Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 95 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Anahari Budi Septania
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keberadaan hubungan politik, proporsi komisaris independen dan kepemilikan manajerial sebagai mekanisme tata kelola perusahaan, dan struktur kepemilikan terhadap kemungkinan financial distress. Financial distress diukur menggunakan dua model yaitu Altman (1968) dan Springate (1978). Pengujian hipotesis dilakukan dengan regresi logistik menggunakan 196 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa perusahaan dengan hubungan hubungan politik, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan blockholder berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap kemungkinan financial distress. Namun, komisaris independen tidak terbukti berpengaruh terhadap kemungkinan financial distress.

The objective of this research is to examine the effect of political connection, independent commissioner and managerial ownership as a corporate governance mechanism, and ownership structure on probability of financial distress. Financial distress on this research is measured by two model, Altman (1968) and Springate (1978). Hypothesis testing is conducted by logistics regression using 196 firms which listed in Indonesia Stock Exchange during 2010 until 2013. The empirical results show that the politically connected firms, managerial ownership and blockholder ownership have significant and negative impact on the probability of financial distress. However, independent commissioner doesn?t have effect toward the probability of financial distress."
Depok: Universitas Indonesia, 2014
S59992
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hafika Prafiani
"Keputusan mengenai seberapa besar andil perusahaan dalam melakukan aktivitas yang berkaitan dengan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dipengaruhi oleh karakteristik Presiden Direktur dan struktur kepemilikan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kesibukan dan masa jabatan Presiden Direktur, serta struktur kepemilikan perusahaan keluarga terhadap nilai ESG perusahaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan 221 pengamatan dari 50 perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dan ESG Scores Refinitiv database pada periode 2016 – 2020 dan dianalisis menggunakan metode regresi. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa perusahaan yang memiliki presiden direktur yang sibuk dan struktur kepemilikan keluarga memberikan pengaruh buruk pada nilai ESG, sementara penulis tidak menemukan bukti memadai yang mendukung Presiden Direktur yang menjabat lebih dari lima tahun memberikan pengaruh baik pada nilai ESG. Hal ini karena perusahaan keluarga cenderung fokus untuk memperkaya keluarga mereka. Perusahaan dapat membatasi rangkap jabatan dan merekrut Presiden Direktur yang memiliki pengalaman tinggi. Penelitian ini berkontribusi dalam menginvestigasi hubungan nilai ESG dengan rangkap jabatan Presiden Direktur serta struktur kepemilikan perusahaan.

The decision on how much the company contributes to environmental, social, and governance (ESG) related activities is influenced by President's characteristics and the company ownership structure. Present study was undertaken to investigate the effects of the President's busyness and tenure, as well as the ownership structure of family companies, on the ESG scores of companies in Indonesia. The present study used 221 observations from 50 companies listed in the Indonesia Stock Exchange and Refinitiv ESG Scores database from 2016 – 2020 and analyzed them by the Regression method. The findings suggested that companies that have busy presidents or CEOs and family ownership structures give low ESG scores. While the authors do not find sufficient evidence to support the President Director serving more than five years has a good influence on ESG scores. It is because family companies tend to focus on enriching their families. Companies can limit the number of concurrent positions held by the President and recruit a President who has extensive experience. This study contributes to investigating the correlation between ESG scores with the President's concurrent positions and the company ownership structure."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Masruroh
"Beberapa alternatif sumber pendanaan baik dari internal maupun dari eksternal (internal & external funds) yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk mendanai berbagai peluang investasi yang diharapkan menguntungkan dalam arti NPV positif. Sumber pendanaan melalui pasar modal menjadi fenomena yang makin popular saat ini sebagai sumber yang patut dipertimbangkan dalam keputusan pendanaan. Manajer keuangan dalam mengambil keputusan berpegang pada tujuan untuk memaksimumkan nilai perusahaan yang akhimya akan dapat meningkatkan kemakmuran pemilik perusahaan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak pengumuman peristiwa right issue terhadap terjadinya abnormal return yang selanjutnya akan mempengaruhi kemakmuran para pemegang saham. Pada BEJ. Selain itu juga penelitian ini meneliti lebih jauh lagi tentang faktor-faktor apa yang mempengaruhi terjadinya abnormal return. Penelitian yang sama pernah dilakukan oleh Tsangarakis (1996) di ASE, Yunani. Akan tetapi dalam penelitian ini ada modifikasi model yang digunakan (market model) dan variabel tambahan yakni tujuan penggunaan dana hasil right issue.
