Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 223 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jaihan Syifa Salsabilla
"Paduan aluminium banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, terutama di bidang otomotif dan penerbangan karena keunggulannya. Aluminium bersifat ringan, kekuatan tinggi, serta densitas rendah. Namun, sifat mekanik dan ketahanan korosinya perlu ditingkatkan. Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) adalah metode terbaru untuk melindungi aluminium dengan menumbuhkan lapisan keramik oksida pada permukaannya. Dalam penelitian ini, proses PEO dilakukan pada paduan aluminium seri 1100 dan 7075-T735 dengan elektrolit campuran 30 g/Na2SiO3, 30 g/l KOH, dan 20 g/l TEA dengan rapat arus 200 A/m2 selama 6 menit. Kedua jenis seri paduan tersebut digunakan sebagai pembanding dalam proses PEO dimana seri 1100 tergolong Al murni sedangkan seri 7075 memiliki banyak presipitat. Hasil uji korosi dengan menggunakan uji elektrokimia menunjukkan bahwa sampel AA7075-T735 berlapis PEO memiliki ketahanan korosi yang paling baik. Hal ini dibuktikan dengan nilai rapat arus korosi (icorr) terendah, yaitu mencapai 5,91x10-7 A.cm-2 dan loop kapasitif yang paling besar serta ketidakhadiran loop induktif pada kurva Nyquist. Dari uji hilang berat juga diperoleh hasil rata-rata hilang berat yang lebih rendah pada sampel AA7075-T735 dibandingkan dengan AA1100. Ketahanan korosi sampel berlapis PEO mengikuti perilaku substratnya. Sampel AA1100 mengalami degradasi coating yang lebih dominan daripada AA7075-T735. Hal ini berkaitan dengan porositas dan kepadatan lapisan PEO pada kedua sampel.

Aluminum alloys are widely used in various applications, especially in the automotive and aviation industries, due to their advantages. Aluminum is lightweight, has high strength, and low density. However, its mechanical properties and corrosion resistance need improvement. Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) is the latest method used to protect aluminum by growing a ceramic oxide layer on its surface. In this study, the PEO process was applied to aluminum alloys of series 1100 and 7075-T735 using an electrolyte mixture of 30 g/L Na2SiO3, 30 g/L KOH, and 20 g/L TEA with a current density of 200 A/m2 for 6 minutes. Both alloy series were used as comparators in the PEO process, with series 1100 being classified as pure Al, while series 7075 has numerous precipitates. Corrosion tests using electrochemical analysis showed that the PEO-coated AA7075-T735 sample exhibited the best corrosion resistance. This was evident from its lowest corrosion current density (icorr) value, which reached 5.91x10-7 A.cm-2 , as well as the largest capacitive loop and the absence of an inductive loop in the Nyquist curve. Weight loss tests also indicated that the average weight loss was lower in the AA7075-T735 sample compared to AA1100. The corrosion resistance of the PEO-coated samples followed the behavior of their substrates. The AA1100 sample experienced more dominant coating degradation compared to AA7075-T735, which was related to the porosity and density of the PEO layer in both samples.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dony Prasetya
"Salah satu anoda korban yang paling banyak dipelajari adalah paduan Al-Zn-Sn, yang memiliki efisiensi arus sekitar 70%. Untuk meningkatkan efisiensi anoda korban paduan aluminium, logam tanah jarang seperti lantanum sering ditambahkan. Dari beberapa penelitian, penambahan logam tanah jarang menunjukkan efek yang berbeda, mulai dari peningkatan efisiensi arus hingga sealing effect pada lapisan pasif. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruhnya terhadap struktur mikro dan sifat korosi dari penambahan lantanum pada salah satu paduan aluminium yang sering digunakan, seperti Al-Zn-Sn. Variasi sampel uji adalah Al-Zn-0.5Sn-xLa dan Al-Zn-1Sn-xLa (x= 0,1; 0,3; 0,5). Sampel akan diuji mikroskop optik, SEM-EDS, polarisasi siklik, EPMA dan EIS. Dari pemetaan unsur dengan EDS dan EPMA, lantanum terdistribusi dalam matriks Al dan presipitat dengan membentuk senyawa intermetalik Al11La3. Hasil OCP menunjukkan penurunan seiring dengan peningkatan lantanum. Hasil OCP sekitar -1,2 V dimana hasil tersebut lebih tinggi dari OCP anoda korban tegangan rendah yaitu -0.85 vs SCE. Dari hasil polarisasi siklik, potensi pitting corrosion terlihat menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi lantanum. Dari hasil EIS, resistansi transfer muatan meningkat seiring dengan penambahan konsentrasi lantanum. Dari hasil pengujian tersebut, paduan Al-Zn-Sn-La tidak dapat diklasifikasikan sebagai anoda korban tegangan rendah.

