Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 551 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wiwiek Arumwati S.
"Kehadiran BUMN yang dimulai sejak zaman penjajahan Belanda, telah menjadikannya sebagai penggerak dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Keberhasilan yang telah dicapainya ditunjukan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kemakmuran secara nasional. Tetapi akhir-akhir ini keberadaan badan usaha tersebut mulai diperdebatkan, karena dianggap tidak sesuai dengan perubahan lingkungan yang terjadi. Selain itu kegiatannya yang juga dianggap tidak transparan dan tidak efisien dianggap hanya menghamburhamburkan keuangan negara saja.
Adanya perubahan global yang terjadi diseluruh dunia, yang diikuti oleh liberalisasi (keterbukaan) dalam bidang ekonomi, menyebabkan terjadinya persaingan baru antar negara didunia. Dengan semakin terbukanya sistem ekonomi dunia tersebut menjadi tuntutan bagi BUMN untuk mampu melakukan persaingan usaha. Persaingan dalam bentuk penyediaan barang dan jasa publik ini akan menjadi semakin berat, karena munculnya produk-produk baru dengan kualitas tinggi bahkan dengan harga lebih murah. Dapat dipastikan bahwa produk negara maju akan merajai pasar karena keunggulan yang dimilikinya baik dalam hal mutu, harga maupun teknologinya.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa usaha BUMN memang tidak mengikuti mekanisme pasar, disebabkan campur tangan pemerintah yang terlalu kuat dalam pengaturan manajemen BUMN. Intervensi yang diberikan dalam bentuk proteksi maupun fasilitas lainnya, telah menjadikan BUMN bekerja secara tidak efisien dan tidak profesianal. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi BUMN tersebut, adalah dengan melakukan "Swastanisasi" (privatisasi).
Swastanisasi yang dikemukakan oleh Savas dalam bukunya: "Privatization, The key to Better Government" merupakan paradigma baru mengenai perlunya pengurangan peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi serta lebih meningkatkan peran swasta. Melihat phenomena yang terjadi, maka diperlukan strategi baru bagi pengembangan produk BUMN untuk mampu melakukan persaingan dengan produk asing. Salah satu strategi yang diperlukan adalah dengan meningkatkan produktivitas maupun efisiensi perusahaan. Dengan kedua ukuran tersebut dapat diketahui kemampuan BUMN dalam melakukan efisiensi.
Dari hasil pengukuran menunjukan bahwa beberapa BUMN beroperasi secara tidak efisien. Maka untuk meningkatkan efisiensi tersebut diperlukan langkah konkrit bagi pembenahan manajemen BUMN secara menyeluruh dan secara terus menerus, baik dalam organisasi, manajemen, Sumter Daya Manusia, teknologi, harga, kualitas produk, dan mekanisme pasar. Dengan efisiensi tinggi diharapkan BUMN mampu melakukan persaingan pasar secara lebih kompetitif.
Swastanisasi yang harus diikuti oleh peningkatan efisiensi perlu memperhatikan 3 (tiga) aspek yaitu: pertama, sejauh mana swastanisasi sudah perlu dilakukan; kedua, BUMN mana yang sudah siap untuk siswastakan; dan ketiga, bagaimana bentuk kepemilikan dan status badan usaha yang sesuai.
"
1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hasannudin A.H.
"ABSTRAK
Dalam memasuki era globalisasi dimana persaingan antar rumah sakit semakin ketat, maka pembiayaan rumah sakit menjadi penting, yang mana berkaitan dengan tarif rumah sakit. Hal ini juga penting bagi rumah sakit swadana yang akan mengalami pengurangan subsidi anggaran dan menuju kearah rumah sakit mandiri.
Demikian juga dengan adanya tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan alat canggih menyebabkan biaya operasional pemeliharaan rumah sakit khususnya listrik semakin meningkat. Salah satu peralatan yang cukup banyak menyerap penggunaan daya listrik tersebut adalah Air Conditioner (AC).
Termasuk AC sentral yang berkapasitas besar. Untuk dapat menekan pembiayaan listrik tersebut diperlukan efisiensi dalam menjalankan peralatan tersebut.
