Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1952 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Trianti Kartikasari Kusuma
"Pemantauan Terapi Obat (PTO) merupakan salah satu standar pelayanan farmasi klinik yang diatur dalam Permenkes 72 tahun 2016. Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Pada Maret 2020, WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebayoran Lama sebagai rumah sakit milik pemerintah provinsi DKI Jakarta ditunjuk menjadi Rumah Sakit (RS) rujukan full Covid-19. Obat yang digunakan sebagai terapi Covid-19 merupakan obat potensial yang belum diuji klinis untuk menyembuhkan Covid-19 maka RSUD Kebayoran Lama sebagai rumah sakit rujukan full Covid-19 perlu melakukan kegiatan PTO pada pasien. Penelitian ini bertujuan melakukan analisa hasil PTO dan mengidentifikasi masalah terkait obat pada pasien Covid-19.
Metode yang dilakukan adalah metode kualitatif dengan melihat data yang didapat dari form Pemantauan Terapi Obat (PTO). Berdasarkan data yang diperoleh, dibuat analisis PTO untuk tiap pasien.
Dari 26 pasien Covid-19, terdapat 5 pasien yang dilakukan analisis SOAP berdasarkan form PTO masing-masing pasien. Ditemukan 1 kasus pemilihan obat yang kurang tepat, 3 kasus mengalami pemberian dosis diatas batas normal, 4 kasus yang mengalami interaksi obat dan 2 kasus yang mengalami pemberian obat tanpa indikasi.

Drug Therapy Monitoring (PTO) is obe of the clinical pharmacy service regulated in Permenkes 72 of 2016. Covid-19 is an infectious disease caused by infection of Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). In March 2020, WHO declared Covid-19 a pandemic. The Kebayoran Lama Regional General Hospital (RSUD) as a hospital belonging to the DKI Jakarta government was appointed to be a full Covid-19 hospital. The drug used for Covid-19 therapy is a potential drug that has not been clinically tested to cure Covid-19, so RSUD Kebayoran Lama as a full Covid-19 referral hospital needs to carry out PTO activities on patients. This study aims to analyze PTO results and identify drug-related problems in Covid-19 patients.
The method used is a qualitative method by looking at the data obtained from the PTO form. Based on the data, a PTO analysis was made for each patient.
Of the 26 Covid-19 patients, there were 5 patients who underwent SOAP analysis based on the PTO form of each patient. There was 1 case of inappropriate drug selection, 3 cases experiencing dosages above the normal limit, 4 cases experiencing drug interactions and 2 cases experiencing drug administration without indications.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rivaldi Febrian
"Rapid swab antigen SARS-CoV-2 merupakan pemeriksaan alternatif dalam mendeteksi SARS-CoV-2. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemeriksaan rapid swab antigen SARS-CoV-ialah viral load yang direpresentasikan dengan cycle threshold (CT) pada pemeriksaan rRT-PCR. Hasil CT yang tinggi membuat sensitivitas pemeriksaan rapid swab antigen SARS-CoV-2 rendah. Tujuan utama pada penelitian ialah untuk menentukan nilai CT tertinggi pada pemeriksaan rRT-PCR yang mampu memberikan hasil reaktif pada pemeriksaan COVID-19 Ag (Standard Q SD Biosensor). Penelitian merupakan penelitian observasional dengan metode potong lintang dilakukan pada poliklinik demam RS dr. Cipto Mangunkusumo pada tanggal Juli 2020- Desember 2021. Total subjek dalam penelitian berjumlah 235 terdiri dari 24,7% subjek dengan rRT-PCR SARS-CoV-2 positif dan 75,3% subjek dengan rRT-PCR SARS-CoV-2 negatif. Median CT tertinggi pada pemeriksaan rRT-PCR SARS-CoV-2 yang mampu memberikan hasil reaktif pada pemeriksaan COVID-19 Ag (Standard Q SD Biosensor) ialah 28,22 (13,33- 39,16), sedangkan median CT tertinggi pada COVID-19 Ag (Standard Q SD Biosensor) non-reaktif ialah 34,45 (26,08-39,65). Sensitivitas, spesifisitas, NPV, PPV, dan LR positif dan LR negatif hasil COVID-19 Ag (Standard Q SD Biosensor) pada CT ≤ 40 adalah 63.8%, 99.4%, 89.3%, 97.4%, 112.9, dan 0.4. Pada CT ≤ 33 sensitivitas, spesifisitas, NPV, PPV, dan LR positif dan LR negatif ialah 77.1%, 99.4%, 95.7%, 96.4%, 136.5, dan 0.2 sedangkan pada CT ≤ 25 sensitivitas, spesifisitas, NPV, PPV, dan LR positif dan LR negatif adalah 92.3%, 99.4%, 99.4%, 92.3%, 163.4, dan 0.1. Titik potong CT rRT-PCR SARS-CoV-2 tertinggi ialah 26,06 dengan hasil sensitivitas 100% dan spesifisitas 99,4%. Pemeriksaan COVID-19 Ag (Standard Q SD Biosensor) dapat dipakai untuk keperluan diagnosis, contact tracing atau community surveilance.

