Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 285 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Haryadi Herdian
"Pemetaan suatu citra gambar dari long range CCTV kepada koordinat nyata pada peta merupakan hal yang baru. Pengetahuan ini dapat digunakan dalam berbagai macam keperluan seperti : peletakan kamera CCTV pada ujung ? ujung daerah perkotaan untuk pendeteksian bencana (kebakaran, pencurian, dll). Pada penulisan laporan ini, penulis akan mencoba suatu metode pemetaan citra kepada koordinat nyata. Koordinat nyata tersebut bukanlah suatu koordinat x,y,z pada permukaan geografis melainkan koordinat pixel citra satelit yang mengambil gambar perkotaan tersebut. Input yang digunakan dalam metode ini adalah sudut pemotretan CCTV terhadap objek yang digunakan. Sudut yang dibentuk tersebut dapat berubah-ubah dan mengandung banyak ketidakpastian (uncertainty). Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka penulis menggunakan logika fuzzy dalam memasukkan input sudut pemotretan. Sistem ini diujikan dengan data hasil simulasi percobaan. Pengembangan sistem ini dapat diarahkan kepada pemetaan pada permukaan geografis.
Image mapping from long range CCTV to real coordinate in map is an unordinary knowledge. This knowledge can be applied to many uses such as : set up a CCTV camera in the end of city to detect a disaster (fire, robbery, etc). In this final year project, the writer triesnto implement a new method to mapped an image from CCTV image to real coordinate. the real coordinate that is mentioned is not a X, Y, Z coordinate in land surface but pixel coordinate in satellite image that pictured the city. Angle that has been made between CCTV with the object is an input to the system. The problem is it is dynamic and has many uncertainty. To solved the problem, the writer use fuzzy logic within an angle. This system is tested with simulation data, it also can be developed to the land surface mapping."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Albert Prawira B.
"Teknologi Informasi telah menjadi peranan yang sangat penting dalam menunjang strategi dan visi organisasi. Hal ini didasari oleh Survey yang dilakukan oleh PricewaterhouseCoopers pada tahun 2003 dan 2005. Hasil survey menunjukan bahwa 52% di tahun 2003 dan 57 % ditahun 2005 menyatakan TI memegang peranan yang sangat penting dalam mewujudkan strategi dan visi perusahaan. Industri keuangan seperti perbankan merupakan salah satu industri yang tertinggi menyatakan bahwa TI berperan sangat penting untuk mewujudkan strategi dan visi perusahaan dibandingkan industri lainnya. Oleh karena itu penulis ingin melihat kesesuaian model tata kelola TI pada Bank DA dengan beberapa kerangka kerja dari teori yang telah ada. Penulis tidak merancang kembali tata kelola TI yang sudah ada pada Bank DA hanya mendeskripsikan tata kelola TI nya.
Penelitian dilakukan menggunakan tiga kerangka kerja tata kelola TI berikut: kerangka kerja Struktur, Proses dan Hubungan atau Komunikasi, kerangka kerja IT Governance Institute, dan kerangka kerja Australian Standard for Good Corporate Governance of ICT. Penulis akan memetakan tata kelola TI bank DA ke kerangka kerja-kerangka kerja tersebut. Setelah memetakan tata kelola TI bank DA penulis akan menganalisa menggunakan teori tata kelola TI dari ketiga kerangka kerja tersebut dan mencari temuan-temuan dalam penganalisaannya.
Dari hasil analisis penulis menemukan bahwa tata kelola TI bank DA sebagian besar sesuai dengan ketiga kerangka kerja yang digunakan. Penulis juga menemukan ada sebuah proses pada bank DA yaitu formally tracking business value of IT yang belum dijalankan dengan baik. Selain itu tata kelola TI bank DA sesuai dengan empat dari tujuh karakteristik yang terdapat pada perusahaan yang memiliki tata kelola TI dan kinerja keuangan yang baik. Dengan melihat tata kelola TI yang baik dan sesuai dengan sebagian besar kerangka kerja yang ada penulis menyarankan menggunakan tata kelola TI sebagai salah satu masukan untuk mengembangkan pola tata kelola TI perusahaan di Indonesia.