Sehubungan dengan itu maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efisiensi penggunaan AC sentral di RSUD Koja dan upaya penghematan biaya listriknya.
Telah dilakukan penelitian pada bagian Seksi Keuangan, Instalasi Bedah Sentral dan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ( IPSRS) RSUD Koja.
Responden dari penelitian ini adalah Kepala Seksi Keuangan, Kepala Instalasi Bedah Sentral dan Staf IPSRS bagian AC.
Pengumpulan data dengan tehnik wawancara dan telaah dokumen. Analisa data primer dilakukan secara kualitatif dan analisa data sekunder secara kuantitatif.
Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan AC sentral di RSUD Koja belum efisien yang disebabkan beberapa faktor yang berhubungan dengan biaya tetap listrik yaitu penempatan karakteristik AC sentral yang kurang sesuai dengan fungsi ruang dan bagian bedah darurat dan pemanfaatan untuk Instalasi Bedah Sentral dan Bedah Darurat yang mempunyai waktu kerja yang berbeda sehingga menyebabkan AC sentral harus berfungsi selama 24 jam. Selain itu masih ada ruang bedah Instalasi Bedah Sentral yang belum termanfaatkan secara optimal, serta pemeliharaan AC sentral yang belum optimal, sedangkan faktor yang berhubungan dengan biaya tidak tetap listrik adalah prosedur penjadwalan operasi dan penerapan standar waktu operasi yang perlu ditingkatkan lagi.
Inefisiensi penggunaan AC sentral ini juga tampak dengan adanya perkiraan penghematan biaya listrik yang bisa didapat dengan melakukan perubahan penempatan AC sentral.
Agar penggunaan AC sentral lebih efisien dan dapat dilakukan penghematan biaya listriknya, maka sebaiknya dilakukan perubahan penempatan AC sentral untuk Instalasi Bedah Sentral yang waktu kerjanya tertentu dan AC Split Duct yang berasal dari Instalasi Bedah Sentral untuk bagian bedah darurat. IPSRS melakukan pemeliharaan AC sentral yang baik dengan mematikan Chiller AC sentral dan kompresor AC Split Duct diluar waktu penggunaan melalui pengaturan dengan menggunakan peralatan BAS serta melakukan pemantauan kebocoran ducting dengan pemasangan manometer. Pemadatan jadwal dan evaluasi standar waktu operasi perlu dilakukan untuk dapat mengurangi penggunaan daya listrik dan biayariya. Sistem informasi biaya perlu ditingkatkan dengan perbaikan manajemen keuangan khususnya akuntansi melalui pelatihan tenaga keuangan yang ada serta untuk pendelegasian wewenang dan tanggung jawab untuk mengkoordinasi dan melaksanakan upaya tersebut perlu dibentuk Komite Efisiensi dan Penghematan Biaya.

ABSTRACT
Technical Analysis on the Efficiency of the Use of Electricity for Central Air Conditioning at RSUD (Hospital) KojaEntering the global era where rivalry among hospitals is getting tight, the hospital costs is important connected with the hospital tariff. This matter is important for self funding hospitals which will get decreased subsidy in funds is to be independent.
The social demands for the services of sophisticated equipments cause the increase in hospital operational costs especially for electricity. One of the equipments using high electrical power is the AC, including the central AC of high capacity. In order to cut down the electrical costs it is necessary to be efficient in operating the equipment.
In connection with the above, this research is to analyze the efficiency of the use of the central AC at the RSUD Koja and in an effort of cutting the electrical costs.
A research has been carried on at the Financial section, the Central Surgey Installation and the Installation of Hospital Maintenance of RSUD Koja.
The respondents of the research are the Head of the Financial Installation, the Head of the Central Surgery and the Staff of the Installation of the Hopital Maintenance AC section.
The method used to compile data is by technical interview and by documentary examination. The analysis on primary data is carried out qualitatively and the secondary data is carried out quantitatively.
