Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1933 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Syahrir Natsir
"Commencing from the year of eighties, the contemporary management study has started to switch from its narrow outlook on leadership into a larger dimension. Leadership is no longer viewed merely as leader to human being only, but also as leader to a change. A leader does not only influence the employees, but also becomes a central point in determining the direction of the company in its relation with various possibilities of change in company environment. It isfor this reason thatthe banking industry, as one of the industries facing the very dynamic and complex competition, requires flexible leaders capable of dealing with various problems encountered. Outputs of research indicate that transformational leadership have negative and insignificant path coefficient of (-0.24). Meanwhile, charismatic leadership influences the work behavior and employee performance in positive and significant path coefficient of consecutively (0.84) and (0,80). The transformational leadership have negative influence to the employee performance with the significant but negative path coefficient of (-0.64), and have the work behavior with positive influence to the employee performance with the positive significant path coefficient of (0,87) at the banking industry in Central Sulawesi. Benefit of this research is that it can be used as scientific information regarding the variables of transformational leadership, and charismatic leadership upon the work behavior and employee performance at the banking industry in Central Sulawesi. It can also be used as a basis to motivate improvement of the work behavior and employee performance related to the leadership application at banking industry, particularly in Central Sulawesi."
2006
MUIN-XXXV-1-Jan2006-36
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Toto Tasmara
Jakarta: Gema Insani, 2006
658.4 TOT s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Romanna Renteria
"Memasuki pasar bebas tahun 2003, tiap usaha dituntut untuk mencari strategi-strategi terbaik untuk menghadapi persaingan yang semakin keras. Termasuk juga bidang sumber daya manusia (atau yang dikenal sebagai SDM). Semua perusahaan pasti berusaha untuk meningkatkan keterikatan pada organisasi dan keteribatan kerja dari karyawannya. Mengapa ? karena keterikatan dan keterlibatan tinggi akan membuat karyawan berpikir positif tentang pekerjaan, bersikap positif serta bertingkah laku positif yang pada akhirnya meningkatkan kinerja dan produktifitas mereka.
Salah satu variabel yang mempengaruhi keterikatan dan keterlibatan kerja adalah faktor hubungan atasan dan bawahan atau yang bahasa awamnya kepemimpinan. Ada dua model kepemimpinan terbaru yaitu kepemimpinan transformasional dan model kepemimpinan transaksional. Pendekatan kepemimpinan transformasional berusaha meningkatkan kesadaran bawahan akan hasil-hasil atau kinerja yang bemilai (valued outcomes). Sedangkan kepemimpinan transaksional adalah kepemimpinan yang ditandai dengan proses pertukaran antara imbalan dengan kinerja yang ditetapkan.
Jadi penelilian ini melihat pengaruh dari model kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan transaksional terhadap keterikatan kerja serta keterlibatan kerja. Keterikatan kerja yang akan digunakan disini adalah keterikatan kerja dari Allen Meyer yaitu keterikatan afeksi, keterikatan raslonal dan keterikatan nonnative. Sedangkan keterlibatan kerja yang digunakan adalah dari Kanungo.
Hasil analisa data menunjukkan bahwa ada pengaruh dari model kepemimpinan terhadap keterikatan pada organisasi tertentu dan keterlibatan kerja terutama kepemimpinan transformasional. Model kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap keterikatan afektif. Model kepemimpinan berpengaruh terhadap keterikatan rasional, dan normative pada level signifikansi <0.05. Model kepemimpinan berpengaruh terhadap keterlibatan kerja pada level signitikansi<0.05.
Hasil ini menunjukkan akan adanya pergeseran nilai di dunia kerja. Nilai-nilai emosionil mulai hilang digantikan oleh nilai rasional seperti pertukaran materi serta normative yaitu rasa bersalah dan takut. Dalam hal kepemimpinan, umumnya karyawan masih mempersepsikan model kepemimpinan transformasional yang terbaik untuk menghasilkan keterikatan serta keterlibatan kerja. Pendekatan karisma, individual serta stimulasi intelektual ternyata secara signifikan meningkatkan derajat keterikatan pada organisasi karyawan dan keterlibatan kerja mereka."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
T6514
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gede Putra Suastika
"Berdasarkan Keputusan Presiden No. 95 tahun 1999 Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) berubah menjadi Badan Kepegawaian Negara (BKN). BKN dipimpin oleh seorang Kepala yang bertugas memimpin BKN, berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Direktorat Kepangkatan dan Mutasi merupakan salah satu direktorat yang ada di BKN. Direktorat ini bertugas menyiapkan pertimbangan teknis kenaikanpangkat PNS, pertimbangan status dan kedudukan hukum kepegawaian, pemberian persetujuan kenaikan pangkat, peninjauan masa kerja, pengangkatan Asisten Peneliti sampai dengan Peneliti Madya, dan mutasi lain-lain, pengalihan / penyaluran PNS, serta penetapan kenaikan pangkat PNS. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja para pegawai di Direktorat tersebut di atas.Metodologi yang digunakan adalah observasi, dengan instrumen penelitian berupa kuesioner, wawancara dan dari data-data sekunder.
