Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 83 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yudha Abimanyu
"Peneliti melakukan studi empiris untuk mengkaji penyertaan modal negara dan penambahan modal disetor untuk perusahaan kontrol pengaruhnya terhadap kinerja keuangan yang direpresentasikan oleh ROA, ROE, DAR, dan DER serta kinerja non-keuangan yang diukur dengan dana CSR. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat perbedaan sebelum dan sesudah perusahaan menerima PMN atau tambahan modal disetor. Penelitian ini menggunakan 20 perusahaan eksperimen yang terdiri dari badan usaha milik negara serta 20 perusahaan kontrol yang merupakan perusahaan swasta go public dengan sektor yang sama dengan perusahaan eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyertaan modal negara pada BUMN sebagai perusahaan eksperimen serta tambahan modal disetor tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan juga kinerja non-keuangan perusahaan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi. Hasil ini juga penting bagi manajemen perusahaan agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan strategis agar PMN ataupun tambahan modal disetor dapat memberikan pengaruh positif bagi kinerja keuangan dan juga kinerja non-keuangan perusahaan.

Researchers conducted an empirical study to examine state equity participation and additional paid-in capital for control companies on their effect on financial performance represented by ROA, ROE, DAR, and DER as well as non-financial performance measured by CSR funds. This study was conducted to see if there were differences before and after the company received PMN or additional paid-in capital. This study uses 20 experimental companies consisting of state-owned enterprises and 20 control companies which are private companies going public with the same sector as the experimental companies. The results showed that state equity participation in SOEs as experimental companies and additional paid-in capital had no effect on the company's financial performance as well as non-financial performance. This can be caused by several influencing factors. These results are also important for company management so that they can be used as a consideration in making strategic policies so that PMN or additional paid-in capital can have a positive influence on the company's financial performance and non-financial performance."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Graft, G. van der
Oosterbeek: Ravenberg Pers, 1988
BLD 839.36 GRA t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nastiti Swasiwi Nurfiranti
"Penelitian ini membahas situasi pendidikan anak-anak asuh Pa van der Steur di Stichting Oranje Nassau van Pa van der Steur di Magelang tahun 1936-1942. Tahun 1936 menjadi awal perjalanan yayasan tersebut, yang sebelumnya bernama Vereeniging ter bevordering van het Christelijk leven en onderling hulpbetoon (1893-1936). Data yang digunakan adalah arsip koleksi ANRI Het Archief van het bestuur over de Protestantse Kerk in Nederlands-Indië/Indonesië dan koran-koran sezaman terbitan Hindia Belanda serta Belanda periode 1936-1942, yaitu Zutphensche courant, De locomotief, Dagblad van het Oosten voor Overijssel en Drente, De Indische courant, De avondpost, Soerabaiasch Handelsblad, Het Vaderland : staat en letterkundig nieuwsblad, Nieuwe Haarlemsche courant, Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië, Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, dan Sumatra-bode. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Stichting Oranje Nassau sangat memperhatikan pendidikan anak-anak asuhnya dan mendidik karakter mereka sesuai dengan ajaran agama Kristen.

This study is about the situation of the education of Pa van der Steur’s foster children in Stichting Oranje Nassau van Pa van der Steur in Magelang in 1936-1942. The year 1936 marked the beginning of the journey of that foundation, which was Vereeniging ter bevordering van het Christelijk leven en onderling hulpbetoon (1893-1936). The sources used were the archive from ANRI Het Archief van het bestuur over de Protestantse Kerk in Nederlands-Indië/Indonesië and the newspapers in Dutch East Indies and in the Netherlands from 1936 to 1942, Zutphensche courant, De locomotief, Dagblad van het Oosten voor Overijssel en Drente, De Indische courant, De avondpost, Soerabaiasch Handelsblad, Het Vaderland : staat en letterkundig nieuwsblad, Nieuwe Haarlemsche courant, Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië, Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, and Sumatra-bode. This study uses the historical method which consists of heuristics, criticism, interpretation, and historiography stages. The results of this study conclude that Stichting Oranje Nassau paid great attention to the education of its foster children and nurtured their character in accordance with the teachings of Christianity."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2025
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nastiti Swasiwi Nurfiranti
"Penelitian ini membahas situasi pendidikan anak-anak asuh Pa van der Steur di Stichting Oranje Nassau van Pa van der Steur di Magelang tahun 1936-1942. Tahun 1936 menjadi awal perjalanan yayasan tersebut, yang sebelumnya bernama Vereeniging ter bevordering van het Christelijk leven en onderling hulpbetoon (1893-1936). Data yang digunakan adalah arsip koleksi ANRI Het Archief van het bestuur over de Protestantse Kerk in Nederlands-Indië/Indonesië dan koran-koran sezaman terbitan Hindia Belanda serta Belanda periode 1936-1942, yaitu Zutphensche courant, De locomotief, Dagblad van het Oosten voor Overijssel en Drente, De Indische courant, De avondpost, Soerabaiasch Handelsblad, Het Vaderland : staat en letterkundig nieuwsblad, Nieuwe Haarlemsche courant, Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië, Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, dan Sumatra-bode. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Stichting Oranje Nassau sangat memperhatikan pendidikan anak-anak asuhnya dan mendidik karakter mereka sesuai dengan ajaran agama Kristen.