It is concluded that the use of central AC at RSUD Koja is not efficient which is caused by several factors connected with the regular costs for electricity i.e. the characteristic placement of the central AC unsuitable for the room and the emergency surgery and the use for the Installation of Central Surgery and Emergency Surgery which have different working hours so that the central AC must be in function for 24 hours. Besides, there is a surgery of the Installation of Central Surgery which is not used optimally, for the AC upkeep central haven't been optimal, whereas the factor connected with the regular electrical costs is the procedure of the schedule for surgery and the implementation of the operational standard time has to be enhanced.
The inefficiency of the use of the central AC is visible by an estimate of economical costs by the alteration of the placement of the central AC.
In order that the use of the central AC is more efficient and a reduce in the electrical costs, it is suggested to alter the placement of the central for the Central Surgery Installation with definite working hours and AC Split Duct from the installation of the Central Surgery for the emergency surgery. The Maintenance section IPRS has carried out good maintanance on the central AC by switching off the Central AC Chiller and the compressor of the AC Split Duct at the unscheduled time by using the BAS and by monitoring ducting leakage with manometer installation. The compact schedule and standard evaluation is deemed necessary to decrease the use of electrical power and the costs. The information system on the cost is to be enhanced by better financial management especially the accounting by training of the present financial staff to delegate the authority and responsibility in coordination and carry out the said effort it is necessary to appoint a Committee for Efficiency and to economize costs."
1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hartono
"Thesis ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja perbankan Indonesia, khususnya bank yang telah go public. Pada dasarnya ada dua masalah utama perbankan, yaitu aspek penarikan dana dan aspek penyaluran / pengelolaan dana. Aspek kedua relatif lebih penting mengingat bahwa prestasi bank ditentukan oleh kemampuannya memperoleh penghasilan / income dari pengelolaan dana. Masalah pengelolaan dana adalah masalah pengambilan keputusan penentuan alokasi dana ke beberapa bidang investasi. Islam thesis ini, berdasarkan data aktual , terdapat tiga bidang alokasi yang dipertimbangkan karena memberikan kontribusi terbesar sedangkan bidang lainnya relatif tidak signifikan kontribusinya. Adapun tiga bidang alokasi tersebut adalah aktiva pemberian pinjaman, aktiva surat berharga , dan aktiva penempatan.
Aspek strategis dari alokasi dana adalah eksisensi trade off dalam hal pencapaian tujuan keuntungan, likuiditas, dan keamanan (safety). Fenomena ini menarik untuk dikaji lebih lanjut berkaitan dengan ketentuan dalam Paket Februari 1991 yang mengharuskan bank memenuhi standard kinerja tertentu dengan batas akhir December 1993. Substansi pembahasan thesis ini adalah penentuan kombinasi proporsi dana yang harus dialokasikan ke tiga bidang alokasi sedemikian rupa sehingga mampu mencapai tingkat ROA ( indikator keuntungan ), LDR ( indikator likwiditas ) dan CAR (indikator keamanan/safety) sesuai ketentuan Bank Indonesia. Bila ini tercapai berarti alokasi sudah efisien atau optimal.
Untuk mengukur pencapaian efisiensi alokasi, perlu diperbandingkan antara hasil riil dengan hasil potensiil - potensiil. Aplikasi program linear goal programming (LGP) memungkinkan untuk menghitung hasil optimal yang secara teoritis seharusnya bisa dicapai. Keunggulan program LGP adalah kemampuannya untuk mencapai beberapa tujuan secara simultan, sehingga cocok digunakan sebagai alert analisa dalam thesis ini.
Hasil operasional periode 1989 - 1993 secara rata-rata menunjukkan bahwa sebagian besar bank yang dijadikan sample telah mampu memenuhi ketentuan standard minimal Bank Indonesia. Namun hasil komputasi program LGP memberikan indikasi bahwa hasil operasional yang rill masih dibawah potensi yang sesungguhnya. Dalam kondisi tanpa memberikan prioritas pada salah satu tujuan , menunjukkan hasil atau tingkat efisiensi yang lebih tinggi bila di bandingkan dengan kondisi pemberian priozitas pada salah satu tujuan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa bank yang go public belum efisien dalam mengalokasikan dananya."
Depok: Universitas Indonesia, 1995
T2367
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sudirman S.
"Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh tipe penyalaan kontrol jarak sama dan kontrol sudut sama pada penyearah tiga phasa terkendali dengan melihat harmonisa yang ditimbulkan pada input tegangan. Kemudian menghitung efisiensi penyearah dan perbandingan faktor kerja dari kedua tipe kontrol tersebut. Rangkaian penyearah menggunakan filter pasif dengan beban tahanan sebesar 11 ohm dan dianalisis dengan menggunakan simulasi program PSPICE versi 7.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kontrol jarak sama menimbulkan harmonisa arus masukan pada orde ke-5 dan ke-7 sedangkan pada kontrol sudut sama menimbulkan harmonisa pada orde ke-3, 5 dan ke-7. Pada sisi keluaran tipe kontrol jarak sama menimbulkan riak tegangan pada orde 6, sedangkan pada tipe kontrol sudut sama menimbulkan riak tegangan pada orde ke-2 dan ke-6.
Hasil perhitungan riak tegangan yang terjadi sebesar 3,5% dengan efisiensi 99,8% pada kontrol jarak sama, sedangkan pada kontrol sudut sama diperoleh riak tegangan sebesar 4% dengan efisiensi 99.7%. Selanjutnya pada sudut penyalaan 300 diperoleh input THD sebesar 50,26% dengan faktor kerja sebesar 0,89 pada tipe kontrol jarak sama, sedangkan pada tipe kontrol sudut sama diperoleh input THD sebesar 53,831% dengan faktor kerja sebesar 0,87. Dari hasil ini menunjukkan bahwa penyalaan thyristor dengan tipe kontrol jarak sama lebih baik dibandingkan dengan tipe sudut sama.

Analysis of three phase controlled rectifier with the same distance control as compared to the same angle control. This research aim to compare the firing of the same distance and the same angle control at three phase controlled rectifier with seen generated harmonic at input (AC side). Then calculate of rectifier efficiency and power factor comparison from both the control type. The rectifier use passive filter with resistance 11 ohm and is analysed with program simulation using PSPICE version 7.1.
Result of research indicate that use of the same distance control generates the 5th and 7th harmonics, while the same angle control generates the 3rd , 5th and 7th harmonics at the input (AC side). At the output (DC side), the same distance control type generates the 6th voltage ripples, while the same angle control generates the 2nd, and 6th voltage ripples.
The result of calculation of voltage ripples that happened equal to 3.5% with efficiency 99.8% at same distance control, while at the same angle control obtained voltage ripples equal to 4% with efficiency 99.7% . At the firing angle 300 obtained by THD input equal to 50.26% with power factor equal to 0.89 at same distance control type, while the same angle control obtained by THD input equal to 53,831% with power factor to 0,87. From this result indicate that the firing of thyristor with the same distance better then is the same angle control."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2007
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Napitupulu, Darmawan Baginda
"Seiring dengan perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi, kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan di bidang teknologi informasi semakin meningkat. Peran institusi pendidikan baik formal maupun non formal adalah untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan tersebut. Salah satu institusi pendidikan non formal PT. Mitrasolusi Teknologi Mandiri yaitu yang menyediakan jasa pelatihan teknologi informasi kepada para peserta ajar juga menyadari akan hal ini serta memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun sejalan dengan perkembangan perusahaan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta ajar selain memberikan keuntungan dari segi finansial tetapi juga memberikan dampak yang lain yaitu perlu ditambahnya fasilitas fisik berupa ruang mengajar untuk melakukan tatap muka secara langsung yang dikarenakan fasilitias fisik yang ada tidak lagi memadai. Ditambah lagi kendala bahwa jumlah staff pengajar yang terbatas dan kebanyakan berstatus lepas (freelance). Jika ada permintaan dari klien untuk materi ajar (modul) tertentu dimana pengajar yang berstatus lepas tersebut berhalangan karena keterbatasan waktu misalnya, maka perusahaan harus merekrut sumber daya manusia lain untuk menjadi pengajar lain. Hal ini selain akan menambah biaya (cost) untuk perekrutan tentunya akan mengurangi konsistensi dan standarisasi mutu pelatihan karena materi ajar yang sama diberikan lebih dari satu orang. Solusi yang dapat diberikan sebagai alternatif adalah membuat sebuah model pelatihan secara online yang ditujukan bagi para peserta ajar yang memungkinkan masalah-masalah tersebut diatas tadi bisa diatasi sehingga perusahaan dapat melakukan efisiensi terhadap sumber daya ada yaitu gedung fisik sekaligus menjaga konsistensi dan standarisasi mutu pelatihan. Kata Kunci : Pelatihan Online, Efisiensi.

