) ditemukan pada populasi suku Kaili (11,54%) dan Minahasa (16,67%).
Hasil penelitian mendukung data arkeologi dan antropologi yang menyatakan bahwa nenek moyang sebagian penduduk Indonesia berasa dari dataran Asia Selatan yang bermigrasi dalam gelombang besar."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1998
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Made Cynthia Agrita Putri Rizwari
"Perkembangan teknologi mengubah perilaku pengasuhan orang tua dengan membagikan informasi mengenai anak di media sosial yang disebut sharenting. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi motif sharenting, parental satisfaction, dan trait kepribadian conscientiousness terhadap sharenting. Partisipan penelitian adalah 550 orang (33 laki-laki dan 517 perempuan) dengan rentang usia 23-57 tahun (M = 32,47 tahun, SD = 5,53). Partisipan diperoleh dengan metode convenience sampling dan pengumpulan data dilakukan secara daring. Alat ukur penelitian ini adalah SPS (Skala Pengukuran Sharenting), ASMS (Adaptasi Skala Motif Sharenting), Satisfaction Scale (subskala dari Parenting Sense of Competence Scale; PSOC) dan IPIP-BFM-25 (International Personality Item Pool-Big Five Factor Marker-25). Hasil uji regresi berganda menemukan bahwa motif sharenting dan trait kepribadian conscientiousness secara bersama-sama berkontribusi sebesar 35,5 persen terhadap sharenting. Economic, informative-archiving, dan impression-management motives berkontribusi secara signfikan terhadap sharenting. Sementara itu, parental-advice dan social motives, serta parental satisfaction tidak berkontribusi terhadap sharenting.

The development of technology shaped new parenting behavior by sharing information about their children on social media, this phenomenon is called sharenting. This study aimed to find out the contribution of sharenting motives, parental satisfaction and the conscientiousness personality trait towards sharenting. Participants were 550 parents (33 men and 517 women), aged 23-57 years old (M = 32,47 years, SD = 5,53). Participants were selected using convenience sampling method and data were collected online. The measurements were SPS (Skala Pengukuran Sharenting), ASMS (Adaptasi Skala Motif Sharenting), Satisfaction Scale (subscale from Parenting Sense of Competence Scale; PSOC) and IPIP-BFM-25 (International Personality Item Pool-Big Five Factor Marker-25). Data were analyzed using multiple regression. Results showed that sharenting motives and conscientiousness together explain 35,5% of sharenting variance. Economic, informative-archiving and impression-management motives were found to contribute to sharenting significantly, while parental and social advice motives, as well as parental satisfaction did not contribute."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haryo Abdurrahman
"ABSTRAK
Dalam dunia modern yang semakin kompleks sekarang ini, tampak kebutuhan dan ketergantungan manusia terhadap media massa semakin besar. Kebutuhan dan ketergantungan ini erat kaitannya dengan fungsi media massa yang dirasakan dapat melayani beberapa kebutuhan masyarakat tersebut. Secara Umum fungsi media massa adalah untuk hiburan, informasi, pendidikan dan fungsi editorial. Banyak . ahli-ahli komunikasi yang mengemukakan fungsi media massa dengan istilah yang berbeda, namun artinya sama saja. Bila seseorang menggunakan suatu media, dalam arti memakai suatu isi pesan, tentu ada suatu keinginan yang diharapkan dapat terpenuhi oleh media dan isi pesannya itu. Apakah itu berhubungan dengan terpenuhinya kebutuhan akan informasi, hiburan atau lainnya, sehingga bukan hal yang mengherankan bila setiap orang mempunyai pilihan media dan isi pesan yang berbeda untuk untuk kebutuhan yang berbeda tergantung dari fungsi media yang ia butuhkan. Kebutuhan seseorang yang bisa dipenuhi oleh media massa, bisa dibagi dalam kebutuhan yang berhubungan dengan fungsi media massa yang dalam penelitian ini dibagi menjadi fungsi Diversi atau fungsi hiburan, personal relationship atau fungsi * personal, fungsi personal identity atau fungsi identitas fungsi hubungan personal dan terakhir fungsi surveillance atau pengawasan (informasi). Jadi apabila seseorang menggunakan suatu media massa atau isi pesan tertentu dari media ini bukanlah suatu hal yang kebetulan, tapi ini memang karena media atau isinya itu memberinya kepuasan atau gratifikasi tertentu untuk dirinya. Pendekatan inilah yang dikenal dengan nama Uses and Gratification. Dengan pendekatan ini penulis berusaha mengungkapkan kegemaran remaja terhadap suatu acara radio, dengan kasus yang dipilih adalah acara Catatan si Boy. Acara ini sangat populer dikalangan remaj a pendengar radio Prambors, terutama anggota Prambors Listeners Club (PLC). Kegemaran anggota PLC terhadapa acara ini bukanlah hal yang kebetulan, mereka mengikuti acara ini karena didorong oleh motif tertentu dan tentu ada Kepuasankepuasan yang mereka dapatkan dari mengikuti acara ini. Dalam penelitian antara motif-motif dan kepuasankepuasan akan dilihat hubungannya yang dikaitkan dengan fungsi media massa tadi di atas. Dari hasil yang diperoleh ternyata antara motif mendengarkan Catatan si Boy dan kepuasan yang diperoleh dari acara itu hanya berhubungan pada fungsi diversi saja. Sedang pada tiga fungsi lainnya yaitu fungsi personal relationship, personal identity dan surveillance, hubungan antara motif dan kepuasan ternyata tidak signifikan atau tidak ada hubungan satu sama lain.