One of the most studied sacrificial anodes is the Al-Zn-Sn alloy, which has a current efficiency of about 70%. To increase the efficiency of aluminium alloy sacrificial anodes, rare earth metals such as lanthanum are often added. From several studies, the addition of rare earth metals shows different effects, from increasing current efficiency until sealing effect on passive layer. Therefore, further research is needed on the effects on microstructure and corrosion properties of adding lanthanum to one of the frequently used aluminium alloys, such as Al-Zn-Sn. The variations of the test samples were Al-Zn-0.5Sn-xLa and Al-Zn-1Sn-xLa (x= 0.1, 0.3, 0.5). The samples were tested for optical microscope, SEM-EDS, EPMA cyclic polarization and EIS. From mapping from EDS and EPMA, lanthanum was distributed in Al matrix and precipitate by forming an intermetallic compound αAl11La3. OCP result shown decreasing as lanthanum increases. OCP result is about -1.2 V that higher than low voltage sacrificial anode OCP (-0.85V vs SCE). From the cyclic polarization result, potential of pitting corrosion was shown decreasing as the lanthanum concentration increased. Charge transfer resistance shown increasing as lanthanum concentration is increasing in EIS result. Therefore, Al-Zn-Sn-La cannot be classified as low voltage sacrificial anode."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sirait, Viliasio
"Kebutuhan manusia akan bangunan gedung meningkat seiring dengan bertambahnya populasi manusia di saat jumlah lahan yang tersedia cenderung tetap. Ilmu pengetahuan dalam merealisasikan terwujudnya bangunan gedung yang dapat mengakomodir kebutuhan tersebut senantiasa dilakukan agar terciptanya keamanan. Penggunaan fasad dalam pembangunan gedung untuk alasan penghematan energi dan estetika juga mulai massif diterapkan. Namun terlepas dari keuntungan yang diberikan dari terpasangn fasad pada bangunan gedung, terdapat beberapa konsekuensi dari sisi kesalamatan. Analisis karakter alumunium composite panel sebagai material façade (selubung bangunan) 2 lapis bertujuan untuk menunjung kekayaan ilmu pengetahuan dalam meralisasikan terwujudnya keamaan sebuah gedung khususnya pada peristiwa kebakaran. Penelitian ini mendorong para pelaku-pelaku yang bergerak pada bidang konstruksi gedung untuk mempertimbangkan dengan seksama material yang akan dipakai dalam membangun gedung, khususnya material yang akan dipasang pada bagian fasad. Pengujian dilakukan dengan skala laboratorium bertempat di laboratorium thermodinamika departemen Teknik mesin universitas Indonesia. Berdasarkan pengujian ini, karakteristik alumunium composite panel yang dianalisis adalah respons nilai pengukuran massa terhadap flame. Terdapat beberapa variasi pengujian untuk melihat karakter dari alumunium composite panel. Kesimpulan akhir dari penelitian ini yang dapat mendapatkan sorotan adalah bahwa alumunium composite panel yang terbakar akan menyebarkan api melalui fenomena tetesan material.