The development of technology espicially information technology nowadays raises needs of human resources that have knowldege and skill in infomraiton technology field increase. Role of instituiion such as fomrasl and in formal instution is to fulfill that needs . One of in formal institution like PT. mitrasolusi Teknologi Mandiri providing infomraiton technology training services to client is also realize about these opportunity. But as long as the growth of the company , the number of client increase. This gives a financial benefits, in other side it feves another impact such as needed a physical facilitly like rooms for training. Other impact is a problem accoridng to number and status of the trainer (feelance). If any request of modul and the responsible trainers can not make it because of limits of the time so the company will have rcruited another humen resources to subtitute them. These will effect to raise recuritment cost and aslo decrease consistent and standar of training quality. One of solution wih is propused in final project is to make a model of online training system that is aimed of clients that can solve company problems, gives an efficienty espicially for utililty of available resources and to keep the conssitency and standar of training quality."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2004
T40441
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuli indrawati
"Skripsi ini membahas efisiensi bank umum di Indonesia periode 2004-2007 dengan menggunakan data 127 bank umum. Metodologi yang digunakan adalah non parametrik, Data Envelopment Analysis, untuk menganalisis efisiensi teknikal. Analisis efisiensi dilakukan secara keseluruhan dan per kelompok bank berdasarkan kepemilikannya. Kemudian, menggunakan uji Korelasi Spearman untuk melihat determinan efisiensi. Hasilnya menunjukkan bahwa bank umum di Indonesi relatif belum efisien dengan rata-rata nilai efisiensi sebesar 0,569 selama periode penelitian 2004-2007. Hasilnya juga menunjukkan bahwa bank milik Pemerintah menjadi kelompok bank yang paling efisien. Hasil lainnya juga menunjukkan bahwa profitabilitas dan aset bank berhubungan positif dengan efisiensi.

This thesis investigate the efficiency of the Indonesian Banking Industry between 2004-2007. Methodologhy utilises is the on-parametric approach, Data Envelopment Analysis, to analyse the technical efficiency. Efficiency analysis is conducted across individual banks and bank types. We then used Spearman Correlation test to investigate the determinants of efficiency. Our Results indicates that bank efficiency in Indonesia is relatively low with average efficiency score 0,569 for period 2004-2007. The results also found that state?s banks are the most efficient group in the last four years 2004-2007. The results also suggest that profitability and bank?s assets is significantly and positively correlated to efficiency measures."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S6627
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Arthur Mario
"Tujuan penelitian mengenai penerapan kebijakan transfer pricing atas transaksi intercompany yang terjadi di PT.X dan masalah yang timbul sehubungan dengan kebijakan transfer pricing tersebut. Analisis difokuskan pada jenis transaksi seperti transfer asset, biaya administrasi dan umum, pinjaman dari pemegang saham dan jasa manajemen. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kulitatif deskriptif. Teknik pengolahan data melalui studi kepustakaan, studi lapangan melalui wawancara dengan informan yang disertai dengan memperbandingkan data yang ada dari tahun sebelumnya. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebijakan transfer pricing atas transaksi intercompany telah memberikan upaya efisiensi terhadap beban pajak pada PT.X.