Dari penelitian ini diketahui: 1. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Kepemimpinan dengan Kepuasan Kerja, derajat hubungan sebesar 0,735 ( r ). Dimana kontribusi Kepemimpinan dalam meningkatkan Kepuasan Kerja sebesar 0,540 (r2). Sedangkan berubahnya satu skala pengukuran tingkat Kepemimpinan akan meningkatkan Kepuasan Keja sebesar 143,4% (koefisien regresi b ). 2. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja, derajat hubungan sebesar 0,946 (r}. Kontribusi Motivasi Kerja akan menaikkan Kepuasan Kerja 89,5% ( r2}. Sedangkan berubahnya satu skala pengukuran Motivasi Kerja akan meningkatkan Kepuasan Kerja sebesar 77,5%. 3. Secara bersama-sama terdapat hubungan positif dan signifikan antara Kepemimpinan dan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja. Derajat hubungan sebesar 0,947. ( R ), dan determinasinya (R2 ) = 0,897 Artinya kontribusi secara bersama-sama Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja sebesar 89,7%.
Kesimpulan: 1. lmplikasi dari besarnya pengaruh Kepemimpinan dana Motivasi Kerja baik sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama terhadap Kepuasan Kerja memberikan arti panting bagi para pemimpin untuk menetukan kepemimpinannya agar tercipta kepuasan kerja para pegawai yang dipimpinnya. 2. Koefisien determinasi yang dapat diketahul dari penelitian ini sebesar 89% dalam menerangkan variabel Kepuasan Kerja. Berarti masih ada 11% koefisien alienasi variabel Kepuasan Kerja yang belum terungkap.
Saran: 1.Perlu dikaji lebih lanjut gaya kepemimpinan manakah yang paling mampu memberikan kepuasan kerja pegawai yang paling besar. 2. Perlu diteliti lebih lanjut faktor-faktor lain yang kemungkinan juga mempengaruhi Kepuasan Kerja 3. Perlu dikaji secara cermat tentang motivasi kerja, karena motivasi kerja ini memiliki skor yang cukup tinggi juga di dalam andil untuk meningkatkan kepuasan kerja."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
T14165
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irawati Bahar
"PT. Al, Tbk sebagai perusahaan induk yang berperan sebagai penyedia kebijakan dan aturan-aturan stratejik bagi anak perusahaan memegang porsi besar dalam upaya pengembangan calon leader di semua level.
Salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan program pengembangan leader di grup perusahaan ini adalah adanya kontribusi dari people development specialist (PD specialist), yang aktivitas utamanya adalah mengidentifikasi calon leader dan melaksanakan upaya-upaya pengembangan kemampuan mereka.. Di PT. Al, Tbk para PD specialist ini berada di HR division, di departemen Career Management.
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa utilisasi atas PD specialist belum optimal. Para PD specialist belum dilibatkan pada upaya-upaya pengembangan karyawan secara menyeluruh. Identifikasi dan pengembangan leader untuk level eksekutif misalnya, masih dilaksanakan oleh konsultan. Akibatnya kompetensi PD specialist dalam penyediaan leader di perusahaan juga tidak berkembang. Suasana yang berkembang dari kondisi di atas menjadi tidak kondusif bagi upaya membina motivasi kerja para PD specialist. Mereka sangsi mengenai panjang karier mereka di PT. AT, Tbk. Mereka juga kecewa karena pembinaan dan peningkatan karier berjalan lambat.
Untuk mengatasi masalah di atas, perlu dibuat parameter yang diakui semua pihak yang dapat mengukur kemampuan para PD specialist dalam melaksanakan tugas-tugasnya di setiap level pekerjaannya. Parameter tersebut adalah competency model, yang kemudian aplikasinya dapat diwujudkan dalam program pengembangan karier (career pathing)."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T18646
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novia Irwana
"Komunitas Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi adalah komunitas yang warganya berasal dari gusuran Kali Angke (Pejagalan dan Kapuk Muara) dalam rangka Prokasih (Program Kali Bersih) yang dilakukan Pemerintah Daerah Propinsi DKI Jakarta.