The human need for buildings increases along with the increase in the human population when the amount of available land tends to remain constant. Research that supports science in realizing buildings that can accommodate these needs is always carried out to create security. The use of facades in building construction for reasons of energy saving and aesthetics has also begun to be massively applied. However, apart from the advantages provided by the installation of facades in buildings, there are several consequences from the safety side. This research aims to support the wealth of knowledge in realizing the safety of a building, especially in the event of a fire building. This research encourages people who are engaged in building construction to carefully consider the materials that will be used in the building, especially the materials that will be chosen on the facade. The tests were carried out on a laboratory scale in the thermodynamics laboratory of the mechanical engineering department of the Universitas Indonesia. Based on this experiment, the characteristics of the aluminum composite panel analyzed are the response of the mass measurement value to the flame. There are several variations of testing to see the character of the aluminum composite panel. The conclusion from this research that can get the spotlight is that the burning aluminum composite panel will spread the fire through the phenomenon of material droplets."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ermadi
"Pcrcobaan ini bertujuan untuk menunjukkan erosi yang terjadi pada Dural aluminum 2017. Alat uji yang dapat menunjang percobaan ini belum pernah ada, maka dibualah alat uji yang dapat menunjang percobaan ini. Alat uji ini dinamakan alat uji impact erosi ( impact erosion apparatus). Alat uji impact erosi ini menggunakan prinsip dasar benda jatuh bebas yaitu dengan menjatuhkan bola impactor pada specimen. Kondisi utarna yang harus dipenuhi adalah bahwa pernbebanan impact harus terjadi hanya pada satu titik (tanpa berubah­ubah). Percobaan memakai bola impactor diameter l6mm. Kecepatan impact (Impact velocity) diperoleh dari metode benda jatuh bebas dari ketinggian 0.7m sehingga diperoleh kecepatan impat. Pada pembahasan ini penulis menganalisa pengaruh arah rolling (rolling direction) terhadap erosi akibat impact pada Dural-aluminum 2017. Arah rolling juga berpengaruh terhadap ukuran creater (crater dimension) yang dihasilkan. Pada arah rolling transversal jumlah impact (number of impact0 yang diperlukan lebih banyak dari pada arah rolling longitudinal. Ukuran crater yang dihasilkan oleh arah rolling transversal lebih kecil daripada arah rolling longitudinal"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
S37627
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rheka Septya Anansyah
"Aluminium dan paduannya banyak digunakan dalam industri konstruksi, otomotif, manufaktur, dan kedirgantaraan karena sifatnya ringan dan kuat. Namun, lapisan oksida alami aluminium memiliki keterbatasan dalam lingkungan korosif, sehingga diperlukan peningkatan sifat permukaan. Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) merupakan metode yang efektif untuk membentuk lapisan oksida pelindung dan meningkatkan ketahanan korosi. Untuk meningkatkan performa lapisan hasil PEO, dilakukan penyisipan material berbasis nanokarbon seperti reduced graphene oxide (rGO) yang meningkatkan kepadatan lapisan oksida. Dalam penelitian ini, (rGO) disisipkan ke dalam lapisan PEO pada paduan aluminium AA7075-T735. Proses PEO dilakukan menggunakan elektrolit 30 g/L Na₂SiO₃, 30 g/L KOH, dan 10 vol% etanol dengan konsentrasi rGO 0,2 g/L dan 2 g/L. Pengujian korosi dilakukan melalui uji elektrokimia EIS dan PDP. Sifat mekanik lapisan diuji dengan uji kekerasan dan ketahanan aus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan rGO sebesar 0,2 g/L memberikan ketahanan korosi terbaik, dengan penurunan rapat arus korosi hingga 1,41 × 10⁻⁷ A/cm² dan resistansi polarisasi sebesar 9,42 × 10⁷ Ω·cm² dibanding lapisan tanpa rGO dengan rapat arus korosi 2,21 x 10-6 A ∙ cm-2 dan resistansi polarisasi 3,57 × 107 Ω·cm². Sementara itu, penambahan rGO sebesar 2 g/L meningkatkan kekerasan lapisan dari 151,09 HVmenjadi 175,66 HV dan memperbaiki ketahanan aus dari 2,08 x 10-6 mm3/mm menjadi 0,68 x 10-6 mm3/mm. Hasil ini menunjukkan bahwa rGO berperan dalam meningkatkan ketahanan korosi dan mekanik lapisan PEO.

