Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 488 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, 2013
016.899 222 KAT
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Yudhi Irawan
Jakarta : Perpusnas Press, 2017
899.221 YUD g
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Deviyanti
"Tesis ini membahas fungsi kolofon dalam naskah Melayu koleksi A.B. Cohen Stuart (CS) yang tersimpan di Perpustakaan Nasional RI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah edisi teks biasa untuk membuat transliterasi kolofon dengan pendekatan kodikologi untuk menganalis kolofon naskah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kolofon dalam naskah Melayu koleksi CS memiliki fungsi untuk menggambarkan aktivitas penyalinan naskah Melayu di Jakarta pada abad ke-19. Selain itu, kolofon dalam naskah Melayu koleksi CS juga memiliki fungsi sejarah, fungsi sosial dan budaya, serta fungsi ekonomi.
.....This thesis discusses the function of the colophon in the Malay manuscript of A.B. Cohen Stuart’s collection at the National Library of Indonesia. The method used in this research is standard text edition to make colophon transliteration and a codicological approach to analyze the text colophon. The conclusion of this study is that the colophon in the Malay manuscript of A.B. Cohen Stuart’s collection has a function to describe the activity of copying Malay manuscripts in Jakarta in the 19th century. It also has historical, social and cultural function, and economic function."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Hernawani
"Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan salah satu lembaga di Indonesia yang menyimpan naskah-naskah Nusantara. Koleksi yang tersimpan terdiri lebih dari sebelas ribu naskah tulisan tangan dari berbagai bahasa dan aksara daerah di Nusantara. Sebagian besar koleksi di Perpustakaan Nasional RI merupakan naskah-naskah Jawa, termasuk didalamnya adalah koleksi J. L. Moens.Seluruh koleksi J. L. Moensterdiri dari 284 naskah: Koleksi Perpustakaan Nasional RI terdiridari 85 naskah pewayangan pada kodekoleksi AS, 30 naskah berilustrasi padakodekoleksi KBG; enam naskah menjadi koleksi Museum Sonobudaya di Yogyakarta; sembilan naskah menjadi koleksi Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia; dan 154 naskah dengan kode Lor menjadi koleksi Perpustakaan Universitas Leiden –Belanda. Dari 30 naskah Moens Album, terdapat 3 naskah permainan anak-anak yaitu KBG 926 (Jongensspelen), KBG 927 (Meisjesspelen), KBG 928 (Kaart-en Dobbelspelen), yang juga disebut Moens Album, Platenalbum no.1, 2, dan 3. Naskah-naskah ini menyajikan gambar ilustrasi yang menggambarkan deskripsi permainan yang disajikan pada bagian lain halaman, dengan uraian teks beraksara dan berbahasa Jawa. Gambaran tentang permainan tradisional dalam koleksi ini akan memberikan pemahaman terhadap pemikiran, orientasi, dan nilai-nilai dari permainan tradisional yang pernah hidup pada masa lampau, meskipun bukan suatu hal yang muda huntuk dapat menghadirkannya kembali."
Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, 2018
090 JMN 9:1 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sarwit Sarwono
Bengkulu: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Bengkulu, 1994
899.231 SAR j
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
I Gusti Ngurah Sila Adiharta Jaksa
"Kapang memiliki kemampuan untuk menggunakan kertas sebagai substrat dan menyebabkan deteriorasi pada kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi isolat hingga tingkat genus secara morfologi dan mengetahui kemampuan kapang dari manuskrip Eropa lama asal Keraton Kasepuhan Cirebon menggunakan kertas Whatman sebagai substrat. Empat isolat kapang pada Potato Dextrose Agar (PDA) dan Malt Extract Agar (MEA) dikarakterisasi secara morfologi, di suhu 26,5°C, umur 7 hari. Isolat-isolat kapang tersebut diinokulasikan pada PDA miring dengan teknik gores, diinkubasi di suhu 26,5°C selama 7 hari. Biakan disuspensikan dalam akuades steril 5 ml, kemudian 3 ml suspensi sel empat isolat kapang dan Aspergillus versicolor (Vuill.) Tiraboschi UICC 1037 masing-masing diinokulasikan pada 27 ml Czapek Dox Broth (CDB) tanpa sumber karbon dengan penambahan kertas Whatman (diameter 6,4 cm), dan pada CDB tanpa kertas Whatman sebagai kontrol. Inkubasi pada suhu 26,5°C selama 30 hari. Hasil karakterisasi menunjukkan dua isolat termasuk Aspergillus Micheli, satu isolat termasuk Penicillium Link dan satu isolat termasuk Cladosporium Link. Hasil pengujian menunjukkan semua isolat memiliki kemampuan untuk menggunakan kertas Whatman sebagai substrat dan nutrien yang ditunjukkan dengan adanya hifa dan sporulasi, penurunan pH medium (dari 8 menjadi 6), perubahan bentuk dan struktur kertas (bentuk kertas tidak utuh dan tidak bulat, sobek, terlipat, ukuran kertas mengecil), perubahan warna kertas menjadi kuning-kecokelatan, dan pengurangan berat kering kertas dengan kisaran persentase 1,828—75,025%.