Emiten yang melakukan right issue selama periode semester 1 tahun 1993 s/d semester 1 tahun 1997 di BEJ ada sebanyak 128 emiten setelah diseleksi berdasarkan tujuan penggunaan dana maka tinggal 34 emiten yang dipilih sebagai sampel. Penentuan to adalah tanggal pengumuman RULBPS dan tanggal pelaksanaan hak (Elex-right).
Hasil penelitian ini temyata membuktikan bahwa jika to adalah tanggal pengumuman RULBPS dan tujuan penggunaan dana untuk akuisisi ekstemal terbukti hipotesa dengan terjadinya abnormal return posistif selama periode event window. Jika tujuan penggunaan dana untuk akuisisi internal tidak terbukti hipotesa karena ternyata terjadi abnormal return negatif dan positif yang signifikan: Sedangkan faktor yang signifikan berpengaruh terhadap terjadinya CAR (-10.0) adalah variabel OFFER dan LIQUID.
Jika to adalah tanggal pelaksanaan hak (ex-right) serta tujuan penggunaan dana untuk akuisisi ekstemal tidak terbukti hipotesa karena terjadi abnormal return negatif yang signifikan. Untuk tujuan penggunaan dana untuk akuisisi internal juga tidak terbukti hipotesa karena terjadi abnormal return negatif yang signifikan. Sedangkan faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya CAR (-10,0) adalah variabel INVEST, OFFER, LIQUID, MARKET."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2000
T20575
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Garin Rizki Arishaldi
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelayakan keuangan program penggantian penyaluran air bersih dalam rangka menurunkan kehilangan air pada PERUMDA Tirta Pakuan Kota Bogor. Analisa kelayakan investasi akan dihitung berdasarkan Net Profit Value (NPV), Net B/C Ratio, Internal Rate of Return, dan juga Payback Period dari tiga skenario investasi, yaitu (i) Skenario 1 dengan modal yang 100% berasal dari perusahaan, (ii) Skenario 2 dengan modal yang 75% berasal dari perusahaan dan 25% berasal dari pinjaman bank, dan (iii) Skenario 3 dengan modal yang 50% berasal dari perusahaan dan 50% berasal dari pinjaman bank, dalam jangka waktu pembiayaan selama 10 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan, skenario investasi terbaik didapatkan pada Skenario 3, yang mempunyai nilai NPV tertinggi. Hal ini didukung oleh nilai IRR yang lebih tinggi daripada WACC (17,00%>7,69%) serta Net B/C Ratio paling tinggi dibandingkan dua skenario lainnya (2,61) dengan NPV sebesar 41 Miliar Rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa program penggantian pipa dan meteran air dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan layak untuk dilaksanakan. Namun demikian, pengambilan keputusan terkait Skenario investasi, yang akan dilakukan, sepenuhnya bergantung pada keputusan dari pemangku kepetingan pada PERUMDA Tirta Pakuan Kota Bogor dengan mempertimbangan skenario terbaik yang telah didapatkan.

This study aims to analyze the financial feasibility for infrastructure replacement program to reduce the Non-Revenue Water (NRW) at PERUMDA Tirta Pakuan Bogor City. The feasibility analysis will be based on the Net Profit Value (NPV), Net B/C Ratio, Internal Rate of Return, and also the Payback Period of three investment scenarios, which are: (i) Scenario 1 with 100% of the capital coming from the company, (ii) Scenario 2 with 75% of the capital coming from the company and 25% coming from bank loans, and (iii) Scenario 3 with 50% of capital coming from the company and 50% from bank loans, with a financing period of 10 years. Based on the calculation, the best investment scenario is obtained from Scenario 3, that has the highest NPV. This is supported by higher IRR value than WACC (17.00%>7.69%) and the highest Net B/C Ratio compared to the other two scenarios (2.61) with an NPV of IDR 41 billion. It shows that the replacement program can increase company’s revenue and feasible to be conducted. However, the decision making regarding the investment scenario, which will be carried out, is entirely dependent on the decision of the stakeholders at PERUMDA Tirta Pakuan Bogor City by considering the best scenario that has been obtained."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mahdi