Information Technology has been an important role to support the vision and strategy of the organization. This is based on the survey that is conducted by PricewaterhouseCoopers in 2003 and 2005. The result of the survey shows that 52 % in 2003 and 57 % in 2005 state that Information Technology has been an important role to achieve the vision and strategy of an organization. Financial Industry like bank was one of the highest industries that state this statement compare to the other industries. Author is interested to investigate the fitness of Bank DA IT Governance Model compare to existing framework from other theory. Author doesn't re-design the IT Governance of Bank DA, but only describe the existing IT Governance that Bank DA impalement.
The Research is conducted using three IT Governance frameworks as follow: Structure, Process and Relationship mechanism framework, IT Governance Institute framework, and Australian Standard for Good Corporate Governance of ICT framework. Author will map Bank DA IT Governance to these three frameworks. After mapping them, Author will analyze it using IT Governance theory from the three frameworks and give some fact that is found from analysis. From the analysis author found that most of Bank DA IT Governance is match to the three frameworks.
Author also found that there is one process in Bank DA, formally tracking business value of IT, which is not performed well. The other finding is Bank DA IT Governance has applied four characteristic of seven that has been applied in the organization that has great IT Governance and financial performance. Refer to the analysis that show Bank DA has run their IT Governance well and mostly match to the IT Governance framework from other theory. Author suggests using Bank DA IT Goverancne as an input to develop Indonesia IT Governanace Model. "
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2007
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yulie Astanto
"Penerapan Good Governance (tata kelola yang baik) pada sektor pemerintahan, khususnya sektor layanan publik memiliki tingkat urgensi yang sama tinggi dengan sektor korporat. Tuntutan akan akuntabilitas dan transparansi, baik dari stakeholder maupun masyarakat luas, membutuhkan suatu perangkat pendukung terciptanya tata kelola yang baik di dalam organisasi. Tata Kelola TI, tidak terbantahkan lagi, memiliki kontribusi yang besar dalam mendukung terciptanya Tata Kelola Organisasi yang baik Penelitian ini menyoroti tata kelola TI di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai salah satu organisasi pemerintah sekaligus layanan publik dengan intensitas penggunaan TI yang tinggi di Indonesia. Penulisan penelitian bersifat studi kasus dan secara kualitatif dan eksploratif merumuskan struktur, proses, dan mekanisme pada tempat studi kasus secara deskriptif Dalam melakukan pemetaan digunakan kerangka kerja Centre for Information System Research (CISR) MIT, untuk mengetahui struktur, proses dalam pengambilan keputusan, dan mekanisme dalam tata kelola TI. Identifikasi permasalahan berkaitan dengan implementasi TI dilakukan dengan menganalisa Tata Kelola TI menggunakan beberapa kerangka kerja. Hasil pemetaan dan analisa diharapkan dapat memberikan gambaran dan pemahaman yang komprehensif tentang penatakelolaan TI sehingga memudahkan organisasi dalam mengidentifkasi permasalahan yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap aspek penatakelolaan TI.

The implementation of good corporate governance in the public sector has the same importance as a corporate sector. The arraignment of accountability and transparency either from stakeholder or the public society lacked for support to create good governance in the public organization. This research focused on the IT Governance which is implemented in Directorate General of Tax (DJP) as a public service organization which has high IT intensity in Indonesia. This research used CISR framework to maps structure, process, and relational mechanisms in making IT decisions and used another frameworks in order to analyze the problems in the IT organization due to the lack of understanding of IT Governance. The methodology of this research was a case study and qualitatively formulate structure, process, and relational mechanisms in such a way that can increase the understanding of IT Governance in DJP. Based on the research, researcher hoped that organization could identify the IT Governance problems of the organizations through Organization IT Governance mapping and analyze the mapping used the frameworks implemented."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
T-611
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Crampton, Jeremy W.