Fungi have the ability to utilize paper as a substrate and cause manuscript deterioration. This research aims were to characterize moulds to the genus level by morphology and to investigate moulds from old European manuscripts from Keraton Kasepuhan Cirebon to utilize Whatman paper as a substrate. Four mould isolates on Potato Dextrose Agar (PDA) and Malt Extract Agar (MEA) were characterized by morphology at 26.5°C, for 7 days. The mould isolates were inoculated on PDA slants using streak technique, and incubated at 26.5°C, for 7 days. Cell suspensions in five ml of sterile water were prepared. Three ml cell suspension of each mould isolate and Aspergillus versicolor (Vuill.) Tiraboschi UICC 1037, were inoculated into 27 ml of Czapek Dox Broth (CDB) without a carbon source with addition of Whatman paper (6.4 cm in diameter) as a sole carbon source, and into 27 ml CDB without Whatman paper as control. The cultures were incubated at 26.5°C and observed for 30 days. The result showed two isolates belonged to Aspergillus Micheli, one isolate belonged to Penicillium Link, and one isolate belonged to Cladosporium Link. All isolates were able to utilize Whatman paper as a substrate and nutrient by the presence of hyphae and sporulation, a decrease in medium pH (from 8 to 6), changes in paper shape and structure (paper shape was not completely intact and round, folded, smaller in size), changes of paper colour to brownish-yellow, and the loss in dry weight of Whatman paper in the range of 1.828—75.025%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Trifena Krista Mustikaning Sekar
"Fungi pada manuskrip lama dapat menyebabkan deteriorasi. Tujuan penelitian untuk memperoleh identitas genus kapang dari manuskrip cina lama koleksi Perpustakaan Universitas Indonesia berdasarkan karakter morfologi dan kemampuan kapang menggunakan kertas Cina sebagai substrat. Kapang berasal dari manuskrip cina lama yang mengalami deteriorasi asal plot 2, 4, dan 6 Ruang Naskah Perpustakaan UI, Depok. Empat isolat kapang pada Potato Dextrose Agar (PDA) dan Malt Extract Agar (MEA) dikarakterisasi berdasarkan morfologi sampai genus. Biakan untuk suspensi sel dipersiapkan dengan teknik gores pada PDA miring, inkubasi di suhu 26,5 oC, selama 7 hari. Tiga mL suspensi sel isolat kapang, dan A. versicolor UICC 1037 masing-masing diinokulasikan pada 27 mL Czapek Dox Broth (CDB) tanpa sumber karbon dengan penambahan kertas cina (diameter 5,2 cm) sebagai substrat, dan pada CDB tanpa kertas cina sebagai kontrol. Inkubasi pada suhu 28 oC selama 30 hari. Hasil menunjukkan tiga isolat termasuk Aspergillus P. Micheli ex Haller dan satu isolat termasuk Penicillium Link. Semua isolat dapat menggunakan kertas cina sebagai substrat mengandung sumber karbon dan nutrien untuk pertumbuhan berdasarkan adanya hifa dan sporulasi, penurunan pH medium (dari 8 menjadi 6), perubahan kondisi kertas (bentuk menjadi terlipat atau remuk, struktur menjadi rapuh, warna menjadi kekuningan atau kecokelatan), dan persentase pengurangan berat kering kertas (1,57—6,66%).