"Selama tiga tahun terakhir, reksa dana menjadi instrumen pasar modal yang paling agresif. Tahun 2004 yang lalu merupakan tahun cemas bagi perkembangan reksa dana di Indonesia dimana dana kelolaan reksa dana hingga akhir Desember 2004 mencapai 100,9 triliun. Hal ini menenjukan bahwa para investor di tahun 2004 lebih tertarik menanamkan investasinya pada jenis investasi reksa dana dimana return yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan investasi lainnya seperti deposito. Namun di tahun 2005, sejak awal tahun hingga akhir tahun terjadi redemption (pencairan dana besar-besaran) yang mengakibatkan dana kelolaan sampai akhir Desember 2005 tinggal 28,3 triliun. Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi para investor, apakah reksa dana masih bisa dijadikan alternatif instrumen investasi yang menarik dan aman bagi investor. Pemilihan jenis reksa dana menjadi sangat menentukan berapa besarnya risiko dan hasil yang bisa didapat dari investasinya. Banyak investor yang ingin menempatkan dananya pada reksa dana saham, tapi masalah yang dihadapi mereka adalah bagaimana cara mengukur kinerja dari masing-masing reksa dana saham tersebut. Berdasarkan hal tersebut, dilakukanlah penelitian untuk menganalisis kinerja reksa dana saham yang ada di Indonesia sehingga layak untuk dijadikan alternatif investasi. Sampel yang diambil merupakan perusahaan yang menawarkan reksa dana saham untuk periode 2003 sampai dengan 2005. Sedangkan data-datanya didapat dari BAPEPAM, Bank Indonesia dan Bursa Efek Jakarta. Kemudian dari data-data tersebut diolah dan diperoleh hasil penelitian bahwa selama kurun waktu 2003 sampai 2005, reksa dana reksa dana saham yang terbaik adalah reksa dana Si Dana Saham yang memiliki nilai Sharpe sebesar 0.583042 (22% diatas kinerja market 0.477710). Pada periode ini terdapat enam reksa dana yang memiliki nilai Sharpe diatas market. Selain reksa dana Si Dana Saham, masih ada reksa dana Rencana Cerdas (0.582370), Dana Megah Kapital (0.555640), Citireksadana Ekuitas (0.499665), Mawar (0.486986), dan Panin Dana Maksima (0.481414).
Reksa dana saham dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif investasi yang menguntungkan walaupun ada beberapa reksa dana saham yang harus dihindari untuk berinvestasi karena memiliki kinerja yang kurang baik. Berdasarkan dari basil penelitian ini, reksa dana saham yang memiliki kinerja terbaik dengan menggunakan Sharpe Measure adalah reksa dana Si Dana Saham. Namun dengan catatan hahwa kondisi dan risiko yang ada sama dengan periode penelitian. Investor sebaiknya melakukan investasi pada reksa dana saham yang memiliki kinerja diatas kinerja market dengan memperhatikan juga risiko dari tiap-tiap reksa dana saham tersebut seperti yang telah diteliti diatas. Di samping itu pula harus dihindari reksa dana yang kinerjanya berada dibawah market.

During three last years, mutual fund becomes the most aggressive capital market instrument. In the last 2004 represent the gold year for growth of mutual fund in Indonesia where total fund until December 2004 reaching 100, 9 trillion. This involve investors in 2004 more interested to invest at mutual fund where return bigger than deposit. But in 2005 since early year-end year happened redemption and make fund to the last December 2005 only 28, 3 trillion. This becomes the big question for investors, what is mutual fund still interesting as investment instrument alternative for investor. Choosing type of mutual fund become very determining how big is the risk and result can be obtained from its investment. A lot of investor wishes to place its fund at equity fund, but the problem how to measure the performance from each the equity fund, based on that, a research to analyze the performance of equity fund in Indonesia as an alternative investment. The sample represents the company offering equity fund for the period of 2003 to 2005. While its data from BAPEPAM, Bank of Indonesia and Jakarta Stock Exchange. Then from the data, the result of research during 2003 until 2005, the best equity fund is Si Dana Saham with Sharpe value 0.583042 ( 22% above market performance 0.477710). Also in this period there are six equity funds with Sharpe value above market. Besides Si Dana Saham, there are Rencana Cerdas (0.582370), Dana Megah Kapital (0.555640), Citireksadana Ekuitas (0.499665), Mawar (0.486986), and Panin Dana Maksima (0.481414). Equity Fund can be made as one of beneficial alternative investment although there are some Equity fund must he avoided for the investment because under performance.