This study is about the situation of the education of Pa van der Steur’s foster children in Stichting Oranje Nassau van Pa van der Steur in Magelang in 1936-1942. The year 1936 marked the beginning of the journey of that foundation, which was Vereeniging ter bevordering van het Christelijk leven en onderling hulpbetoon (1893-1936). The sources used were the archive from ANRI Het Archief van het bestuur over de Protestantse Kerk in Nederlands-Indië/Indonesië and the newspapers in Dutch East Indies and in the Netherlands from 1936 to 1942, Zutphensche courant, De locomotief, Dagblad van het Oosten voor Overijssel en Drente, De Indische courant, De avondpost, Soerabaiasch Handelsblad, Het Vaderland : staat en letterkundig nieuwsblad, Nieuwe Haarlemsche courant, Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië, Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, and Sumatra-bode. This study uses the historical method which consists of heuristics, criticism, interpretation, and historiography stages. The results of this study conclude that Stichting Oranje Nassau paid great attention to the education of its foster children and nurtured their character in accordance with the teachings of Christianity."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2025
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dasim Karsam
"Masalah utama yang akan diteliti adalah tema utama novel Jakob der Lugner, yaitu kebohongan dan fungsinya. Untuk menunjang analisis, penelitian ini menerapkan teori dan pendekatan sosiologi sastra yang memandang penting latar belakang sejarah suatu teks sastra dan fungsi teks di dalam masyarakat.
Penelitian ini memfokuskan diri pada fungsi dan ideologi kebohongan untuk melawan holocaust di dalam getto dan melawan ideologi kebohongan di dalam masyarakat Jerman sesudah perang yang mendasarkan dirinya pada mitos. Untuk mencapai tujuan itu penelitian ini terutama menggunakan ketiga unsur sastra, yaitu penokohan, perspektif dan latar belakang yang saling berkaitan satu sama lain dan merepresentasikan keseluruhan masalah yang akan diteliti. Ketiga unsur itu disebut pula perangkat sastra.
Analisis tokoh difokuskan pada kedua tokoh utama: Pertama, tokoh Jakob yang menceritakan kebohongan untuk menciptakan harapan pada penghuni getto agar mampu bertahan hidup. Kedua, narator yang yang terlibat dalam keseluruhan cerita dan yang menceritakan kisah "Jakob si Pembohong".
Berdasarkan analisis masalah melalui ketiga unsur sastra di atas, penelitian ini menghasilkan kesimpulan:
I. Tokoh Jakob - karena cintanya - melakukan perlawanan terhadap holocaust di dalam getto melalui kebohongan tentang radio yang digunakan untuk tujuan positif, yaitu untuk menciptakan harapan dalam diri penghuni getto agar mereka mampu bertahan hidup. Dengan cara itu ia melakukan re-interpretasi, re-kreasi dan re-definisi atas konsepsi klasik tentang kebohongan dalam kebudayaan Eropa yang berdasarkan pada Alkitab (Perjanjian Lama).
II. Melalui kebohongan narator melakukan perlawanan terhadap ideologi kebohongan dalam masyarakat Jerman pascaperang. Selain itu, ia mengkritik bangsa/negara Jerman "modern" yang dibentuk pascaperang itu yang mendasarkan diri pada mitos.