SARS-CoV-2 rapid antigen swab is an alternative test for detecting SARS-CoV-2 infection. One of the factors that influence the examination is viral load, which is represented by the cycle threshold (CT) in the rRT-PCR examination. The higher CT value will result in lower sensitivity of SARS-CoV-2 rapid antigen swab examination. The main objective of the study was to determine the highest CT value in rRT-PCR examination which still able to give reactive results on the COVID-19 Ag test (Standard Q SD Biosensor). The study was a cross-sectional study carried out at the fever polyclinic in dr. Cipto Mangunkusumo Hospital between July 2020 - December 2021. The study consisted of 235 subjects, 24.7% of subjects were SARS-CoV-2 positives and 75.3% of subjects were negative for SARS-CoV-2 infections. Median highest CT value in the SARS-CoV-2 rRT-PCR examination which able to give reactive results on the COVID-19 Ag (Standard Q SD Biosensor) test was 28.22 (13.33-39.16) while the median CT value on the non-reactive COVID-19 Ag (Standard Q SD Biosensor) was 34.45 (26.08-39.65). The sensitivity, specificity, NPV, PPV, and LR positive and LR negative results of COVID-19 Ag (Standard Q SD Biosensor) were 63.8%, 99.4%, 89.3%, 97.4%, 112.9, and 0.4 at CT value ≤ 40. The sensitivity, specificity, NPV, PPV, and LR positive and LR negative at CT value ≤ 33 were 77.1%, 99.4%, 95.7%, 96.4%, 136.5, and 0.2, while at CT ≤ 25 sensitivity, specificity, NPV, PPV, and LR positive and LR negative were 92.3%, 99.4%, 99.4%, 92.3%, 163.4, and 0.1. The cut-off point for the highest CT value was 26.06 with a sensitivity of 100% and a specificity of 99.4%. In conclusion, COVID-19 Ag (Standard Q SD Biosensor) was acceptable for diagnosis, contact tracing or community surveillance."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Okada, Gen
"In brazil, where covid-19 was discovered in late february 2020, the outbreak has since exploded. Behind this lies a serious socioeconomic problem that has persinted since colonial times."
Tokyo: Center for Asian and Pacific Studies, Seikei University, 2022
915 RAPS 47 (2022)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nainggolan, P. Partogi
"Menyebarnya wabah penyakit Covid-19 ke seluruh dunia secara cepat dan tidak mampu dicegah, telah menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas para pemimpin dalam mengimplementasikan kebijakan nasional untuk mengatasinya. Pendekatan yang selama ini mereka andalkan dalam menjalankan hubungan internasional, yaitu unilateralisme dan bilateralisme, secara realistis dinilai tidak mampu lagi dan dapat diandalkan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dunia, termasuk pandemi. Sementara, pendekatan multilateralisme yang sebelumnya tidak menjadi pilihan dan surut dari perhatian kini dilirik dan dibicarakan kembali potensinya yang efektif dalam mengatasi permasalahan global yang dihadapi umat manusia, dalam hal ini, merebaknya pandemi yang berasal dari virus Covid-19. Esai ini mengkaji pentingnya penggunaan kembali pendekatan multilateralisme dalam
memecahkan masalah hubungan internasional, khususnya ancaman keamanan yang bersifat non-tradisional yang berasal dari penyebaran dan kontaminasi
pandemi tersebut. Data dikumpulkan dari studi kepustakaan dengan pemanfaatan
sumber referensi daring yang beragam. Analisis dilakukan secara kualitatif, dengan
perbandingan kasus di berbagai negara dan kawasan. Temuan memperlihatkan upaya mengatasi penyebaran pandemi Covid-19 dapat dilakukan oleh para
pemimpin dunia dengan solusi alternatif multilateralisme sehingga dunia dapat lebih
sukses dalam mengatasinya."