Malden: Wiley-Blackwell, 2010
526 CRA m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Teddy Indira Budiwan
"Proses belajar merupakan suatu proses yang terjadi pada setiap orang selama hidupnya. Teori kognitif menekankan tiga aspek yang saling berhubungan di dalam belajar (Resnick, 1989). Aspek yang pertama adalah belajar adalah proses penyusunan pengetahuan, bukan hasil rekaman ataupun penghisapan (absorption). Aspek yang kedua adalah belajar tergantung kepada pengetahuan yang telah dimiliki (knowledge dependenf). Aspek yang terakhir adalah belajar tergantung kepada lingkungan belajar. Hal yang dapat menolong terjadinya proses belajar yang efektif adalah dengan penggunaan mindtools atau yang dikenal dengan cognitive tools. Mindtools merupakan alat bantu yang memfasilitasi memahami suatu konsep atau pengetahuan (Jonassen, 1996). Sebagai salah satu media pendukung belajar efektif, komputer telah menjadi bagian yang penting di dalam kehidupan kita.
Penelitian bertujuan untuk meneliti pengaruh Concept Mapping sebagai alat bantu dalam membaca teks pada mahasiswa fakultas psikologi Universitas Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan kepada subyek yang menggunakan CM dan yang tidak menggunakan CM setelah sebelumnya subyek diberikan bacaan. Pada subyek yang menggunakan CM, subyek diminta untuk membuat concept map sebelum menjawab pertanyaan.
Dari hasil penelitian, lebih banyak subyek yang memakai CM mengintegrasikan ide yang mereka peroleh dari bacaan dengan ide yang mereka miliki sebelumnya. Subyek yang memakai CM juga dapat mengingat lebih banyak ide tiga minggu setelah membaca bacaan.
Dari hasil ini peneliti menyimpulkan bahwa dengan menggunakan CM, subyek cenderung menunjukkan pemahaman yang diperoleh melalui interpretation. Namun, pada subyek yang menggunakan CM dan bekerja di dalam kelompok, kecenderungan itu tidak terlihat. CM juga tidak dapat dikatakan berpengaruh terhadap memory retention pada subyek. Subyek yang memakai CM juga banyak mengelaborasi ide yang mereka peroleh dengan pengalaman mereka sendiri atau dengan diri mereka sendiri. Subyek yang mengelaborasi ide mereka juga mempunyai ingatan yang lebih baik mengenai bacaan yang mereka baca."
Depok: Universitas Indonesia, 2002
S2912
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I Made Ari Mahadi
"Studi ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis implementasi stakeholder mapping pada Professional Products Division di L?Oréal Indonesia. Pengumpulan data diperoleh melalui tahapan wawancara dengan manajemen level atas, tinjauan literatur, dan pengamatan Peneliti selama bekerja di perusahaan bersangkutan. Stakeholder mapping merupakan perangkat yang digunakan manajemen untuk menganalisis pemangku kepentingan kunci bagi aktivitas bisnisnya. Berdasarkan penilaian terhadap stakeholder salience, tingkat ketergantungan stakeholder pada perusahaan, dan stakeholder power, disimpulkan bahwa stakeholder utama perusahaan adalah hairdresser, edukator, manajemen, karyawan, distributor,regulator, dan media. Pengelolaan hubungan yang efektif dengan stakeholder kunci mendorong peningkatan brand image dan brand awareness, meraih kepercayaan konsumen, serta goodwill di mata masyarakat.