From this research result, the best equity fund by using Sharpe Measure is Si Dana Saham. But with the note that existing risk and condition is equal to research period. Investor should invest at equity fund with performance above market by paying attention to the risks from every equity fund such as have been checked above. Besides that, investor should avoid equity fund with performance below/under market.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T18557
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Deswin Nur
"Laporan keuangan merupakan instrumen yang utama yang digunakan oleh para investor dalam menganalisa kelayakan investasi yang sedang dan akan mereka lakukan. Selama ini, para peneliti di bidang ekonomi hanya berfokus kepada perusahaan secara keseluruhan. Padahal sebenarnya tiap-tiap perusahaan memiliki karakteristik yang berbeda, baik itu antara perusahaan domestik dengan perusahaan multinasional, perusahaan dalam negeri dengan perusahaan asing, dan antara perusahaan kecil, menengah, dan perusahaan besar. Kesemuanya memiliki karakteristik yang tersendiri.
Untuk itulah penelitian ini diadakan. Yaitu untuk mengetahui apakah kekuatan asosiasi antara return saham dengan rasio-rasio keuangan perusahaan berbeda berdasarkan ukuran perusahaan. Selain itu penelitian ini juga ingin menjawab pertanyaan apakah krisis ekonomi memberikan pengaruh besar bagi kekuatan asosiasi tersebut.
Dengan menggunakan 120 sampel perusahaan manufaktur, dan mengelompokkan seluruh sampel tersebut berdasarkan ukuran perusahaannya, penelitian ini dilaksanakan. Data yang diolah merupakan data pooling time-series dan cross-section, yang terdiri dari return saham sebagai variabel dependen, dan data delapan rasio keuangan sebagai variabel independen.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa kekuatan asosiasi antara return saham dengan rasio-rasio keuangan berbeda secara signitikan satu dengan yang lainnya bahkan ditemukan juga bahwa semakin besar ukuran suatu perusahaan, maka akan semakin besar pulalah kekuatan asosiasinya. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa krisis ekonomi memberikan pengaruh positif tehadap kekuatan asosiasi antara return saham dengan rasio-rasio keuangan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2001
T4989
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desty Ariaini
"Profitabilitas adalah salah satu faktor kunci yang menggambarkan kinerja perusahaan. Perusahaan yang sehat biasanya dapat mempunyai laba yang tinggi dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk mendapatkan Iaba perusahaan yang maksimal, perlu didukung dengan ketersediaan modal kerja yang optimal sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan lancar.
Pentingnya modal kerja bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam meningkatkan Iabanya dijelaskan dalam penelitian ini. Variabel-variabel yang dianggap dapat mencerminkan ketersediaan modal kerja yang meliputi Net Trade Cycle (NTC), Current Ratio (CR), Sales Growth (SG) dan Debt Ratio (DR) diteliti pengaruhnya terhadap tingkat profitabilitas BUMN yang diukur dengan Operating Profit Margin (OPM) dan Return on Assets (ROA). Disamping itu, diteliti pula bagaimana perbedaan pengaruh NTC terhadap tingkat profitabilitas tersebut antara BUMN yang bergerak di bidang usaha manufaktur dan non manufaktur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTC, SG dan DR mempunyai pengaruh signifikan baik terhadap OPM maupun ROA. Pengaruh variabel-variabel tersebut khususnya variabel NTC dan DR juga berbeda antara BUMN manufaktur dan non-manufaktur terhadap OPM. CR berpengaruh signifikan terhadap ROA, tetapi tidak signifikan terhadap OPM.

Profitability is one of the key factors indicating the firm performance. A healthy firm should have high profit that continuously increases year by year. It should need an optimal level of working capital for its business to get maximum profit.
The effect of working capital for the State Owned Enterprises (SOEs) in Indonesia will be investigated in this paper. Net Trade Cycle (NTC), Current Ratio (CR), Sales Growth (SG) and Debt Ratio (DR) will be used as variables to measure the Ievel of working capital. Then, the effect of those variables on the SOE's profitability measured by Operating Profit Margin (OPM) and Return on Assets (ROA) will be analyzed. This paper also investigates the difference of the effect between SOEs that have business in manufacturing industry and those that have business in non-manufacturing industry.