The main problems that I am going to analyze are the central themes of the novel, which are about the lies and their functions. To strengthen the analysis, the theoretical concept applied is taken from literature-sociology, which concerns with historical background in the literary text and its function in the society.
This research concentrates on the analysis of the functions of lies and their ideology against the holocaust in the ghetto and against lies ideology in the postwar German society based on myths. To attain this purpose, the foci of attention are on three elements respectively: characterization, point of view, and setting, which are interconnected with one another and represent the whole problems to analyze. These elements are also called literary devices.
The analysis of characters would be focusing on two main characters: The first is Jakob, who tells lies to create hope among the ghettos inhabitants in order to survive. The second is narrator, who is engaged in the whole lie-story and tells the story of Jacob the Liar.
Based on the analyses of the three elements of fiction, namely, characters, point of view, and setting, the writer comes to conclusions:
I. The character Jakob struggles - because of his love - against holocaust in the ghetto through his lies about the radio for positive purpose: to create hope among the ghetto inhabitants in order to survive. In addition, he re-interprets, re-creates and re-defines the classical conception of lie in the European culture based on the Bible (The Old Testament).
II. Through lies, the narrator struggles against the lies ideology in the postwar German society. In addition, he criticizes the "modern" German Nations/States, which are constructed based on myths.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2005
T15336
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bara Zaretta
"Ownership which was concentration is one of the characteristic most companies in Indonesia, in the reality have tendency to generate debt agency problem between majority shareholder and creditor. Desire to keep holding to conduct company make majority taking debt as especial choice of financing of company. Beside that using debt will give entire all benefit to majority if success investment, and creditor follow to account loss if failure investment. This phenomenon proven of crisis moment, where according to finding of ADB (Asian Development Bank) the root cause the happening of crisis was the ownership which is more concentrated, less effective of observation him by director of board, market which not yet personated controller of company and 70% financing of company dominated with loan not yet accompanied with enough observation at creditor. Company in Indonesia is generally owned by foreign multinational company or foreigner, domestic company or local people or owned by state. This study will check the company with multinational majority and company with non multinational majority, where have been proved at research before by Suad Husnan (2001) that company with majority multinational have better than company with majority is not multinational, with period of research before the happening of crisis (year 1996) and the happening of crisis (year 1997- 1998). In this study use samples 15 companies with multinational majority shareholder and 29 companies with majority shareholder non multinational. Governance Corporate monetary aspect will indicated with DER (Debt Equity Ratio) and monetary performance will indicated with ROE (Return on Equity) as accountancy indicator and with abnormal of return as capital market indicator. For know how to policy of performance and financing of company will be used by t-test which analyst DER, ROE and both company group. After that, regression used to test influence of DER to ROE, then regression with variable of dummy conducted to know the changed of regression parameter for the periods of crisis and after crisis."
Manajemen Usahawan Indonesia, 2006
MUIN-XXXV-9-Sept2006-36
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Elina Magdalena D.
"Karena kaya dengan mineral, Indonesia menjadi tempat yang menarik bagi para investor asing untuk menanamkan modalnya. Sebagai pebisnis di bidang pertambangan, investor memiliki kelebihan berupa modal dan keahlian. Agar menjadi negara tujuan investasi, Indonesia haruslah tetap memiliki keunggulan, selain ketersediaan sumber energi juga berupa kearifan para pembuat kebijakan untuk menjaga kepentingan demi kesejahteraan rakyat. Dalam upaya mengelola suatu investasi bisnis yang padat modal, cara-cara yang lazim digunakan oleh investor dalam pembiayaan proyek pertambangan adalah dengan hutang dan atau dengan modal. Pilihan yang menarik adalah maksimalisasi keuntungan yang akan diperoleh investor dengan berhutang kepada pihak ketiga, baik yang memiliki hubungan istimewa maupun tidak, karena biaya hutang merupakan unsur biaya yang boleh menjadi pengurang dari penghasilan yang diperolehnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa implementasi kebijakan anti "Thin Capitalization" dalam perjanjian Kontrak Karya Pertambangan Umum khususnya pada 7 (tujuh) perusahaan pertambangan dan apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kebijakan di lapangan oleh Direktorat Jendral Pajak dan Direktorat Jendral Mineral, Batubara dan Panas Bumi serta untuk menganalisis perbedaan kebijakan anti "thin capitalization" di beberapa negara. (1)Jenis penelitian yang digunakan adalah adalah penelitian kualitatif. Pemilihan jenis ini didasarkan atas pertimbangan bahwa dalam membahas suatu masalah pertama-tama akan digambarkan secara rinci sumber dan penyebab permasalahan yang akan dianalisa. Beberapa pertanyaan yang menjadi titik berat pembahasan penelitian ini adalah Apakah ada pedoman umum dalam menentukan besarnya rasio hutang dengan modal dari 7 (tujuh) perusahaan kontrak karya? (2)Apakah pelaksanaan pedoman rasio hutang dengan modal oleh 7(tujuh) perusahaan telah sesuai dengan perjanjian Kontrak Karya ?. (3)Bagaimanakah indikasi-indikasi terjadinya praktik ?thin capitalization? dari 7 (tujuh) perusahaan kontrak karya serta kendala-kendala yang ditemukan dalam pelaksanaannya tersebut?, (4)Bagaimana pedoman kebijakan anti ?thin capitalization? di negara lain?.