Aluminum and its alloys are widely utilized in the construction, automotive, manufacturing, and aerospace industries due to their lightweight nature and high strength. However, the natural oxide layer formed on aluminum exhibits limited protection in corrosive environments, thereby necessitating surface modification. Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) is an effective technique for producing protective oxide layers and improving corrosion resistance. To enhance the performance of PEO coatings, nanocarbon-based materials such as reduced graphene oxide (rGO) were incorporated to increase oxide layer compactness. In this study, rGO was introduced into the PEO coating on AA7075-T735 aluminum alloy. The PEO process was carried out using an electrolyte containing 30 g/L Na₂SiO₃, 30 g/L KOH, and 10 vol% ethanol, with rGO concentrations of 0.2 g/L and 2 g/L. Corrosion behavior was evaluated through EIS and PDP, while mechanical properties were assessed via hardness and wear resistance tests. The results showed that the addition of 0.2 g/L rGO provided the best corrosion resistance, lowering the corrosion current density to 1.41 × 10⁻⁷ A/cm² and increasing polarization resistance to 9.42 × 10⁷ Ω·cm², compared to the coating without rGO, which showed a corrosion current density of 2.21 × 10⁻⁶ A/cm² and polarization resistance of 3.57 × 10⁷ Ω·cm². Meanwhile, the addition of 2 g/L rGO increased the coating hardness from 151.09 HV to 175.66 HV and improved the wear resistance from 2.08 × 10⁻⁶ mm³/mm to 0.68 × 10⁻⁶ mm³/mm. These results indicate that rGO plays a significant role in enhancing both the corrosion resistance and mechanical properties of the PEO coating."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Monica Andriana
"Pada penelitian ini dibuat gemuk bio NLGI 2 food grade menggunakan base oil Epoksida RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil) dan pengental sabun aluminium kompleks (Al-stearat dan Al-benzoat) yang komposisinya divariasikan. Gemuk dibuat dengan metode - saponifikasi dua tahap - pada reaktor batch tertutup, dilanjutkan pendinginan, kemudian dihomogenisasi. Gemuk yang terbentuk diuji nilai konsistensi, dropping point serta ketahanan aus dengan four ball test. Gemuk bio aluminium kompleks terbaik yang dihasilkan memiliki dropping point 218_C, diperoleh pada jumlah Al-Stearat 20%wt serta persen mol asam benzoat/ asam stearat 0.5%. Gemuk ini memiliki tackiness yang baik sehingga pada four ball test, jumlah keausannya sangat kecil.

The focus in this study is synthesis of bio food grade grease with NLGI 2 using Epoxies of RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil) as the base oil and aluminium complex soap (Al-stearic and Al-benzoic) as the thickener in the various compositions. Grease is made using 'two stages saponification' in the closed batch reactor, continue with cooling and homogenization. The consistence, dropping point and anti wear of grease produced is tested. The best quality grease produced has dropping point 218_C, obtained at 20%wt Al-stearic composition and 0.5% mol benzoic acid/ stearic acid. This grease has good tackiness properties showed from the very small wear value in the four ball test."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51783
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tiin Zhakiah
"[Komposit paduan aluminium A356 berpenguat silikon karbida memiliki potensi untuk memiliki sifat mekanik yang baik dengan massa yang rendah. Pada penelitian ini, pengecoran dilakukan melalui metode pengecoran aduk dengan menambahakan silikon karbida dengan presentase 2%, 5%, 8%, 10% dan 15% fraksi volume ke dalam matriks, serta penambahan magnesium 10% fraksi berat sebegai agen pembasahan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kekuatan tarik mencapai nilai optimum pada penambahan 8%. Selain itu, sifat kekerasan meningkat seiring dengan penambahan partikel penguat yang juga menyebabkan turunnya laju keausan. Karakterisasi struktur mikro menunjukkan terbentuknya huruf cina serta Mg2Si utama dan eutektik.

Aluminium alloy A356 composite strengthened by silicon carbide particles has the potential to have good mechanical properties with low mass. In this study, casting was done by stir casting method by added silicon carbide 2%, 5%, 8%, 10% dan 15% volume fraction, also magnesium 10% weight fraction as a wetting agent. The results showed that the increase in tensile strength reach optimum point on the 8%. In addition, the nature of hardness increased with the addition of silicon carbide which also cause a decrease in the wear rate. Microstructure characterization showed the presence of chineese script, primary and eutectic Mg2Si.
, Aluminium alloy A356 composite strengthened by silicon carbide particles has the potential to have good mechanical properties with low mass. In this study, casting was done by stir casting method by added silicon carbide 2%, 5%, 8%, 10% dan 15% volume fraction, also magnesium 10% weight fraction as a wetting agent. The results showed that the increase in tensile strength reach optimum point on the 8%. In addition, the nature of hardness increased with the addition of silicon carbide which also cause a decrease in the wear rate. Microstructure characterization showed the presence of chineese script, primary and eutectic Mg2Si.