Jakarta: Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, 2020
320 PAR 2:3 (2020)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Cahyaningrum
"Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak di berbagai bidang, termasuk bidang ketenagakerjaan. Banyak pekerja yang terdampak Covid-19, antara lain pemutusan hubungan kerja (PHK) dan risiko tertular di tempat kerja. Tulisan ini mengkaji pelindungan hukum terhadap pekerja pada masa pandemi Covid-19 dan kendala regulasi dalam pelaksanaan pelindungan tersebut. Berdasarkan hasil kajian, hak tiap-tiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan telah dijamin dalam Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selain jaminan tersebut, negara juga harus memberikan pelindungan bagi pekerja. Pelindungan hukum bagi pekerja yang mengalami PHK diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor (No.) 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan No. M/3/HK.04/III/2020 dan No. M/8/HK.04/V/2020. Namun demikian, peraturan perundang-undangan tersebut memiliki kelemahan. UU No. 13 Tahun 2003 tidak mengatur masalah pelindungan pekerja jika terjadi pandemi, oleh karenanya perlu direvisi untuk mengatur masalah tersebut. Sementara peraturan dalam bentuk SE Menteri Ketenagakerjaan tidak mengikat gubernur dan pengusaha. Akibatnya pelindungan hukum terhadap pekerja lemah. Oleh karena itu pelindungan pekerja sebaiknya diatur dalam bentuk peraturan perundang-undangan dengan hierarki lebih tinggi dari SE agar mengikat semua pihak untuk menaati dan melaksanakannya."
Jakarta: Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, 2020
320 PAR 2:3 (2020)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Isnah Ariyanti
"Pasien ESRD yang menjalani hemodialisis merupakan kelompok yang rentan terkena infeksi di masa pandemi ini. Ketika pasien terkonfirmasi COVID-19, pasien harus menjalani isolasi dan hemodialisis di unit khusus COVID-19. Akan muncul berbagai respon dan dampak bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang pengalaman pasien yang menjalani hemodialisis dan terkonfrimasi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode wawancara mendalam. Partisipan berjumlah 15 orang dari RS Universitas Hasanuddin yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Terdapat 5 tema yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu respon emosi saat terkonfirmasi COVID-19, dampak yang dialami pasien saat terkonfirmasi COVID-19 dan menjalani isolasi, perbedaan yang dialami saat menjalani isolasi dan HD COVID-19, support system dan harapan terhadap ruang perawatan isolasi dan HD COVID-19. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pasien yang menjalani hemodialisis dan terkonfirmasi COVID-19 memerlukan bantuan dan dukungan dari penyedia layanan kesehatan di unit hemodialisis khususnya unit hemodialisis khusus COVID-19 untuk mengatasi berbagai masalah dan dampak akibat terkonfirmasi. Perawat perlu berperan aktif untuk melakukan pengkajian secara holistik dan evaluasi secara terus menerus dan berkelanjutan agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dalam memenuhi kebutuhan pasien

Hemodialysis patients were a susceptible group to get infection during pandemic. When a patient was confirmed COVID-19, the patient must undergo isolation and hemodialysis in a special COVID-19 unit. There would be various responses and impacts for the patient. The purpose of this study was to explore in depth the experiences of patients undergoing hemodialysis and confirmed COVID-19. This study used a phenomenological approach with in-depth interviews. There were 15 participants from Hasanuddin University Hospital who were selected through purposive sampling technique. There are 5 themes generated in this study, emotional responses when confirmed COVID-19, the impact experienced by patients when confirmed COVID-19 and undergoing isolation, differences experienced when undergoing isolation and HD COVID-19, support system and expectations for the isolation room.and HD COVID-19. These findings indicate that patients undergoing hemodialysis and confirmed COVID-19 require assistance and support from health care providers in the hemodialysis unit, especially in the COVID-19 hemodialysis unit for to overcome various problems and impacts of being confirmed. Nurses need to play an active role in conducting holistic assessments and evaluations continuously in order to provide comprehensive nursing care in meeting patient needs."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia , 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alvionita Handayani
"ABSTRAK
Saat ini jumlah kasus positif Covid-19 baik nasional maupun global terus meningkat. Covid-19 tidak hanya menyerang usia dewasa namun juga anak-anak. Anak-anak di bawah usia 3 tahun dan anak-anak dengan penyakit jantung adalah kelompok yang paling banyak ditemui terinfeksi Covid-19. Covid-19 dapat menyebabkan gangguan oksigenasi yang serius pada pasien anak hingga menyebabkan gagal nafas. Pemberian ventilasi invasive melalui tindakan intubasi merupakan bagian dari airway management dalam upaya optimalisasi patensi jalan nafas. Efek samping dari tindakan ini adalah timbulnya masalah kebersihan jalan nafas pada pasien akibat menurunnya fungsi pembersihan jalan nafas secara spontan. Studi kasus ini bertujuan untuk memaparkan hasil analisis asuhan keperawatan pada pasien post operasi total koreksi & PDP terpasang ventilator dengan penerapan suctioning. Hasil studi kasus ini mendapatkan empat diagnosa keperawatan. Ketiga diagnosa keperawatan tersebut diantaranya: 1) Gangguan ventilasi spontan b.d ketidakseimbangan ventilasi perfusi; 2) Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d kondisi mukus berlebihan; 3) Kelebihan volume cairan b.d edema paru; 4) Resiko keterlambatan perkembangan b.d penyakit kronis: kelainan jantung bawaan.