Untuk menjawab pertanyaan penelitian dapat dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tekhnik pengumpulan data berupa studi literatur ,pengolahan data sekunder, dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pedoman umum dalam menentukan besarnya rasio hutang dengan modal telah dimiliki pada perjanjian kontrak karya generasi IV, V, VI, VII, VIII namun untuk kontrak karya generasi I, II III belum diatur tentang rasio hutang dengan modal. (2) Dalam proses penelitian ditemukan adanya pelanggaran rasio hutang dengan modal oleh perusahaan pertambangan umum dengan kontrak karya sebagai praktik minimalisasi modal ( thin capitalization). Objek penelitian yang melanggar adalah PT Galuh Cempaka dan juga terdapat perusahaan yang memiliki rasio tidak wajar yaitu PT Indo Muro Kencana selama tahun 2006 dan 2007. (3)Terdapat indikasi-indikasi yang dapat menjadi acuan dari adanya praktik "Thin Capitalization" sebagai berikut : DER-Arms Length Principle (DER yang wajar), interest non-bearing loan (pinjaman tanpa bunga), rate interest by market (bunga pasar), fixed repayment (jadwal pembayaran tetap), loan from related parties (Pinjaman dengan hubungan istimewa). Terdapat kendala-kendala dalam implementasi kebijakan anti "thin capitalization" yaitu : (a) pemahaman atas praktik "thin capitalization" yang belum matang, (b) Peraturan pelaksanaan anti "thin capitalization". (4)Panduan OECD, Amerika Serikat dan China mengenai "thin capitalization" telah dilaksanakan dan dengan peraturan pelaksanaan yang lebih jelas dan rinci mengenai aturan mainnya sehingga penerimaan pajak di negara mereka dapat lebih maksimal. Upaya-upaya yang dilakukan Direktorat Jendral Mineral, Batubara dan Panas Bumi untuk mengatasi kendala-kendala adanya praktik ?thin capitalization? khususnya pada perusahaan pertambangan umum relatif masih kurang, sehingga kasus-kasus penghindaran pajak masih terus dapat dilakukan oleh wajib pajak."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T26806
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Shastia Hadiarti
"Tesis ini membahas analisis pengaruh dari leverage ratio, profitability ratio, size dan variabel makro ekonomi terhadap sistematyc risk atau beta saham yang listing di BEI periode 2003-2009. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya inflasi dan SBI yang berpengaruh secara signifikan terhadap systematic risk saham. Secara bersama-sama, inflasi, tingkat suku bunga SBI, DER, ROA dan size berpengaruh signifikan terhadap systematic risk saham.

The focus of this study is to know the effect of leverage ratio, profitabilty ratio, size and macro economy variable to systematic risk or beta stock, for companies that listing in BEI from 2003 to 2009. This research is quantitative with using panel data regression. The researcher shows that only inflation and SBI that significantly affected the systematic risk. Togetherly, inflation, SBI rate, exchange rate, DER, ROA and size are significantly affected the systematic risk."