This study aims to investigate and analyze the implementation of stakeholder mapping that is focused on Professional Products Division L'Oréal Indonesia. Data collection was obtained through the interview with top level management,literature review, and researcher's observations while working in the company concerned. Stakeholder mapping is a tool used by management to analyze key stakeholders for their business activities. Based on an assessment of stakeholder salience, the level of dependence between stakeholders on corporate, and stakeholder power, it can be concluded that the company's main stakeholders are hairdressers, educators, management, employees, distributors, regulators, and the media. By managing effective relations with key stakeholder, the company has improved their brand image and brand awareness, consumer's trust, and goodwill from the society.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S47135
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gisella Ayu Pradipta
"Studi ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis implementasi stakeholder mapping pada PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk Data diperoleh melalui wawancara dengan manajemen perusahaan tinjauan literatur dan pengamatan Peneliti selama magang di perusahaan Studi ini merupakan studi mengenai persepsi yang berarti bahwa penggolongan stakeholder pada satu perusahaan bisa saja berbeda dengan perusahaan yang lain Berdasarkan penilaian atas stakeholder salience ketergantungan stakeholder dengan perusahaan power dan interest stakeholder serta posisi stratejik stakeholder maka dapat disimpulkan bahwa stakeholder utama dari perusahaan adalah regulator asosiasi pengembang Kementerian Perumahan Rakyat customer dan Pemerintah Indonesia Pengelolaan hubungan dengan stakeholder memberikan manfaat berupa peningkatan brand image reputasi yang baik dukungan moral dari stakeholder persepsi baik dari customer dan bebas dari tuntutan.

This study aims to review and analyze the implementation of stakeholder mapping in PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk Data for this research was obtained through interview with management literature review and researcher's observation during internship. This study is a study of perception which means classification of stakeholder in one company might be different from other company. According to the assessment of stakeholder salience stakeholder interdependence stakeholder power and interest and strategic position of a stakeholder company's key stakeholders are regulator association of developer Kementerian Perumahan Rakyat and Indonesian Government. Stakeholder management has given benefit for the company such as building brand image good reputation moral support good customer perception and free of charges.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ayu Saraswati
"Divisi Produksi pada suatu Perusahaan Radiator mengalami masalah keterlambatan mencapai 34%. Sebesar 69.23% penyebab keterlambatan diakibatkan oleh hambatan pada stasiun kerja. Hambatan-hambatan ini diidentifikasi sebagai suatu pemborosan yang tidak memberi nilai pada produk yang dihasilkan. Kegiatan observasi pada penelitian bertujuan untuk mengetahui pemborosan apa saja yang terjadi pada proses produksi. Pendekatan VSM dan FMEA digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pemborosan pada proses produksi.
Penelitian menghasilkan rancangan proses produksi yang dapat menurunkan lead time sebesar 26.12% dari `1321.18 menit menjadi 976.15 menit. Penurunan lead time berpengaruh terhadap penurunan reschedule pada Divisi Produksi sebesar 8.88% dari 34% menjadi 25.12%. Penurunan reschedule pada Divisi Produksi berpengaruh terhadap penurunan persentase jumlah unit radiator yang mengalami reschedule sebesar 11.24% dari 43% menjadi 31.76%.

Production Division in Radiator Company having reschedule problems reached 34%. 69.23% of the reschedule caused by barriers at the work station. These barriers are identified as a waste that doesn?t give value of the product. Observation in this research aims to determine waste of production process. VSM and FMEA tools are used to solve problems related to waste, which present in the production.
The research resulted in the design of production process improvements that can reduce 26.12% of lead time from 1321.18 minutes to 376.15 minutes. Decreased lead time of the processes resulted in the decreased of reschedule in Production Division from 34% to 25.12%, which is 8.88%. Decreased reschedule in Production Division resulted in the decreased of unit radiator rescheduled from 43% to 31.76%, which is 11.24%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S63035
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Masyita Mutiara Hikmah
"Penelitian ini dilakukan pada gudang perusahaan radiator di Indonesia. Salah satu aktivitas utama operasional gudang yaitu aktivitas pengambilan material. Namun, aktivitas pengambilan material yang dibutuhkan untuk proses produksi ini belum efektif. Hal ini dikarenakan lamanya waktu yang dibutuhkan dalam setiap aktivitas pengambilan material.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan perbaikan aktivitas pengambilan material di gudang agar dapat meningkatkan nilai tambah dan mengurangi pemborosan pada aktivitas pengambilan material di gudang. Metode Value Stream Mapping, prinsip lean, root causes analysis, FMEA digunakan sebagai usulan perbaikan.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat usulan perbaikan yang dapat menurunkan lead time pada gudang satu sebesar 23.61%, gudang dua sebesar 31.22%, dan gudang tiga sebesar 48.65%. Penurunan lead time berpengaruh terhadap peningkatan sasaran mutu gudang. Sasaran mutu ketiga gudang mencapai target 100% yang ditetapkan perusahaan.

