Deskripsi Lengkap :: Kembali

UI - Disertasi (Membership) :: Kembali

UI - Disertasi (Membership)

Hakikat dan fungsi cerita Manuk Sidanggur Dawa-Dawa

Nomor Panggil D366
Pengarang
Pengarang lain/Kontributor
Subjek
Penerbitan [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 1998
Program Studi
Kata Kunci :  
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan
Tipe Konten
Tipe Media
Tipe Carrier
Deskripsi Fisik ix, 415 hlm. : ill. ; 28 cm. + lamp
Catatan Bibliografi
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
D366 D00366 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 74119
Disertasi ini berjudul Hakikat dan Fungsi Cerita "Manuk Sidanggur Dawa-dawa" ("MSD"). Tema pokok tulisan ialah hakikat dan fungsi cerita "MSD" bagi masyarakat pendukungnya, folk-nya, atau kolektif Karo.



Lokasi penelitian ialah beberapa desa di Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Daerah ini didiami oleh kolektif Karo.



Analisis hakikat cerita "MSD" dilakukan berdasarkan ciri-ciri folklor, hukum-hukum epos, dan mite. Atas dasar analisis itu, cerita "MSD" adalah epik dan mite. Kejadian cerita umumnya berlangsung di dunia atas (Banua Kacikaci) dan dunia bawah (Banua Koling) serta cerita ditokohi oleh para dewa.



Sebagai epik, cerita "MSD" disoroti berdasarkan hukum-hukum epos (epic laws). Hukum epos ini dilengkapi dengan hukum yang muncul dari kebutuhan teks cerita.



Dari segi mite, cerita "MSD" memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan hukum mite pada umumnya. Namun demikian, cerita "MSD" memiliki ciri-ciri khas. Ciri tersebut melengkapi hukum mite pada umumnya.



Analisis fungsi cerita "MSD" dilakukan berdasarkan fungsi (guna) folklor bagi masyarakat pendukungnya. Atas dasar analisis itu, cerita "MSD" berfungsi sebagai alat upacara persilihi, ngarkari, dan muncang. (Ketiga upacara ini merupakan upacara mengusir roh jahat, exorcise; mengambil hati dan mendamaikan roh-roh lelulur (placate).
;