Ditemukan 215 dokumen yang sesuai dengan query
"Serat Cekel Endralaya yang diterbitkan oleh Tjan Tjoe Twan diawali dengan pupuh yang berbeda bila dibandingkan dengan terbitan R. M. Ismangoen Danoewinata. Namun, pada pupuh-pupuh selanjutnya sama dengan buku Serat Cekel Endralaya terbitan R. M. Ismangoen Danoewinata, Prabalingga. Demikian pula isi ceritanya sama dengan Serat Cekel Endralaya terbitan Tjan Tjoe Twan."
Solo: Tjan Tjoe Twan, no year
BKL.0351-CW 12
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
"Kitab ini kutipan dari karya Kyai Yasadipura I yang buku babonnya adalah karya Empu Sedah. Di dalam buku ini mengisahkan gugurnya para senapati Pandawa dan Korawa: 1. R. Wratsangka oleh Prabu Salya; 2. Utara oleh Pandita Durna; 3. R. Seta oleh Resi Bisma; 4. Resi Bisma oleh Woro Srikandi; 5. R. Laksmana oleh R. Abimanyu; 6. R. Abimanyu oleh R. Jayadrata; 7. R. Burisrawa oleh R. Setyaki; 8. R. Jayadrata oleh R. Arjuna."
Solo: Trikarya, no year
BKL.0419-CW 16
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
Mas Ngabehi Mangunwijaya
"Teks diawali dengan cerita tentang Raja Dhestarata yang sedang merisaukan keadaaan putra Pandhudewanata yang lahir dalam keadaan terbungkus ketuban yang tidak dapat terpecah. Sang raja menyuruh para Kurawa mencari senjata untuk memecah ketuban, senjata tersebut berada di hutan Krendawahana. Raja Dhestarata kwatir akan kekuatan putra Pandu, bila dewasa kelak tidak ada yang mengalahkannya."
Kediri: Boekhandel Tan Khoen Swie, 1921
BKL.0360-CW 13
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
"Buku serat cingkaradewa terdiri atas beberapa teks yang berbeda (yang tidak berhubungan). Sejumlah halaman depan buku ini sudah tidak ada. 1. teks pertama berisi cerita Cingkaradewa; 2. tentang milih kambangan jaler; 3. serat weddharasa; 4. serat pawukon."
no place: no publisher, no year
BKL.0412-CW 15
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
"Serat mintaraga diawali dengan kisah Arjuna yang bertapa di gunung Endrakila. Terjadi huru hara di swarga. Adapun yang bisa mengalahkan raja raksasa Niwata Kawaca adalah Arjuna yang sedang bertapa. Cerita diakhiri dengan kisah Arjuna yang sedang bersenang-senang menikmati anugrah dari para dewata di swarga karena keberhasilannya mengalahkan raja raksasa Niwatakawaca."
Solo: Tjan Tjoe Twan, 1856
BKL.0438-CW 19
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
Humme, H.C.
"Buku ini berisi tentang teks lakon (lampahan) wayang berjudul Abiyasa (Abiasa) berbahasa Jawa dan aksara Jawa. Di samping itu terdapat catatan mengenai teks Jawa Abiyasa dalam bahasa Belanda, catatan atau keterangan tentang wayang Abiyasa dalam bahasa Belanda, nama-nama tokoh wayang Abiyasa, dan terjemahan teks dalam bahasa Belanda."
's-Gravenhage: Martinus Nijhoff, 1878
BKL.0380-WY 16
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
"Buku ini merupakan buku panduan wayang Mandrawanara dengan lakon Senggana Dinuta sampai dengan adegan terbakarnya istana Alengka."
Yogyakarta: Mardi Mulya, [Date of publication not identified]
BKL.0486-WY 18
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
"Naskah ini terdiri dari dua teks, yaitu: 1. Berupa langendriyan Menakdjinggo lena sampai dengan tewasnya Menakdjinggo di tangan Damarwulan; 2. Daftar kata yang memuat padanan kata-kata. Juga ada semacam kamus yang memuat kata-kata Kawi-Jawa."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
WY.23-KS 60
Naskah Universitas Indonesia Library
R.Ng. [Raden Ngabehi] Ranggawarsita, 1802-1874
"Buku ini berisi cerita wayang purwa dengan lakon: Bangbang Swihastha, karya Ranggawarsita. Tokoh Bambang Dwihastha adalah putra Dyah Yogawati dan cucu Bagawan Yogiyasa. Sebenarnya Bambang Dwihastha adalah putra Arjuna. Dwihastha ingin bertemu dengan Arjuna (ayahnya) di tengah jalan bersua dengan Prabu Bisaka yang hendak ke Dwasawati. Prabi bisaka minta pertolongan Kresna untuk berperang melawan Prabu Gajah Marapah yang menguasai istananya. Prabu Gajah Marapah dapat dikalahkan. Bambang Dwihastha dikawinkan dengan Bisawati, putri Prabu Bisaka, dan Bisakesi putri patih Bisakesa."
Kediri: Tan Khoen Swie, 1927
BKL.0511-WY 19
Buku Klasik Universitas Indonesia Library
"Buku ini berisi mengenai diawali dengan cerita Prabu Duryadana memerintahkan mencari bale kencana. Sementara dari pihak Pandawa yang disuruh mencari adalah R. Wrekodara. Wrekodara datang ke tempat keluarga Semar di padepokan Karang Kadempel. Peperangan antara R. Burisrawa dengan R. Setyaki. R. Karna dengan Gatotkaca. Ditutup dengan kematian R. Antasena (anak Werkodara)."
Betawi Sentrum: Bale Pustaka, 1933
BKL.0529-WY 20
Buku Klasik Universitas Indonesia Library