This study is conducted at radiator company in Indonesia. One if the major warehouse operational activity is material issuing activity. In contrast, material issuing activity less than effective. It is because the length of time needed for each material issuing activity.
This research aims to make a design of material issuing activity improvement in warehouse to increase value added and reduce waste. Value Stream Mapping, Lean Approach, Root Cause Analysis and FMEA are used to solve problems as a proposed improvement.
Based on the analysis, there are several proposed improvements reduced the lead time of first warehouse is 23.61%, the second warehouse is 31.22%, and the third warehouse is 48.65%. Decreased of lead time effect on warehouse quality objectives improvement. All of the warehouse reach 100% target set by the company.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S63034
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anggie Rosa
"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi berbagai pemborosan yang terjadi pada proses produksi tahu isi milik UKM TAISI, dengan menggunakan salah satu lean tool yaitu value stream mapping (VSM) demi tercapainya prinsip lean manufacturing. Untuk dapat memahami dan menggambarkan proses bisnis dan kegiatan produksi tahu isi, diperlukan observasi dan wawancara dengan beragam operator produksi dan nonproduksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan VSM untuk merancang solusi produksi yang dapat mengeliminasi berbagai pemborosan. Hasil dari penelitian ini adalah telah diidentifikasi enam pemborosan utama yaitu menunggu, produk tidak sesuai spesifikasi, produksi berlebih, transportasi tidak efisien, pergerakan (motion) yang tidak perlu, dan proses yang tidak perlu. Solusi yang dihasilkan antara lain menjaga konsistensi kualitas dan datangnya bahan baku, automasi alat produksi, pemesanan bahan baku maksimal 2% melebihi permintaan harian, menggunakan conveyor/troli, penerapan paletisasi, penerapan aktivitas quality control di proses pembelahan, dan penerapan kanban system antara proses pembelahan dan pengisian. Pada future state map, solusi tersebut ditargetkan mengurangi total cycle time dari 30,74 menit menjadi 10,47 menit, total nonvalue added cycle time dari 2,92 menit menjadi 0,8 menit, dan penghematan biaya pemesanan bahan baku hingga 60%. Penelitian ini juga memberikan saran dan implementasi berbagai solusi improvement yang dijelaskan pada action plan dengan membaginya kedalam tiga kelompok aktivitas yaitu supplier loop, processing loop, dan pacemaker loop.

This study is purposed to identify and eliminate wastes in filled tofu production of UKM TAISI, by using one of lean tools called value stream mapping, to achieve lean manufacturing. To understand and map the process correctly, observations and interview techniques with workers from various types of work were done. This study using VSM approach is to propose solution regards on production process to eliminate wastes. Major findings resulted from the study are six wastes being identified which are waiting, defect, overproduction, inefficient transportation, unnecessary motion, and overprocessing. The proposed solutions are maintaining the consistency of raw material?s quality and arrival, automating production equipment by using automatic machine, ordering raw material maximum 2% more than demand on daily basis, using conveyor/trolley, installing palletization system, proceeding quality control on cutting process, and adopting kanban system between cutting and filling process. In future state map, those improvements are targeted to achieve reduction on total cycle time from 30,74 minutes to 10,47 minutes, total nonvalue added cycle time from 2,92 minutes to 0,8 minutes, and reduction on raw material ordering cost by 60%. This study also suggests implementation showed in annual action plan by dividing improvements plan into three loop of activities which are supplier loop, processing loop, and pacemaker loop."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S63011
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>