Depok: Universitas Indonesia, 2010
T28293
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dhaifina Ghassani
"ABSTRAK
Sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Gombong, Kebumen, Jawa Timur, bernama benteng Van der Wijck. Benteng tersebut dalam sejarahnya telah berganti nama beberapa kali. Benteng Van der Wijck merupakan salah satu bangunan pada masa kolonial Belanda di Indonesia yang menggunakan nama tokoh pada nama bangunannya. Dalam penelitian ini ditelisik sosok di balik objek wisata benteng Van der Wijck dengan kajian pustaka sejarah. Benteng Van der Wijck berkaitan erat dengan Perang Diponegoro atau
Perang Jawa, dan juga melatarbelakangi adanya perubahan nama pada Benteng. Penelisikan sejarah menunjukkan tiga tokoh penting yang bernama Van der Wijck. Hasil penelitian ini, memilih satu tokoh yang dianggap berperan paling besar dan berada dalam periode yang tepat untuk menentukan sosok di
balik penamaan Benteng Van der Wijck, yaitu tokoh Johan Cornelis Van der Wijck.

ABSTRACT
A historic building located in Gombong, Kebumen, East Java, named Benteng Van der Wijck. The fortress has changed its name in history several times. Fort Van der Wijck was one of the buildings in the Dutch colonial period in Indonesia that used the name of the character in the name of the building. In this study examined the figure behind Van der Wijck fortress object with a study of historical literature. Fort Van der Wijck is closely related to the Diponegoro War or the Java War, and also lies behind the change of name in the Fort. Historical examination shows three important figures named Van der Wijck. The results of this study selected one figure who was considered to have the greatest role and was in the right period to determine the figure behind the naming of Fort Van der Wijck, namely the figure of Johan Cornelis Van der Wijck."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ganang Dwi Kartika
"ABSTRAK
Pertentangan tajam yang tak terdamaikan antara pengarang dan para pembaca pada umumnya menarik perhatian penulis. Menurut pengarang, penulisan roman ini dimaksudkan untuk memberikan penyembuhan terhadap penyakit jamannya; sedangkan menurut pembaca, roman ini menceritakan krisis hidup seorang lelaki tengah umur dan bahkan dinilai sangat berbahaya karena berisi penolakan terhadap nilai kehidupan yang ada. Dari penelitian yang penulis lakukan, terlihat jelas benang merah roman ini, yakni bahwa di balik keliaran, kebrutalan dan ketidak_menentuan sikap hidup Haller tesirat pemikiran Hesse tentang bagaimana seseorang harus menghadapi realita dan dirinya sendiri. Berdasarkan semua itu, manusia idaman Hermann Hesse menjadi pusat penelitian dalam rangka menempatkan karya ini pada tingkat yang seharusnya.
Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan bahwa roman ini bermaksud positif, yang akan mengungkapkan bagaimana seorang manusia modern harus bersikap di tengah-tengah kehidupan yang sulit dimengerti dirinya dan dapat memberikan makna bagi hidupnya. Hal ini penting kita ketahui karena tak lama lagi kita, bangsa Indonesia, akan memasuki era lepas landas yang berarti gejala yang patologis seperti itu tidak mustahil muncul pula di sini.
Sehubungan dengan tujuan di atas, digunakan dua pendekatan, yakni pendekatan intrinsik dan ekstrinsik. Pendekatan ekstrinsik sangat penting karena roman ini sulit dipahami, yang mencakup pendekatan historis Jerman dan pribadi Hesse sendiri, khususnya di bidang pemikirannya; pendekatan fiiosofis untuk menilai lebih ianjut kemampuan roman ini sebagai penyembuhan terhadap penyakit zamannya. Pendekatan intrinsik digunakan untuk membuktikan kebenaran adanya model seorang manusia yang diidamkan Hesse yang mengungkapkan ajaran hidup yang disampaikan pengarang.
Hasil penelitian menunjukkan strategi bercerita Hesse telah menyesatkan pembacanya. Sebagai model penyembuhan atas suatu penyakit, gaya demikian ini tepat, yaitu mengemukakan kekacauan diri Harry Haller dan kemudian mengadakan pengobatan secara terapi. Usaha penyembuhan dan pencapaian manusia idaman terlihat melalui dua fase kehidupan Harry Haller; fase I tentang kekacauan diri Haller; fase II tentang proses pencapaian manusia idaman dan penyembuhan diri manusia itu sendiri.

"
1989
S14643
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>