Ditemukan 306 dokumen yang sesuai dengan query
Jakarta: Lembaga Research Kebudayaan Nasional-LIPI, 1972
909.82 MAS
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Snyder, Louis L.
New York: Princeton University Press, 1964
909.82 SNY w
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Mende, Tibor
New York: Noonday Press, 1953
909.82 MEN w
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Mohammad Sabir
Jakarta: Mas Agung, 1990
327.11 SAB q
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Mireille Marcia Karman
"Otoritas adalah sebuah konsep multidisipliner yang menjadi fitur dasar yang membedakan antara negara dan entitas politik lainnya. Perbedaan ini kemudian membuat negara dianggap sebagai aktor utama dalam politik internasional yang dapat melakukan kekerasan secara terlegitimasi sementara entitas politik lainnya tidak boleh melakukan kekerasan tanpa ijin dari negara. Karya ini menunjukkan bahwa konsep otoritas yang berkembang dalam ilmu hubungan internasional cenderung dipengaruhi oleh definisi otoritas Weberian yang bias negara dengan ciri teritorialitas kekerasan dan simbol publik lainnya sehingga kekerasan yang dilakukan oleh aktor non negara hanya dianggap sebagai tindak kriminal atau usaha entitas politik untuk menjadi negara. Karena itu tiap tiap aktor non negara yang ingin meningkatkan signifikansinya dalam relasi antar entitas politik dan memiliki kebebasan untuk menggunakan kekerasan harus berupaya untuk mendefinisikan teritorinya dan berperilaku serupa dengan negara.
Authority is a multi-disciplinary concept that has been the basic feature that differs the state from other political entities. This distinction, further, positions states as main actor in international politics who are able to exercise legitimized violence, while other political entities are forbidden to exercise such measure without the required authorization from states. This paper exhibits that the concept of authority that has been developed in the study of International Relations relatively influenced by Weberian definition of authority which, to some extent, posess state-centric bias with features including territoriality, violence, and other public symbols so that the violent measures the states exercised are deemed as criminal act or struggle for political entitites to pursue statehood. Therefore, each non-state actors wanting to increase significance in its relation with other political entities and to have freedom to exert violence has to define its territory and demonstrate functions similar to those of states."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Carlton, David
New York: McGraw-Hill, 1988
327.730 47 CAR c
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Kaarbo, Juliet
Australia: Wadsworth, Cengage Learning, 2011
327.11 KAA g
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Leighton, Marian
New York: St. Martin`s Press, 1989
327.730 47 LEI d
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Calvocoressi, Peter
London: Longman, 1992
327.09 CAL w
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Washington, D.C.: Praeger Special Studies, 1883
327.090 4 LOO
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library