Deskripsi Lengkap :: Kembali

UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership)

Analisis prospek internasionalisasi perusahaan Indonesia berbasis teknologi : kasus PT PGK

Nomor Panggil T5913
Pengarang
Pengarang lain/Kontributor
Subjek
Penerbitan [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 2001
Program Studi
Kata Kunci :  
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text
Tipe Media unmediated ; computer
Tipe Carrier volume ; online resource
Deskripsi Fisik v, 87 pages : illustration ; 23 cm + appendix
Catatan Bibliografi 86-87
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  •   File Digital: 0
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
T5913 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20451721
ABSTRAK
Tidak banyak pembahasan mengenai profil perusahaan Indonesia yang secara
MANDIRI berusaha untuk mengembangkan perusahaannya dengan konsep dari visi yang
jelas tentang industrinya sehingga mencapai taraf keunggulan kompetitif global yang
berbasis teknologi. Lebih banyak diungkap mengenai perusahaan-perusahaan yang
sebetulnya hanyalah ber-afiliasi kepada perusahaan asing atau sangat bergantung kepada
teknologi luar negeri tanpa tekad yang cukup untuk merebutnya. Penerapan konsep
manajemen modern yang pada beberapa sisi menunjukkan model ekonomi kapitalis,
seharusnya mengakomodasi faktor-faktor kondisi lokal seperti budaya nasional tingkat
kesejahteraan bangsa Indonesia yang masih rendah, dan belum berkembangnya budaya
korporasi.

Oleh karena itu sangat terkejut mendengar berita tentang kontroversi
kemenangan sebuah perusahaan Indonesia atas tender pendirian pabrik kertas uang
Terkejut karena mengetahui bahwa produk atau mesin ini adalah produk canggih dengan
teknologi eksklusif karena hanya dimiliki oleh beberapa perusahaan negara maju. Proses
pembuatan kertas uang mungkin cukup populer akan tetapi kemampuan membuat mesin
sendiri dan penyediaan infrastruktur atau fitur sekuriti pada produk merupakan suatu
prestasi besar. Seragamnya reaksi keterkejutan dari para pihak yang berwenang dan
kontroversi yang mengikutinya ? tuduhan KKN - menggambarkan sudah sedemikian
parahnya ketertiban masyarakat dan pemerintah dalam mengikuti perkembangan
perusahaan-perusahaan yang ?low? tumbuh dengan kekuatan sendiri.

Dengan mancari informasi mengenai profil Perusahaan ini melalui media massa,
Company profile, jurnal industri, dan internet, diadakanlah pengamatan terhadap
perusahaan tersebut yaitu PT PGK (Pura Barutama Kudus). Hal-hal yang diamati
adalah sejarah bisnis, proses pembelajaran teknologi dan Sejarah inovasi, kemudian pola
pengembangan korporasi dari perusahaan ini untuk kemudian di-analisis prospek
internasionalisasi dan unit bisnis yang dimiliki (terutama mesin dan produk sekuriti
seperti kertas uang) serta implikasi dari strategi internasional.

Sebagaimana perusahaan-perusahaan dari negara berkembang lainnya, masalah
utama yang dihadapi adalah bagaimana cara me-leverage keunggulan teknologi kelas
dunia yang mampu dimiliki untuk bisa bersaing dalam pasar global. Dari sejarah
munculnya negara-negara industri baru seperti Korea, Taiwan, dan kemudian Cina,
proses industrialisasi berlangsung secara bertahap tapi serempak dalam skala nasional.
Sebingga apabila ada perusahaan domestik yang bergerak dalam suatu industri berbasis
teknologi melakukan intemasionalisasi, reputasi dan country-of-origin cukup membantu
perusahaan tersebut untuk melakukan internasionalisasi

Dari hasil penyelidikan, ditemukan bahwa pasar yang dibentuk oleh para pemain
dalam industri kertas uang dan percetakan sekuriti ini bersifat oligopoli (sedikit peserta).
Para pelaku sangat berpengalaman dalam bidangnya selama ratusan tahun. Kemampuan
teknologi yang dimiliki dan sejarah hubungan dengan pemerintah negara-negara
pelanggan membentuk segmen pasar berdasarkan sejarah kolonisasi. Pengaturan
mengenal moneter internasional, standar industri, dan arah perkembangan teknologi
mengenai kertas uang ini yang dikendalikan oleh negara-negara maju., secara langsung
melindungi perusahaan ? perusahaan tersebut dari upaya-upaya perusahaan Negara
berkembang untuk melakukan penyelidikan secara mandiri agar dapat memasok
kebutuhan dalam negeri sendiri. Adanya stigmati (Contob: country risk atau high or
low trust society) dalam perspektif ekonomi-politik internasional, juga menyulitkan
perusahaan dari negara berkembang untuk meflytiflhú muncul dalam persaingan global.
OIeh karena ¡tu, salah satu aspek strategi yang akan digunakan dalam menemukan
negara tujuan pemasaran adalah dengan melihat kesamaan kondisi ekonomi-politik
Apabila kriteria kaulitas, harga, serta kriteria teknis lain terpenuhi, akan tetapi masih
kalah tender, maka salah satu jalan untuk merebut pasar adalab dengan memakal ISU-ISU
non-pasar yang mencitrakan nama Indonesia pada posisi yang menguntungkan seperti
solidaritas negara berkembang, solidaritas negara Islam, ataupun solidaritas berdasarkan
regionalitas seperti ASEAN.

Masih dirasa ada kekurangan dan kajian singkat mengenai prospek
internasionalisasi perusahaan ini. Pertama, kurang teridentifikasinya kinerja keuangan
yang dalam ulasan manajemen modern merupakan salah satu kriteria terpenting. Status
perusahaan non publik dan sifat industni yang digeluti ? bahan dan percetakan sekuriti ?
menyulitkan untuk memperoleh gambaran kinerja keuangan dari tahun ke tahun dan
media ataupun referensi industri yang tersedia. Kedua, masih kurang digalinya aspek
yang menyangkut lingkungan pemerintah tiap negara tujuan pasar sebagai buyer.
Perspektif ekonomi-politik negara diasumsikan juga dianut oleh otoritas moneter negara
negara tersebut. Yang ketiga, penelitian lapangan juga seharusnya diperlukan untuk
melengkapi wawasan yang diperoleh melalui sumber bacaan yang kadang bersifät
promosi dan tidak bisa lepas dad bias dan hiperbolisme seta mengabaikan realitas yang
tersembunyi.