]
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S61915
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Eveline
"Pembangunan serta kemajuan yang ada sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin modern menyebabkan pencemaran yang meningkat di bumi. Pencemaran yang timbul di lingkungan antara lain adalah pencemaran tanah, pencemaran udara dan pencemaran air. Penggunaan deterjen merupakan salah satu penyebab terjadinya pencemaran air. Penggunaan deterjen tersebut pada akhirnya akan mempercepat bertambahnya konsentrasi fosfat dalam badan air buangan, sehingga memicu pertumbuhan alga. Salah satu cara untuk mengurangi kadar fosfat di perairan adalah dengan membuat adsorben untuk mengadsorpsi fosfat secara efektif. Adsorben ini dibuat berukuran mesopori yang mengandung besi dan aluminium oksida. Besi oksida berperan sebagai material aktif yang dapat menyerap fosfat dengan kapasitas yang tinggi sedangkan aluminium oksida sebagai pemberi luas permukaan yang besar. Pembuatan adsorben ini menggunakan kitosan sebagai cetakan atau template pembentuk rongga berukuran mesopori. Adsorben logam mesopori yang mengandung besi dan aluminium oksida dapat menyerap fosfat secara efektif, dengan pengaruh kandungan besi, adsorben terbaik adalah 50 FeAl yang komposisinya mengandung 50% Fe dan 50%Al, dengan adsorpsi fosfat sebesar 72,87%. Pada percobaan pengaruh pH diperoleh kondisi optimum pada pH 2 dengan persen adsorpsi 91,97%. Waktu optimum untuk menyerap fosfat adalah 360 menit. Adanya pengaruh.

Nowadays, development and technological advances cause the earth is getting more polluted. Some problems arise in environment are soil pollution, gas pollution and water pollution. The use of detergents is one of the sources that cause water pollution. For example, the use of detergents will increase phosphate concentration to wastewater streams, that will accelerate the growth of algae. One of the method to reduce phosphate is to make adsorbent to adsorp phosphate effectively. The size of adsorbent is mesoporous and it contains iron and aluminium oxide. Iron oxide is as an active material which have high phosphate adsorption capacity while aluminium oxide provides a large specific surface area. Mesoporous adsorbent which contain iron and aluminium oxide can adsorp phosphate effectively, by the effect of iron content, the best adsorbent is 50 FeAl which contains 50% Fe and 50% Al with phosphate adsorption is 72,87%. For the effect of pH, phosphate adsorption is 91,97%. Optimum time needed to adsorp phosphate from solution is 360 minutes. The effect of anion interferences by chloride and bicarbonate show no significant on the adsorption of phosphate.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S56919
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Risya Cahya Fadhila
"Pengembangan sistem pertahanan nasional harus terus dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan dan meningkatkan harga diri bangsa. Saat ini, Indonesia memiliki beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mampu mendukung industri pertahanan, diantaranya yaitu PT. Krakatau Steel sebagai produsen baja dan PT. Pindad sebagai pemasok kendaraan tempur dan perlengkapannya. Akan tetapi, apabila baja dengan massa jenis 7,85 g/cm³ digunakan sebagai panel material armor, maka akan menyebabkan kendaraan tempur memiliki massa yang besar. Massa kendaraan tempur tersebut akan semakin besar seiring dilengkapi persenjataan didalamnya. Oleh karena itu, penulis menilai perlu dilakukannya penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk menurunkan densitas pada bahan baku material armor serta meningkatkan ketahanan balistik. Hal ini sangat diperlukan untuk meningkatkan performa kendaraan menjadi lincah dan efisien tahan terhadap balistik. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dapat dilakukan dengan cara mengganti material dasar baja dengan material lain. Material armor yang dikembangkan pada penelitian ini terbuat dari komposit laminat hibrid dengan matrik berupa lembaran Aluminium 7075 dan penguat berupa serat kevlar yang diimpregnasi oleh nano Aluminium oksida serta Silikon karbida. Struktur material dikonfigurasikan sedemikian rupa, sehingga memungkinkan untuk mendapatkan properti yang unggul dan memenuhi persyaratan yang ditargetkan.