ABSTRACT
At present, the number of positive cases of Covid-19 both nationally and globally continues to increase. Covid-19 is not only attacks adults but also children. Children under the age of 3 years and children with heart diseases are the most vulnerable groups that frequently infected by Covid-19. Covid-19 resulting in severe oxygenation disorders in pediatric patients and causing respiratory failure. Invasive ventilation procedure through intubation is one of airway management as the effort to optimize airway patency. The side effect of this procedure prompting ineffective airway clearance due to the decrease of spontaneous airway cleansing function. This case study aims to describe the results of the nursing care analysis in post-total repair surgery patient and COVID-19 suspect with ventilator with the application of suctioning method. The result of this case study unveil four nursing diagnoses: 1) Impaired spontaneous ventilation related to ventilation-perfusion mismatch; 2) Ineffective airway clearance related to the excessive mucous condition; 3) Excess fluid volume related to pulmonary congestion or edema; 4) Risk for delayed development related to chronic disease: congenital heart disease.
"
2020
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mita Praba Kinanti
"Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan telah menyebar ke seluruh dunia. Pemerintah Indonesia telah melalukan upaya untuk menekan laju penularan dan penanganan Covid-19, salah satunya dengan menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/4641/2021 Tentang Panduan Pelaksanaan Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina, Dan Isolasi Dalam Rangka Percepatan Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Untuk menilai keberhasilan kebijakan dan memetakan faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya maka perlu dilakukan analisis implementasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan penanganan Covid-19 dan faktor yang berperan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan telaah dokumen. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Pancoran pada bulan Mei – Juni 2022. Sampel dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Informan penelitian terdiri dari tiga orang tenaga kesehatan yang menangani Covid-19, dua informan tambahan yang merupakan pasien yang pernah terkonformasi positif Covid-19 dan dua informan kunci yang merupakan pemimpin program penanganan Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi telah dilakukan dengan baik namun perlu ditingkatkan lagi dalam mencapai target dan indikator pencapaian. Hambatan ditemukan pada faktor kondisi lingkungan adalah masih adanya stigma, kepercayaan sebagian masyarakat yang menganggap penyakit ini sebagai aib dan keterbatasan kuota pemeriksaan PCR dan waktu tunggu hasil yang lama dari Lab jejaring saat kasus sedang tinggi karena jumlah sampel melebihi kapasitas. Faktor sumber daya organisasi, tingginya beban pekerjaan tenaga kesehatan. Faktor karakteristik dan kemampuan instansi pelaksana adalah rapat evaluasi dilakukan melalui whatsapp grup dengan dipimpin oleh PJ Surveilans.

Covid-19 is an infectious disease caused by the SARS-CoV-2 virus and has spread across the world. The Indonesian government has made efforts to reduce the rate of transmission and handling of Covid-19, one of the ways is by issuing the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number Hk.01.07/Menkes/4641/2021 concerning Guidelines for the Implementation of Examination, Tracking, Quarantine, and Isolation in the Context of Accelerating Prevention and Control of Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). To assess the success of the policy and to map the factors that influence its implementation, it is necessary to analyze the implementation of the policy. This study aims to determine the implementation of the Covid-19 handling policy and the factors that play a role in its implementation. This study is qualitative research using a case study approach, data collection techniques in-depth interviews, and document review. The study was conducted in the working area of the Pancoran District Health Center in May – June 2022. The sample was selected purposively according to the inclusion and exclusion criteria. The research informants consisted of three health workers who handled Covid-19, two additional informants who were patients who had been confirmed positive for Covid-19 and two key informants who were leaders of the Covid-19 handling program. The results of the study indicate that the implementation has been carried out well but but needs to be improved in achieving targets and indicators. The obstacle to implementing the Covid-19 handling flow in environmental conditions is the trust of some people who consider this disease a disgrace and the limited quota of PCR examinations and long waiting times for results from network labs because the number of samples exceeds capacity. In terms of organizational resources, the high workload of health human resources at the public health center. Furthermore, despite the characteristics and capabilities of the implementing agencies, there is evaluation conducted through a whatsapp group led by Surveillance’s leader."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Astrid Shabrina Agustia Rahmah
"Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Masyarakat membeli kebutuhan sebagai stok persediaan yang disimpan untuk menghadapi virus tersebut Tingginya jumlah kasus positif COVID-19, mengakibatkan tingginya permintaan dan kebutuhan obat-obatan, vitamin, hand sanitizer, dan masker. Masyarakat membeli terlalu banyak atau menimbun barang sehingga ketersediaan stok di pasar menipis, barang semakin sulit ditemukan dan panic buying mulai terjadi. Apotek dan toko obat menjadi sektor penting yang dihampiri oleh masyarakat. Untuk mengatasi panic buying dan kelangkaan, PT. Kimia Farma menjamin ketersediaan stok dan pendistribusian obat dan vitamin di apotek. Apotek dipimpin oleh seorang apoteker yang bertanggung jawab pada perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi obat, pencatatan, dan pengendalian sesuai kebutuhan untuk menjamin stok. Seorang apoteker perlu dibekali dengan wawasan, keterampilan, dan pemahaman komprehensif baik teori dan praktek secara langsung. Oleh karena itu, Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) diperlukan sebagai sarana pelatihan. Program Studi Profesi Apoteker Universitas Indonesia bekerja sama dengan PT. Kimia Farma Apotek, anak perusahaan dari PT. Kimia Farma, untuk menyelenggarakan PKPA di Apotek Kimia Farma 350 Kelapa Gading yang berlangsung dari tanggal 1-31 Oktober 2021.

The number of positive cases of COVID-19 in Indonesia is increasing day by day. People buy necessities as stock of supplies stored to deal with the virus The high number of positive cases of COVID-19, resulting in a high demand and need for medicines, vitamins, hand sanitizers, and masks. People buy too much or hoard goods so that stock availability in the market is running low, goods are increasingly difficult to find and panic buying begins to occur. Pharmacies and drugstores are becoming important sectors that are approached by the community. To overcome panic buying and scarcity, PT. Kimia Farma guarantees the availability of stocks and the distribution of drugs and vitamins in pharmacies. The pharmacy is headed by a pharmacist who is responsible for planning, procurement, receiving, storing, distributing drugs, recording, and controlling as needed to guarantee stock. A pharmacist needs to be equipped with insight, skills, and a comprehensive understanding of both theory and practice directly. Therefore, Pharmacist Professional Work Practice (PKPA) is needed as a means of training. Pharmacist Professional Study Program, University of Indonesia in collaboration with PT. Kimia Farma Apotek, a subsidiary of PT. Kimia Farma, to hold PKPA at Apotek Kimia Farma 350 Kelapa Gading which will take place from October 1-31, 2021."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Julia
"Pada 31 Desember 2019, ditemukan jenis pneumonia virus baru yang berasal dari Wuhan, Cina, yang diberi nama Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Klien dengan Covid-19 mengalami kecemasan, stigma sosial yang buruk, diskriminasi, berada dalam karantina dan kebosanan, kesepian juga kemarahan. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini bertujuan untuk menjabarkan hasil analisis asuhan keperawatan pada klien Covid-19 dengan kecemasan menggunakan penerapan teknik relaksasi napas dalam, teknik distraksi, dan spiritual di Rumah Sakit Universitas Indonesia Ruang Rawat Inap Covid Lt.14. Asuhan keperawatan dimulai pengkajian, penetapan masalah dan diagnosis keperawatan, membuat rencana keperawatan, dan memberikan asuhan dan evaluasi keperawatan. Pengukuran evaluasi yang dilakukan adalah dengan menggunakan Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). Masalah fisik dan psikososial klien saling mempengaruhi, sehingga diperlukan rancangan tindakan keperawatan yang terintegrasi, yang meliputi bio-psiko-sosial-spiritual untuk mengatasi ansietas klien.

a new type of pneumonia virus was discovered originating from Wuhan, China, which was named Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Clients with Covid-19 experience anxiety, poor social stigma, discrimination, are in quarantine and boredom, loneliness is also anger. This Final Scientific Nurse (KIAN) work aims to describe the results of the analysis of nursing care for Covid-19 clients with anxiety using the application of deep breathing, distraction, and spiritual relaxation techniques at the University of Indonesia Hospital 14th flor Covid Room. Nursing care starts assessment, determining the problem and diagnosis of nursing, making nursing plans, and providing nursing care and evaluation. Evaluation measurements performed are using the Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). The clients physical and psychosocial problems influence each other, so an integrated nursing action plan is needed, which includes bio-psycho-social-spiritual to overcome client anxiety."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>