The result shows that NTC, SG, and DR have significant effect on the OPM and ROA. The effect of those variables (NTC and DR) on Profitability are also different between those two industries. CR has significant effect on the ROA, but not on the OPM."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T 17787
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hendro Suryantoro Utomo
"Penelitian karya akhir dengan judul Analisis Keberhasilan Akuisisi Pada Perusahaan Yang Memiliki Latar Belakang Budaya Berbeda, Studi Kasus Akusisi Pada PT. HM Sampoerna. Tbk (HMSP) Oleh Phillip Morris International (PM)" merupakan penelitian yang cukup menarik karena mengambil kasus pada perusahaan yang memiliki reputasi yang cukup besar baik nasional maupun internasional serta menggali pengetahuan mengenai usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka menyatukan dua kebudayaan yang sama sekali berbeda sehingga mampu menghasilkan kinerja keuangan yang cukup baik. Penelitian ini membandingkan kondisi perusahaan sebelum melakukan akuisisi dan setelah akuisisi dilakukan dan menganalisanya dengan teori-teori yang ada. Sejak berjalannya aktivitas akuisisi PM terhadap HMSP. PM memberikan kebebasan dan tidak merubah secara signifikan budaya yang ada di tubuh HMSP. Hal itu dikarenakan budaya yang ada di HMSP cukup mendukung dan kondusif terciptanya kinerja yang baik untuk suatu kemajuan perusahaan. Hal ini terbukti dengen meningkatkan kinerja perusahaan dari sisi keuangannya. Pasca akuisisi, pendapatan penjualan, laba bersih, serta pangsa pasar HMSP terus memperlihatkan grafik dengan tren yang positif. Namun tidak hanya dad sisi keuangan saja, dari segi pemasaran serta strategi yang diambil tampaknya HMSP dibawah manajemen PMI cukup tepat mengambil keputusan-keputusan yang dilakukan dalam menjalankan perusahaan serta menghadapi berbagai kondisi saat ini."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T27116
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Devi Roswati Syahril
"Memulai suatu bisnis, baik itu merupakan bisnis baru dalam suatu industri maupun pengembangan dari bisnis yang sudah ada sebelumnya seperti bisnis waralaba memerlukan perencanaan dan strategi yang matang. Khususnya bisnis waralaba, yaitu merupakan salah satu sistem bisnis yang saat ini banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan yang ingin mengembangkan usahanya tanpa harus menanamkan banyak modal dan tidak terlalu sulit untuk mengawasi pelaksanaan bisnisnya karena masing-masing cabang dimiliki oleh pemilik waralaba (franchisee) yang borbeda-beda Restoran merupakan bisnis yang paling banyak dikembangkan menjadi bisnis waralaba Karya akhir ini dibuat untuk menganalisis bagaimana mempertahankan kelangsungan hidup jangka panjang sebuah bisnis Es Teter 77. Es Teler 77 merupakan restoran yang telah berdiri cukup lama dengan menawarkan menu khas tradisional Indonesia Misi dan restoran ini adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat melalui usaha jasa dan industri makanan - minuman asli Indonesia. Kunci sukses dan restoran ini adalah lokasi yang strategis, rasa makanan yang lezat, pelayanan yang diberikan terjaga kebersihan dan kualitasnya scrta brand yang cukup terkenal. Untuk depat menciptakan dan mempertahankan pertumbuhan bisnis jangka panjangnya, Es Teler 77 harus melakukan tahapan-tahapan penting, yaitu dengan mengembangkan bisnisnya menjadi bisnis waralaba (getting started), kemudian mengubah konsep penjualannya menjadi restoran fast food, melakukan ekspansi dengan go international dan melakukan re-branding logo, mengubah desain dan dekorasi restoran sesuai dengan target pasar baru, yaitu usia 14 - 18 tahun (getting better). Dalam tahapan getting diferent. dibentuk sebuah konsep resto dengan sistem pelayanan online yang lebih modern dan menu yang lebih banyak variasinya dengan standar kelas menengah ke atas. Kaitannya dengan mengembalikan siklus bisnis yang awalnya sudah akan menuju ke posisi mature kembali pada posisi growth (reverse positioning). Maka ditawarkan sebuah konsep baru yang merupakan sebuah revenue business model bagi Es Teler 77. yaitu konsep booth. Kemudian kegia1an promosi dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan brand awareness dan brand image terhadap Es Teler 77 dikalangan masyarakat. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melakukan kegiatan promosi tanpa harus mengeluarkan banyak biaya adalah membangun hubungan baik dengan melanggan melalui customer loyalty program, diantaranya mengeluarkan kartu pelanggan (membership), voucher makan dan sebagainya."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T27113
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   3 4 5 6 7 8 9 10   >>