Komunitas ini mempunyai kompetensi komunitas yang rendah ditandai dengan rendahnya kemampuan keterampilan dasar kepemimpinan dalam komunitas. Untuk meningkatkan kompetensi komunitas maka dilaksanakan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan dasar kepemimpinan. Target kegiatan intervensi ini adalah kelompok pemuda.
Metode yang dipakai dalam kegiatan intervensi sosial ini adalah the four-step method, yang merupakan empat langkah untuk menentukan strategi yang efektif dalam merencanakan perubahan. The four step method ini terdiri dari empat langkah yaitu : open the door, meet each other, talk to each other dan work together for change. Kegiatan intervensi yang dilakukan memakai dasar teori belajar sosial dari Albert Bandara. Prinsip dari teori ini disebut reciprocal determinism, bahwa komponen kognisi, lingkungan, dan tingkah laku saling mempengaruhi. Usaha mengubah kognisi akan turut mempengaruhi lingkungan dan tingkah laku.
Program dirancang dalam 4 tahap kegiatan, mulai dari tahap open the door sampai tahap work together for change. Tulisan ini menjabarkan sekilas pelaksanaan kegiatan intervensi kelompok tahap I dan kelanjutannya yaitu tahap II, dengan fokus pada pelatihan mengenai keterampilan dasar kepemimpinan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai rancangan yang telah dibuat. Tujuan kegiatan terpenuhi, ditandai dengan tercapainya indikator keberhasilan, yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang keterampilan dasar kepemimpinan. Pelatihan ini mendapat tanggapan positif dari target intervensi.

Tzu Chi Loving and Care Housing Community is a community, of which members are the evictees of Kali Angke (Pejagalan and Kapuk Muara) as a result of Prokasih (Program Kali Bersih) which was undertaken by the City Government of DKI Jakarta Province.
This community has a low level of community competency, which is signaled by the low basic leadership skills in the community. To increase the community's competency, a series of activities has been placed to increase the basic leadership skills. The target of these intervention activities is the youth group.
The method utilized in this social intervention activity is the four-step method, which comprised of four steps to determine the effective strategy in planning the change. This four-step method consists of four steps, which are; open the door; meet each other; talk to each other; and work together for change. The undertaken intervention activity is applied based on the basic theory of social learning by Albert Bandura. The principle of this theory is called reciprocal determinism, where cognitive component, environment and behavior affect one another. The effort to change cognitive, will also impact environment and behavior.
The program is constructed in 4 steps of activities, starting from open the door to work together for change. This report will briefly outline the actual operation of intervention activities at first period and the continuation in second period, focusing in the training in regards to basic leadership skills. The result of the evaluation shows that the operation of the program was in-line with the structure planned. The objectives of the activity are achieved, indicated by the achievement in success indicator, which is the increase in knowledge of basic leadership skills. This training receives a positive feedback from the intervention's target.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2005
T18740
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Russell, Lou
"Todays organizations are faced with many challenges: increased complexity of work, a need for more resources paired with the reality of cost cutting, lack of training for new leaders, and tired and stressed workers. To manage these challenges and more, organizations need leaders who focus on developing their people to move toward specific goals. To be an effective leader, individuals need to develop 10 competencies in the areas of knowing oneself, working with other people, and integrating it all. This Infoline enables leaders to assess their own leadership skills and identifies ways to build skills and knowledge in the 10 leadership competencies."
Alexandria, VA: [ASTD Press, ], 2006
e20438756
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Hart, Lois B.
"Great leaders are trained, not born. The "Leadership Training Activity Book" gives trainers everything they need to teach and apply the most critical leadership competencies participants need. Featuring easily adaptable exercises on a wide range of leadership topics, this collection of activities is an all-in-one resource for any trainer seeking to prepare the leaders of tomorrow."
New York: [American Management Association;, ], 2005
e20438433
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Woolfe, Lorin
""Millions have been inspired by the Bible's spiritual lessons. Now, Lorin Woolfe provides a unique way to view the Bible ...for leadership lessons that can be applied to our modern business world. Consider David's courage and innovation in slaying Goliath with just a stone and a sling; Moses' outstanding "succession planning" in picking Joshua; Joseph and the political skills that brought him to the seat of power; and of course, Jesus' compassion, communication skills, and vision that launched Christianity (a long-term success by any measure)."
New York: [American Management Association;, ], 2002
e20438248
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Blank, Warren
""Some people appear to be "natural born leaders." But are they literally born that way? Or have they been taught, coached, rewarded, and reinforced in ways that enable them to be leaders?"
New York: [American Management Association, ], 2001
e20438215
eBooks  Universitas Indonesia Library
<<   3 4 5 6 7 8 9 10 11 12   >>