The development of the national defense system must continue to be carried out to increase capabilities and increase the nation's self-esteem. Currently, Indonesia has several State-Owned Enterprises (BUMN) capable of supporting the defense industry, including PT. Krakatau Steel as a steel producer and PT. Pindad as a supplier of combat vehicles and equipment. However, if steel with a density of 7.85 g/cm3 is used as an armor material panel, it will cause the combat vehicle to have a large mass. the mass of the combat vehicle will be even greater as it is equipped with weapons in it. Therefore, the authors consider the need for further research and development to reduce the density of the armor material and increase ballistic resistance. This is very necessary to improve vehicle performance to be agile and efficient, resistant to ballistics. To solve these problems, it can be done by replacing the basic steel material with other materials. The armor material developed in this study is made of a hybrid laminate composite with a matrix of 7075 Aluminum sheets and reinforcement in the form of Kevlar fiber impregnated by nano Aluminum oxide and Silicon carbide. The structure of the material is configured in such a way that it is possible to obtain superior properties and meet the targeted requirements."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Warneri
"Aplikasi perlindungan korosi melalui metode pelapisan (coating) biasa dilakukan sebagai upaya dalam pencegahan korosi pada suatu struktur, struktur yang akan dilapisi pada penelitian ini dilakukan pada sambungan las baja karbon S355KT dengan metode las GTAW-FCAW. Pelapisan yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan dua tipe pelapis yaitu pelapisan menggunakan cat dan pelapisan menggunakan aluminium dengan metode TSA (Thermal Spray Aluminium). Pelapisan cat menggunakan metode pelapisan sesuai rekomendasi manufaktur hingga didapat ketebalan 300 – 350 µm. Pelapisan selanjutnya menggunakan aluminium dengan metode TSA hingga didapat ketebalan 300 – 350 µm sama dengan pelapis cat. Preparasi permukaan dilakukan sebelum aplikasi pelapis pada permukaan substrat dengan melakukan mechanical grinding pada permukaan las hingga rata dengan base metalnya dan setelah itu dilakukan blasting menggunakan Eurogrit dan Aluminium Oxide, kekasaran permukaan sebelum dilakukan pelapisan yaitu 60 – 80 µm. Tiap sampel dilakukan pengujian kekuatan ikatan (bonding) dan kualitas lapisan dengan metode pull-off test, uji sembur garam (salt-spray) selama 72 jam, uji microhardness dan pengamatan SEM/EDX.
Pengamatan dengan pengujian hardness tidak terlihat kekerasan antara basemetal dan welding area dengan pelapis baik untuk pelapis cat maupun aluminium. Pengamatan SEM/EDX pelapis cat terjadi ikatan yang baik antara pelapis dan substrat begitu juga dengan pelapis aluminium meskipun terlihat sedikit porositas. Pengamatan uji sembur garam pada kedua pelapis tidak mempengaruhi daerah penggoresan namun terlihat perubahan warna secara signifikan yang terlihat adanya pembentukan korosi secara merata pada pelapis aluminium sedangkan untuk pelapis cat tidak terlihat. Kekuatan lekat adhesi lapisan aluminium lebih tinggi dibanding cat, mekanisme ikatan untuk kedua pelapis tersebut adalah ikatan mekanis interlocking berdasarkan kekasaran permukaan.

The application of corrosion protection through a coating method is usually done as an effort to prevent corrosion of a structure, the structure to be coated in this study was carried out on S355KT carbon steel welded joints using the GTAW-FCAW welding method. The coating carried out in this study uses two types of coatings, namely coating using paint and coating using aluminum using the TSA (Thermal Spray Aluminum) method. Coating the paint using a coating method according to the manufacturer's recommendations to obtain a thickness of 300-350 µm. The next coating uses aluminum with the TSA method to obtain a thickness of 300-350 µm with paint coatings. Surface preparation was carried out before the application of coatings on the surface of the substrate by doing mechanical grinding on the weld surface to flatten with the metal base and after blasting using Eurogrit and Aluminum Oxide, surface roughness before coating was 60 - 80 µm. Each sample was tested for bonding strength and coating quality by the pull-off test method, salt-spray test for 72 hours, microhardness test and SEM / EDX observation.
Observations with hardness testing showed no hardness between basemetal and welding areas with coatings for both paint and aluminum coatings. Observation of SEM / EDX paint coatings has a good bond between coatings and substrate as well as aluminum coatings even though it looks a little porosity. Observation of the salt spray test on the two coatings did not affect the streaking area, but there was a significant color change which showed an even formation of corrosion in aluminum coatings while the paint coating was not seen. The adhesion strength of the aluminum coating adhesion is higher than that of paint, the bonding mechanism for these two coatings is the interlocking mechanical bond based on surface roughness.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T51945
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   4 5 6 7 8 9 10 11 12 13   >>