"
1989
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
S4392
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Lavinia Budiyanto
"Konsep diri individu mempengaruhi tingkah lakunya dalam berbagai situasi. Diskrepansi yang terjadi antara konsep diri aktual dengan konsep din ideal dapat mempengaruhi seseorang dalam bertingkah laku. Dalam bertingkah laku, individu didorong oleh motivasi. Motivasi terdiri dari motif afiliasi, motif kekuasaan, dan motif berprestasi. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai hubungan antara diskrepansi konsep diri aktual dan konsep din ideal dengan motif berprestasi pada para remaja putri yang mendatangi agensi-agensi modelling untuk menjadi fotomodel. Penelitian ini dilakukan berdasarkan asumsi bahwa kuatnya motif berprestasi individu berhubungan dengan rendahnya diskrepansi antara konsep diri aktual dengan konsep diri ideal individu tersebut, sehingga hipotesis alternatif yang diuji berkorelasi negatif.
Sampel penelitian ini diambil dari populasi remaja putri berusia 18 sampai 21 tahun, pernah mendatangi dan mendaftar menjadi anggota agensi-agensi modelling, serta bertempat tinggal di DKI Jakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan alat tes berupa kuesioner dengan tiga bagian, yaitu konsep diri aktual, konsep diri ideal, dan motif berprestasi. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara kuantitatif. Hipotesis alternatif diuji signifikansinya pada l.o.s. 0,05 dengan perhitungan dua arah.
Para responden memiliki konsep diri aktual yang baik atau sehat, karena grafik distribusi statistik konsep diri aktual para responden normal (tidak skewed). Para responden juga memiliki konsep diri ideal yang baik atau sehat, karena walaupun grafik distribusi statistik tidak normal {skewed ke kiri) namun ini merupakan hal yang normal karena semakin kecil nilai konsep diri pada alat pengumpul data penelitian ini berarti semakin baik konsep diri tersebut. Diskrepansi antara konsep diri aktual dengan ideal para responden merupakan diskrepansi yang normal, karena grafik distribusi statistik normal (tidak skewed). Hal ini berarti konsep diri aktual para responden tidak terlalu jauh dengan konsep diri ideal mereka.
Pola motivasi yang terdapat pada para responden adalah sebagai berikut: 38% responden memiliki motif berprestasi yang kuat; 32% memiliki motif berprestasi yang sedang; dan 30% memiliki motif berprestasi yang lemah. Berarti hanya sepertiga dari responden yang memiliki motif berprestasi yang kuat.
Ada hubungan negatif yang signifikan antara diskrepansi konsep diri aktual dan konsep diri ideal dengan motif berprestasi. Dengan perkataan lain, dengan bertambah kecilnya diskrepansi antara konsep diri aktual dengan konsep diri ideal akan diikuti meningkatnya motif berprestasi pada para responden.
Walaupun diskrepansi konsep diri para responden merupakan diskrepansi yang normal, namun hanya sepertiga responden yang memiliki motif berprestasi yang kuat. Mungkin hal ini menandakan bahwa ada faktor lain yang ikut berperan untuk meningkatkan motif berprestasi, di mana faktor ini tidak terkontrol oleh penulis.
Dalam hal pengambilan sampel, pemilihan responden perlu diperluas dan lebih melibatkan banyak agensi modelling. Selain itu, perlu mengadakan rapport yang baik dengan para responden sehingga mereka mau menjadi responden. Alat pengumpul data yang digunakan sebaiknya menggunakan item-item standar agar lebih akurat. Selain diskrepansi antara konsep diri aktual dengan konsep din ideal, penelitian ini dapat juga dilakukan untuk meneliti diskrepansi antara konsep diri aktual dengan konsep diri sosial dan konsep din ideal dengan konsep diri sosial, serta hubungannya dengan motif berprestasi."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2000
S2928
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   2 3 4 5 6 7 8 9 10 11   >>