Fungi on old manuscripts cause deterioration. The aims of this study were to characterize moulds from old Chinese manuscripts, collection of Universitas Indonesia, by morphology to the genus and evaluate the mould ability to utilize chinese paper as a substrate. The moulds were obtained from deteriorated old Chinese manuscripts from plot 2, 4, and 6 Ruang Naskah UI Library. Four mould isolates on Potato Dextrose Agar (PDA) and Malt Extract Agar (MEA) were characterized by morphology to the genus. Cultures were inoculated on PDA slants by streak method, incubated at 26,5 oC for seven days, and used for cell suspensions in 5 mL sterile water. Three mL cell suspensions of four isolates and A. versicolor UICC 1037, each, were inoculated to 27 mL Czapek Dox Broth (CDB) without a carbon source with the addition of chinese paper (5.2 cm in diameter) as a substrate, incubated at 28 oC for 30 days. Three isolates were characterized as Aspergillus P. Micheli ex Haller and one isolate was characterized as Penicillium Link. All isolates were able to utilize chinese paper as a substrate containing a carbon source dan nutrient for growth, based on the presence of hyphae and sporulation, a decrease in medium pH (from 8 to 6), changes of paper conditions (paper shape became folded or mashed, paper structure became fragile, paper color changed to yellowish or brown), and percentage of loss of paper dry weight (1.57—6.66%)
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wienny Lintang
"Fungi menjadi salah satu agen dalam proses deteriorasi manuskrip kuno, karena manuskrip mengandung senyawa organik sebagai sumber karbon dan nutrien bagi pertumbuhan fungi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan karakterisasi (morfologi, xerofilik, selulolitik) isolat fungi penyebab deteriorasi manuskrip kuno asal Banyumas koleksi Perpustakaan Universitas Indonesia. Dua buah sampel manuskrip kuno asal Banyumas berbahan dluwang mengalami deteriorasi oleh fungi yang terlihat dengan adanya bintik-bintik cokelat, dan perubahan warna kertas menjadi kuning kecokelatan. Hasil karakterisasi morfologi menunjukkan 31 isolat termasuk ke dalam lima genera (Aspergillus Micheli, Cladosporium Link, Curvularia Boedijn, Penicillium Link, Ulocladium Preuss), dan yeast-like fungi. Lima genera fungi tersebut sebelumnya pernah dilaporkan menyebabkan deteriorasi pada manuskrip kuno dari daerah berbeda di Indonesia. Karakter xerofilik ditunjukkan oleh 90% (28 dari 31 isolat) dengan pertumbuhan pada medium DG18 Agar, yang mengindikasikan isolat fungi dapat tumbuh pada substrat kering seperti manuskrip kuno. Karakter selulolitik ditunjukkan oleh 93,5% (29 dari 31 isolat) dengan pertumbuhan pada dluwang dan kertas merang, dan hasil degradasi kertas merang dengan berbagai bentuk. Kisaran persentase pengurangan berat kering kertas merang setelah diinokulasi oleh isolat fungi selama 30 hari adalah 0,28--51,2%. Hasil Scanning Electron Microscopy (SEM) memperlihatkan isolat fungi menyebabkan deteriorasi pada kertas merang, ditunjukkan dengan adanya struktur fungi (konidia dan hifa/miselium). Kertas mengalami perubahan bentuk dan struktur akibat pertumbuhan fungi, yaitu bentuk serat mengalami deformasi (menjadi tidak beraturan dan berukuran lebih kecil), ter-fragmentasi (menjadi terpotong), dan terlihat jaringan miselia fungi di antara serat kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat fungi dari manuskrip kuno asal Banyumas memiliki karakter xerofilik dan selulolitik, dan menggunakan kertas sebagai substrat dan nutrien untuk pertumbuhan. Isolat-isolat fungi dapat mendegradasi kertas merang, yang merupakan indikasi sebagai penyebab deteriorasi pada manuskrip kuno asal Banyumas.

Fungi are the main cause of deterioration of old manuscripts since manuscripts provide carbon source and nutrient for fungal growth. Isolation of fungi from deteriorated old manuscripts from Banyumas was carried out and their morphology, xerophilic, and cellulolytic nature were investigated. Two deteriorated old dluwang manuscripts showed fungal spores, brown spots, and paper discoloration. Based on morphological characteristics, 31 fungal isolates belonged to five genera (Aspergillus Micheli, Cladosporium Link, Curvularia Boedijn, Penicillium Link, Ulocladium Preuss), and yeast like-fungi. These genera have been reported from deteriorated old manuscripts from several historical places in Indonesia. Xerophilic character was shown by 90% (28 isolates) as determined by colony growth on DG18 Agar, which indicated that the fungal isolates were able to grow in dry substrates such as old manuscripts. Cellulolytic character was shown by 93.5% (29 isolates) as determined by fungal growth on dluwang paper and merang paper, and various forms of degradation of merang paper. After 30 days-incubation, the weight loss percentage of merang paper was 0.28—51.2%. Result from Scanning Electron Microscopy (SEM) showed that the fungal isolates caused the deterioration of merang paper as shown by the presence of fungal structures (conidia and hyphae/mycelia). Structure and shape of merang paper were changed as shown by smaller or irregular paper fibers, fragmented, or disjointed fibers, and fungal mycelia network amongst the paper fibers. These results showed that fungal isolates from old manuscripts from Banyumas have xerophilic and celulloytic natures and used papers as carbon sources and substrates for growth. The fungal isolates were able to deteriorate merang paper, which indicated that they caused deterioration on old manuscripts from Banyumas, Indonesia."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pemgetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia,
011.31 BUK
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library