Purpose of this research is to analyze application of transfer pricing policies of inter-company transactions that occurred in PT.X and problems that arise relate to transfer pricing policy. Analysis focused on types of transaction such as transfer of assets, general administrative expenses, loans from shareholders, and management fee. This research used qualitative descriptive. Data processing techniques through study of literature, field studies perform nterviews with informants, along with existing data to compare from the prior year. This research can be concluded that transfer pricing policy of inter-company transactions have given efficiency efforts of the tax burdens on PT.X."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T26802
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
"West Nusa Tenggara is dry land with sandy clay texture and undulating topography, very low rainfall, but very potential to be developed into productive agricultural land due to be supported by graound water resources. Research carried out in order to find the model development and management of drip irrigation systems to support the optimization of ground water management in dry land...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Henik Agustina
"ABSTRAK
Efficiency of water usage is needed for sustainable agriculture. The aim of this research is to investigate the hydroponic (NFT, DFT, Aeroponic) efficiency on water use using Amaranthus viridis L. as the planted material. Efficiency on water use was measured by comparing the water use on hydroponic with the control during the plant growing period. The result shows that the three type of hydroponics are able to increase efficiency of water use. NFT is the most efficient technique with efficiency on water use 20.43%. While DFT
and Aeroponic, has the efficiency on water use 12.29% and 3.57%, respectively. Enhancing efficiency of water use on hydroponic was caused by the clossing and circulating irrigation technique on hydroponic are able to minimize the evaporation . "
2009
T27084
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Pardede, Rony Parulian
"ABSTRAK
Penelitian ini mencoba melihat kinerja perusahaan-perusahaan batubara yang telah
listing di bursa dengan menggunakan metode Economic Value Added Momentum
(EVA Momentum) dan Market Value Added (MVA) serta melihat pengaruh dari
besaran EVA Momentum terhadap pertumbuhan MVA yang dicapai perusahaan.
EVA Momentum dipilih karena metode ini memperhitungkan cost of capital dan
tingkat pertumbuhan penjualan dari perusahaan. Penggunaan metode MVA untuk
melihat dampak langsung kinerja perusahaan terhadap harga pasar saham
perusahaan. Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif,
yaitu melalui studi literatur yang dilakukan dengan mempelajari literatur yang
terkait dengan topik penelitian, serta mengolah laporan keuangan dan laporan
tahunan perusahaan guna memperoleh nilai EVA Momentum dan menggunakan
data pasar yang terkait dengan kapitalisasi pasar perusahaan guna memperoleh nilai
pertumbuhan MVA perusahaan. Data keuangan dan data pasar yang digunakan
adalah data selama periode 2009 sampai dengan 2013. Selain itu diuji pula
pengaruhnya antara variabel efficiency gain, profitable growth, dan EVA
Momentum secara individu terhadap variabel pertumbuhan MVA.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tidak ada perusahaan batubara yang mampu
menghasilkan nilai EVA Momentum yang positif secara konsisten dari periode
2009-2013. Begitu pula halnya dengan pertumbuhan MVA, tidak ada perusahaan
yang memperoleh nilai pertumbuhan MVA yang positif secara konsisten selama
periode tersebut. Secara pengujian hipotesis hanya variabel efficiency gain yang
tidak berpengaruh secara positif terhadap variabel pertumbuhan MVA sedangkan
variabel profitable growth dan EVA Momentum berpengaruh positif terhadap
variabel pertumbuhan MVA.

ABSTRACT
This research try to see the listed coal companys performance using Economic
Value Added Momentum (EVA Momentum) and Market Value Added (MVA) and
also to see the affect of EVA Momentum to the MVA growth. EVA Momentum
chosen because this method calculate cost of capital and the sales growth of the
company. Using MVA method to see the direct impact companys performance.
The research using comparative descriptive method, the method using literature
study that has been done with study the literature that related to the research topic,
calculate EVA Momentum from every company using financial and annual report,
and by market data to calculate the companys MVA growth with period from 2009
until 2013. Beside of the EVA Momentum and MVA calculation, the affect of
efficiency gain, profitable growth and EVA Momentum to MVA growth
individually. The result showed that there is no coal company can get EVA
Momentum amount positive continously from 2009 until 2013. The MVA growth
amount also showed the same thing. According to hypothesis tested only efficiency
gain that doesnt have positive affect to MVA growth, but profitable growth and
EVA Momentum have positive affect to MVA growth"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   2 3 4 5 6 7 8 9 10 11   >>